
imel keluar dari Rumah sakit hendak membeli buah segar untuk ibunya..
"Semoga Ibu cepat sembuh dengan banyak makan buah segar ....!! " Senyum manis Imel melompat senang..
namun kesenangan imel terhenti melihat sosok Pria yang sedang menunggu di depan ZebraCross.. seperti mau menyebrang...
"maaf Tuan....?? Apa Tuan mau nyebrang...?? " tanya Imel hati-hati pada Pria yang sedang duduk dikursi Roda sambil memegang Kepalanya sendiri..
Roby yang merasa dipanggil segera menoleh dan tertegun melihat senyum Tulus Imel..
"Gila.. indonesia Ini banjir Cewek cantik dimana-mana...!! " batin Roby tersenyum tipis..
"Apa Tuan mau menyebrang...?? " tanya Imel lagi..
Roby melihat sekitar mencari Anex yang sedang izin mengambil sesuatu, Ya mereka tadi beli belanjaan bersama sebelum kerumah sakit namun Saat kembali belanjaan mereka ada yang tertinggal. Roby tidak mau kembali jadi dia menyuruh Anex pergi sendiri. namun tak di duga dia malah bertemu imel..
"Hm....!! " dehem Roby mengangguk Kecil..
"biar saya bantu Tuan... saya mau menyebrang juga.! " Usul Imel melihat rambu-rambu Jalan..
"boleh kalau kamu tidak keberatan...!! " Jawab Roby memilih pura-pura tak bisa..
"tentu Tuan... saya tidak keberatan...!! " sahut Imel jujur..
padahal Kursi Roda Roby sangat canggih, dibeli khusus oleh Ananda Mahadiningrat untuknya. tinggal tekan tombol remot aja Udah jalan tanpa harus mengayuh dengan tangan..
"lumayan dapat kenalan...!! Zaman sekarang nyari yang tulus susah...!! kebanyakan mau harta Doang...!! " batin Roby menyeringai tipis..
Imel berpikir Roby lumpuh dan tak bisa berjalan. mana Imel tau kalau Roby hanya belum sanggup berdiri...
dan menurut Roby bagus pura-pura lumpuh dengan begitu Roby bisa mencari Gadis yang tulus mencintainya...
"Tuan mau ke Rumah sakit Ya...?? " tanya Imel Ramah..
"Iya...!! " Jawab Roby terlihat biasa saja dilihat Orang-orang yang menyebrang..
Imel tidak tau Kalau Roby orang kaya, dilihat dari penampilannya emang rapi..tapi di kota ini Orang miskin pun bisa seperti orang kaya dengan penampilan yang glamor..
Imel mendorong Kursi Roda Roby hingga ke sebrang...
"Terima kasih... sampai disini saja.. walaupun aku tidak bisa berjalan tapi Aku masih bisa melakukannya sendiri tanpa butuh bantuan Orang lain... Aku tidak mau di bilang lemah.. Apalagi aku Pria...!! "
Imel tertegun mendengarnya. menurutnya wajar saja Sih kalau Roby berpikir begitu tapi disisi lain Imel juga berpikir itu tidak lemah, malah kalau Imel punya Uang dia mau beli kursi Roda untuk Ibu nya supaya Ibu nya tidak kesulitan lagi..
"uang Itu sudah habis bayar Biaya Operasi dan penginapan...!! " Batin Imel melihat kursi Roda Roby..
"astagah imel.. taubat... jangan mencuri lagi...!! " Pekik imel dalam hati...
"benarkan...?? " tanya Roby lagi melihat Imel memperhatikan kursi Rodanya membuat Roby merasa di ejek..
"tuan jangan berpikir seperti itu... tidak bisa bukan Karna Kita lemah.. tapi Ketidak berdayaan.. Kita semua makhluk sosial Tuan.. saya saja yang masih punya anggota tubuh yang lengkap masih membutuhkan orang lain....!! " Tutur Imel dengan bijaknya..
Roby tertegun mendengarnya, antungnya berdebar kencang dengan perkataan Imel yang bisa membuat hatinya tersentuh...
"Aah... maaf Tuan.. Saya harus kembali.. Ibu saya sedang menunggu...!! " selah Imel tiba-tiba melihat jam tangan nya..
"tunggu... Siapa Namamu....?? " tanya Roby sedikit berteriak..
namun tak di gubris Imel..
"Gadis yang menarik juga sangat bijak...!! " gumam Roby menghela nafas kecewa tidak tau nama Gadis Cantik yang bisa membuat jantungnya berdebar dengan kata-kata Nya..
Anex yang Sudah tiba mencari Posisi Roby..
"Kemana Roby...?? " gumam Anex mengedarkan pandangannya dan terhenti disebrang jalan..
"dia sudah menyebrang Rupanya... kenapa nggak masuk aja sendiri sekalian...?? " gerutu Anex melangkahkan kaki nya menyebrangi Jalan..
"Kenapa menyebrang sendiri Tuan...?? sekalian saja masuk ke Rumah sakitnya sendiri..!! " Sindir Anex..
"Aku dibantu Gadis Cantik...!! " Jawab Roby tersenyum lebar dengan mata berbinar seperti baru menemukan kesenangan baru..
"Gadis Cantik mana lagi...?? " Kesal Anex meletakkan belajaan nya di pangkuan Roby dan mendorong Kursi Roda Roby menuju Rumah sakit...
"ada... entahlah aku tidak tau. .. tugasmu mencari tau...!! "
"Hei... bagaimana aku mencari tau kalau aku saja tidak tau... ??" bentak Anex tak terima..
"tugasmu mencari tau...!! " Kata Roby dengan penuh penekanan..
"bagaimana Ciri-cirinya...? sebutkan namanya...?? " tanya Anex meninggikan intonasi suaranya..
"gadis Cantik... tingginya sekitar 160-an.. rambutnya Panjang.. hidungnya mancung seperti bulan sabit
Anex memutar bola mata nya mendengar Ciri-ciri tak jelas itu..
"Namanya...?? " tanya Anex Bosan mendengarnya..
"Tidak tau...!! " Jawab Roby menggaruk tengkuknya yang tak gatal..
"Bagaimana aku mencari ciri-ciri itu...?? " desis Anex tak terima..
"Dia ada di Rumah sakit ini.. cari saja Pasien ibu-ibu yang sakit... !! Titah Roby Kehabisan Kata..
"Astagah....!!! " geram Anex memijit Pelipisnya sendiri..
"dengar tidak...?? " tanya Roby dengan nada meninggi kesal..
Anex pun manggut-manggut jadinya Ketimbang nambah pusing lagi..
"Ayo kita temui doktermu sekarang...!! " Ketus Anex menggunakan bahasa Informal...
Roby pun melakukan perawatan Pergelangan kaki dan tangannya..
"Berapa lama lagi Tuan Roby bisa berjalan dok..? " tanya Anex sopan..
"Keadaan tuan Roby sudah mendingan.. mungkin sekitar 1 minggu lagi Tuan Roby bisa belajar berjalan ...!!"
Roby tak masalah tidak berjalan, malah bibirnya tersenyum begitu lebar mengingat Kata-kata dan Bayangan Imel..
"harap maklum dokter...!! dia sudah Gila...!! " cengir Anex ke Dokter yang bingung melihat raut wajah Roby yang senang padahal belum bisa jalan..
Dokter Itu hanya tersenyum ramah dan pamit undur diri...
"Kaki tuan kenapa bisa begitu parah...?? " tanya Anex mengejek..
"Kau tidak tau kalau aku berusaha melawan besi. wajar saja Kaki ku parah, siapa yang mau dijadikan tawanan Supaya Keluarganya keluar dari persembunyian. saat itu aku hanya berpikir bagaimana Caranya lepas.. jadilah seperti ini....!! "
Jawaban Santai Roby malah membuat Anex bergidik. Roby bercerita sambil cengar-cengir..
"Siapa Sih perempuan itu..?? Hebat sekali dia bisa merebut kewarasan Roby..!! " batin Anex tersenyum kaku melihat Roby yang aneh..
ditempat lain..
Sofia membawa makanan Untuk Nanda yang lembur Bekerja..
"Nona...?? " Sapa Satpam membukakan gerbang Untuk Sofia Masuk..
"Terimakasih...!! " ucap Sofia tersenyum tipis
dan berlari kecil memasuki Gedung Mahadiningrat Sofia sengaja tidak bawa motor besarnya makanan yang dibawanya terlalu banyak jadi tidak bisa bawa motor...
.......
Sofia berjalan tenang dengan raut wajahnya yang tak terbaca berlawanan arah dengan Karyawan Mahadiningrat yang baru pulang Kerja..
mereka semua mengagumi Sosok Sofia yang sangat cantik tanggal Pernikahan Nanda dan Sofia sudah tersebar luas..
"Huh....!! banyak sekali...!! " Gumam Nanda menghela nafas melihat tumpukan dokumen nya..
Nanda pun membuka Dokumennya walau enggan..
"Hai...?? " Sapa Sofia menyembulkan Kepalanya dibalik pintu Ruangan Nanda..
Nanda tentu menoleh karna Suara Itu sangat ia kenal..
"Sayang...?? kamu disini...?? " Nanda bangkit seketika dan berlari kecil mendekati pujaan hatinya..
Sofia menunjukkan Kedua tangannya yang penuh..
"Ya Tuhan.. calon istriku perhatian sekali sih.! " Nanda mengecup Kening Sofia dan mengambil alih bawaan Sofia dengan senyum manisnya Rasa lelah Nanda hilang seketika..
"harus dong.. Aku nggak mau kasih Kesempatan buat pelakor datang nantinya...!! "
Nanda terkekeh dengan ucapan Sofia, ada pelakor pun percuma.. Nanda tidak akan goyah hanya Sofia yang bisa menakhlukkan hati nya..
..
.
.