
Sofia Langsung bergerak menjalankan misi Pertamanya demi mendapatkan Rekan Tim baru..
"Kenapa Kamu bersikeras dek...? " tanya Kesal Roby..
Sofia tidak menjawab hanya Fokus dengan segala perkakasnya..
"Sepertinya ada yang istimewa yang dilihat Nona Sofia pada Pria Itu...!! " Tebak Rivo..
Sofia Tidak menjawab hanya menatap sebentar Rivo dan tersenyum tipis.. dan Rivo mengerti itu.. Artinya Tebakan nya benar..
"Sebenarnya Kalian belajar apa sih..? kenapa kalian bisa berbincang hanya dengan Sebuah Kode Senyum dan tatapan...? dan Bodohnya Bisa mengerti.. apa hanya aku yang tidak mengerti.. Bicaralah hai Manusia.. Kalian punya mulut untuk berbicara.. dasar Payah....!! Aku ikut berperang dengan mereka tapi tidak tau rencana nya.. aku seperti Pecundang....!! " omel Roby dengan kesalnya.
Rivo menggeleng kepalanya mendengar kelakuan Roby yang tak bedanya dengan anak-anak Yang sedang ngambek..
sofia tidak peduli.. kakak nya memang Gila kekanak-kanakan.. Padahal dulu Kakaknya lah yang paling dewasa..
"Ayo Kita berangkat...!! " Ajak Sofia..
Rivo mengangguk, Sedangkan Roby hanya berotasi mengangkat sebelah tas nya berisi Laptop untuk membobol CCTV Markas lawan mereka nanti..
Mereka bertiga naik Mobil... Sofia didalam Mobil Sibuk membersihkan Pistol pemberian Nanda.. padahal tidak ada debu di pistol itu..
"Kamu pilih kasih dek....!! '' Cemberut Roby menatap Pistol Sofia..
Sofia melirik sekilas kakaknya lalu kembali mengelap Pistolnya..
"Jangan cemburu pada Pistol Kak.. Kamu Carilah Perempuan hangat yang bisa menyenangkan hatimu...!! Adikmu terlalu dingin bukan...? " Sindir Sofia tanpa menoleh..
Roby hanya mendengus.. begitulah pada akhirnya kalau berdebat dengan Sofia,, Roby pasti kalah.. Roby yang mau menyudutkan Sofia malah dirinya terseruduk Perkataan Adiknya Itu..
Rivo hanya pura-pura tak dengar.. Dia memang tidak mau ikut campur kalau Kakak dan adik itu berdebat disekitarnya..
..............
"Halo Dek...? " Suara Kiran di sebrang sana..
"Iya Kak....! kenapa...? kakak butuh sesuatu...? " tanya Nanda khawatir..
"Bukan... tadi Kakak Lihat Sofia belanja di Toko depan toko Belanjaan langganan Kakak.. Kayaknya dia beli perlengkapan senjata deh.. bajunya aja kayak baju mau perang gitu.. sebenarnya Sofia Itu siapa sih...? " Kata serius Kiran..
Nanda terperanjat saat Kiran mengatakan Sofia memakai baju kayak mau perang..
"Kakak yakin Itu sofia...? " tanya Nanda memastikan..
"Kakak tidak lihat wajahnya.. tapi Kakak tau matanya.. hanya bersitatap saja kakak langsung tau siapa Gadis itu...!! " Jawab Kiran lagi..
"Kak tolong Suruh seseorang mengikuti Sofia.. Apa yang dia beli apa Kakak tau..? " bertanya serius..
"Iya.. Kakak mau mengikutinya. kakak didalam mobil... Sepertinya dia beli Rompi Anti peluru...! " sahut Kiran lagi menebak..
"Dia pasti ada masalah Kak...!! dia bukan Gadis Bodoh Kak.. Jaga jarak aman kalau kakak mengikuti nya.. dan kabarin nanda Kak...!! " Nanda segera berlari keluar dari Ruangan kerjanya..
Kiran meletakkan HPnya disamping Nya..
"Pak.. Jauh aja ngikutinnya Pak.. nanti kalau udah jauh baru kita jalan...! " pinta Kiran serius..
"Baik Nyonya...! "
"sofia bukan gadis Biasa... dari awal aku sudah mengira... nanda Tidak mungkin suka Wanita lemah....!! " Gumam Kiran tak lagi terkejut melihat sisi berbeda Sofia..
beruntung Kiran bisa menyembunyikan diri dari Sofia. Kiran juga tau di mobil Sofia tidak hanya sendiri..
.....
"Pakai Rompi anti peluru nya...!! " Titah Sofia segera berpindah tempat ke Bangku belakang Mobil Itu..
Sofia menutup Tirai dan membuka seluruh bajunya barulah Sofia memakai Rompi Anti peluru itu..
"Kenapa harus pakai ini dek...? bukankah kita Bisa melawan mereka hanya dengan kosong...? " dengan tak terima nya Roby membuka bajunya..
