
Sofia tersentak kaget di Pagi hari saat HP yang ada di Dadanya bergetar...
tadi malam Sofia tidak bisa tidur sampai Pagi.. dirinya main Game Online namun ketiduran menjelang pagi...
Kini jam 8 Pagi HP nya mengagetkannya...
"Halo....??? " Suara serak Sofia habis bangun tidur..
"Hei... Sofia.. janjimu aku tagih sekarang... ayo temui aku di gerbang masuk pemukiman rumah mu... