
"apa ini Orangnya...?? " tanya Sofia
dengan situasi yang sangat mencekam Kedua Pengawal Nanda melangkah mundur terlalu takut dengan Aura menyeramkan yang dikeluarkan oleh Nanda dan Sofia..
Pengawal Nanda pun baru tau kalau Sofia bisa mengeluarkan aura membunuhnya lalu kenapa dikawal pikir mereka, namun tak berani bertanya..
"Katakan Pada Kami siapa yang menyuruh Kau .. ? walaupun aku sudah tau setidaknya aku mau dengar dari mulut kau sendiri..!! " dengan dinginnya Nanda bertanya lagi.
"No.. nona.. maa.. fkan saya... ampuni Saya...
Saya hanya disuruh Nona.. saya diancam... kalau tidak meletakkan Bom itu, saya akan di Bunuh dengan Bom juga.. mereka mengetahui keluarga saya.. kalau sampai mereka tau saya kabur.. Istri dan anak-anak saya akan dibunuh...!! " dengan derai air mata Pria itu berkata..
Sofia menghela nafas panjang.. benar juga dirinya juga tak mengenal Pria ini.. pastilah ada dalangnya..
"Siapa...?? " tanya Sofia dengan wajah datarnya..
Nanda menyandar di dinding kayu tempatnya kini..
" Clarissa Nona. dan yang mengancam saya kalau tidak salah namanya Olivia.... ya Nona.. Olivia nama nya.. ! Saya tidak berdaya Nona.. Ampuni saya...!! "
Sofia memejamkan matanya,, "Anak Itu tidak mempan diberi peringatan.. !!" desis Sofia..
"Kamu bisa melawan mereka berdua seorang diri sayang..?? " tanya Nanda serius.
"bisa... Aku sangat jago membantai seseorang...!! " Jawab Sofia tersenyum miring...
Sedangkan Pria yang diikat gemetar ketakutan, dirinya tak menyangka saat ditangkap ber urusan dengan Tuan kecil Mahadiningrat terlebih lagi Kekasihnya.. sudah pasti bunuh diri lah Kalau Keluarga Itu dilawan. tidak akan menang..
Mahadiningrat sangat dikenal Kalangan Mafia.
Nanda mendekati Sofia dan memegang lembut bahu Sofia menghadap padanya...
"Aku mohon jaga dirimu baik-baik... Jangan Rusak kepercayaanku.. Jika aku mendapati Tubuhmu terluka walau seujung Kuku saja.. Aku akan turun tangan melindungimu.. tidak akan aku biarkan Kamu yang turun tangan menghadapi musuh...! " tutur Lembut Nanda tapi seperti ancaman bagi Sofia ..
Sofia dan Nanda saling bersitatap.. begitu manis, mereka berdua mengabaikan pria yang sedang gemetar ketakutan melihat Adegan itu..
"Pantas saja mereka membayarku begitu mahal.. Pakai Ancam Keluargaku lagi.. ternyata Mereka mengincar Posisi Nona dingin Ini..! " batin Pria itu masih dengan Kaki yang gemetar..
"Kamu mengancamku..? " Tanya Sofia memicingkan matanya tak percaya sebuah ancaman yang dilontarkan di bibir merah Nanda....
"bukan sayang...!! " Elak Nanda dengan senyum lebarnya..
"terus apa Namanya kalau bukan mengancam tadi...? " tanya Sofia galak sambil berkacak Pinggang..
"Memberi sebuah Peringatan!" Jawab Nanda santai.
Sofia yang tak terima,, "lalu apa bedanya...?? " bentak Sofia memukul-mukul dada Nanda..
Nanda tertawa lepas melihat Kekesalan Sofia, malah dengan usilnya melarikan diri.. Aksi Kejar-kejaran pun terjadi..
"Itu demi kebaikanmu sayang... Aku melakukannya untukmu...!! " Jelas Nanda berlari mundur..
Sofia melihat itu merasa kesal.. Nanda seperti meledeknya tak bisa berlari mengejarnya sofia yang mode banteng lepas mengejar Nanda lebih kencang lagi..
"Hei. hei.. sayang.. Aku tidak pakai baju Merah...!! Kenapa kamu mau menyerudukku hah..?? " Goda Nanda..
bagai menyiram bensin dalam kobaran api. Sofia makin berapi-api namun membatu secara tiba-tiba melihat seekor Rubah Putih datang mendekati Nanda didepannya...
"Hai... Putih.. Kau kemana saja...?? " Sapa Nanda berjongkok Keren dengan nafas tersenggal Rubah Putih itu mendekati Nanda dan menjilati Tuannya..
amarah Sofia hilang tiba-tiba melihat Rubah Putih itu,, "Kenapa bulu nya bisa terlihat sangat Indah dan mekar...?? " tanya Sofia mendekati Nanda.
namun Rubah Itu menatap Sofia sambil menunjukkan taringnya..
"Hei.. dia Kekasihku.. dia Cinta ku...!! Kekasihku namanya Sofia.. aku melamarkanmu untuk Rubah Jantannya..!! " Nanda berbicara pada Rubahnya..
Rubah itu seperti mengerti Bahasa Nanda, Kini malah tersipu Sofia tertawa terbahak-bahak melihat Rubah Nanda berubah manis seperti mencari muka pada calon mertua..
"Dia sangat kesepian Sayang... Aku rasa di Hutan Ini tidak ada Rubah yang sesuai dengan standar ideal nya..!! " Jelas Nanda yang tau tingkah manja Rubahnya..
"Dia memiliki Standar tinggi yang sama denganku..!" batin Nanda melirik Sofia yang masih tertawa lepas..
"Baiklah.. Rubahku juga sangat kesepian.. Aku akan bawa kemari bersama Mu.. Kamu mau kan menemaniku..?? " Sofia berkata sambil berjongkok disamping Nanda..
Rubah itu menjilati Wajah cantik Sofia hingga Sofia tertawa geli..
Nanda tersenyum melihat Kesenangan Rubahnya itu..
"Putih.. Kamu sangat cantik.. bulumu sangat Halus...!! tatanku pasti akan jatuh cinta padamu...!! " Sofia membelai lembut Bulu halus Rubah Nanda..
Rubah Putih itu mengibas-ngibaskan ekornya..
"Jadi Jangan kemana-mana Ya.. Aku dan Sofia besok siang akan membawa Calonmu kemari..!! " Sahut Nanda juga mengusap Kepala Rubah Itu..
"Lepaskan saja.. !" jawab Sofia dengan entengnya..
"Lepaskan...?? " Beo Nanda tak percaya dengan pendengarannya..
"hem.. Lagian dia sudah memberi informasi yang kita butuhkan.. sisanya Biarkan aku yang mengurusnya...! " Ujar Sofia..
"Baiklah...! " Jawab Nanda mengerti menekan puncak Kepala Sofia lalu mengusapnya Gemas..
"Kalian dengar...?? Bawa Orang itu pergi...!! " Seru Nanda pada 2 pengawalnya..
"Baik Tuan...!! " Jawab Mereka berdua segera menjalankan tugasnya..
"Kita Pulang...!! Kamu harus istirahat yang cukup kalau mau balas dendam..! " Ajak Nanda juga..
Sofia mengulum senyumnya..
"Kamu pasti lelah menemaniku seharian ini...!! " dengan perhatiannya yang tulus Sofia mengelap Keringat Nanda..
Nanda menoleh ke Sofia bagai Mimpi bisa memiliki Sofia apalagi senyum Cantik dan tulusnya Sofia..
Nanda tersenyum lembut lalu mencium Mesra kening Sofia dan Sofia memejamkan mata nya..
"Apapun untukmu Sayang...!! " dengan lembutnya Nanda berkata..
Sofia pun mengalihkan pandangannya hanya bersitatap dengan Nanda saja membuatnya Malu..
Nanda yang tau, hanya tersenyum menunjukkan deretan giginya sambil mengusap Surai (rambut panjang) Sofia dengan lembut..
Padahal Nanda hanya berniat makan siang bareng Sofia, tak menyangka Situasi ini terjadi pada mereka.. hari sudah mulai gelap mereka pun kembali Pulang..
"Aku antar kamu kemana Sayang...?? " Tanya Nanda menghentikan kendaraannya digerbang perumahan Sofia..
"Hem.. !" Sofia menoleh situasi sekira nya aman atau tidak..
Nanda hanya menatap Sofia dengan Bingung..
"antar aku masuk ke Rumahku...!! " Ajak Sofia serius..
Nanda mengerjabkan matanya,, "Maksudnya..?? " tanya Nanda tak percaya Sofia sudah percaya padanya..
"Antar Aku masuk.. lagian kami mau pindah..! " Ceplos Sofia tanpa sadar..
"Pindah...?? " Ulang Nanda tak mengerti, Sofia hanya membalas dengan deheman..
"Kenapa...?? " Tanya Nanda Penasaran...
"Aku belum bisa cerita.. Tapi aku janji akan menceritakannya padamu suatu saat nanti...! " jawab Sofia masih ragu
Nanda tersenyum lembut menggenggam jemari Sofia dan mengecupnya mesra..
"Aku akan menunggumu... Tidak perlu terburu-buru ... !" Ujar Nanda dengan senyumnya yang menawan..
Sofia tersenyum menusuk lesung pipi Nanda yang sangat dalam..
Nanda makin tersenyum lebar, malah menunjukkan deretan giginya. Sofia memang mengakui betapa tampannya Nanda..
"Kenapa tubuhmu bisa wangi Cendana..?? " tanya Sofia antusias..
"Hem...?? Cendana...?? " tanya Nanda mengendus tubuhnya sendiri..
Sofia terkekeh.. "Belok Kiri...!! "
Nanda Pun mengikuti aba-aba Sofia..
"aku tidak bisa menciumnya..?? Apa Kamu tidak suka Bau itu..?? " Tanya Nanda serius..
"Aku suka.. malah suka banget...!! " Jawab Sofia jujur begitu antusiasnya..
Nanda terdiam sambil mengerjabkan matanya, Lalu mengulum senyum manisnya.
"malah tersenyum..!! " ledek Sofia malah kesal..
Cukup Jauh dan lumayan terpencil, Akhirnya mereka tiba di Rumah Sederhana Sofia dan Saudaranya..
😊😊😊
.
..
..