"mereka bukan Orang bodoh Kak.. Aku hanya sedia payung sebelum hujan...! " Jawaban Sofia selalu membuat Darah Roby mendidih karna kesal..
tapi Apalah dayanya memang itulah pesona adiknya yang selalu membuat Darah nya mendidih. tapi Kalau adiknya Perhatian malah membuat bulu Kuduk Roby berdiri Jadi sofia Serba salah.. lebih baik dirinya bersikap dingin saja...
buat Apa perhatian malah membuat Kakaknya menatap ngeri padanya..
"Iya... Jika Kita hanya datang bertiga.. pasti mereka berpikir Kalau kita Berani.. saya Pernah mendengar Anggota Mafia Kecil itu selalu bermain licik pada musuhnya yang bodoh...! Kalau Pintar Pun tetap mereka menggunakan Trik licik dan Kotor...! " Sambung Rivo lagi..
Setelah berpakaian seperti semula.. bedanya didalam tubuh mereka ada Rompi Anti Peluru..
Barulah Mereka berangkat menuju Markas yang diberi tau Anex..
Roby mengotak-ngatik Laptop canggihnya bisa meretas CCTV..
"Bagaimana Perlindungan mereka...? " tanya Sofia..
"Apa penjagaan mereka ketat..? " Tanya Rivo menimpali..
"Kosong bagian tengah.. sepertinya Kita harus menggunakan Obat Tidur..!"
setelah tiba dijarak yang tidak terlalu jauh dari Markas Mafia Tempat Anex bekerja..
Sesuai Perkataan Sofia, mereka menggunakan Taktik ketiga...
Kiran segera mengabari Nanda.. saat dirinya juga sudah datang di tempat Mobil Sofia terparkir..
Sofia jalan seperti biasa.. Mereka bertiga jalan layaknya manusia biasa.. tapi langkah Kaki mereka memang tidak didengar..
"Ada yang datang...! " bisik Roby tiba-tiba..
Indra pendengaran Roby memang sangat tajam dan Rivo penglihatannya sangat tajam dan Sofia Penciumannya sangat tajam Julukan mereka memang 3Setan..
Mereka segera bersembunyi...
...
Jalan masuk mereka bertiga lewat jalur yang sekiranya Penjagaannya Longgar..
Sofia, Roby dan Rivo membekap Mulut penjaga dengan Obat Tidur. mereka semua yang terkena akan tertidur pulas 3 Jam...
"Penyusup....!! "
" Oh ****..... !!" umpat ketiganya Kompak..
Tak ada Pilihan.. Sofia melempar Asap yang membuat Mata musuhnya perih tidak bisa melihat selama 2 jam..
"Mata ku...!! "
"Aku tidak bisa melihat...!! "
"Pedih sekali...!! "
Semua bodyguard kewalahan mengusap Mata Mereka.. malah makin memperparah... mata mereka akan sembuh dengan sendirinya kalau sudah 2 jam lebih... namun Selama 2 jam mata mereka memang tidak bisa melihat..
mereka bertiga memasuki Ruang Penjara Mafia Itu..
"Astagah...!! " Pekik Kaget Roby melihat semua tahanan didalam penjara itu..
"Sebanyak ini bagaimana cara mencarinya Nona..? " tanya Rivo bingung..
Semua tahanan Mafia Markas ini menjerit minta tolong...
"Amera....!!?? " Semua Orang terdiam saat Sofia dengan nada mengintimidasinya memanggil Amera..
"dimana Amera...? kakakmu anex bersamaku... Ikutlah denganku...! " Suara Sofia lagi..
"..S.. saya... Kak... Ap.. apa... kakak saya.. masih.. hi.. dup...? " Amera jalan tertatih-tatih dengan muka lebam nya sana sini..
"Kau dipukuli...? " tanya Sofia memegang dagu Amera yang meringis kesakitan..
"Minggir....!! " titah Sofia lagi..
Amera mengesot kebelakang Sofia tidak mungkin menembak bisa memancing musuh nantinya.
"Penyusup dari mana ini...?? "
"Matilah kalian...!! "
"Bunuh mereka bertiga....!! " teriakan Atasan Anex..
"Kamu urus Adik itu Dek.. Biar kami yang mengurus sampah ini...! " Seru Roby menantang musuhnya..
Perkelahian tak bisa dielakkan..
Sofia sibuk menolong Amera, Roby dan Rivo melawan Para bodyguard Mafia itu..
Nanda melawan musuh lewat Jendela.. Kiran juga tak mau tinggal diam. mereka berdua juga berkelahi dengan Para Mafia itu..
"Kalian pasti akan aku hancurkan jika Sofia keluar dari tempat ini dalam keadaan Terluka...? " geram Nanda menendang Dada bawahan Mafia hingga terpelanting mengenai dinding dan mengeluarkan seteguk darah dari Mulutnya.
"Habis kau...!! kemari.. !!" tantang Kiran..
Seseorang memeluk Kiran dari belakang..
"Tahan.. dia...!! " Titah Pria depan Kiran..
Kiran menendang dada Pria yang ada didepannya dan dengan kasarnya Kiran membanting tubuh Pria yang memeluknya..
Kiran memijak Dada Pria Itu..
"Berani kau memeluk Ku..? Dasar pengecut.... ! ciuuh....!! '' kiran meludah di kaki Pria Itu..
😊😊😊
...
..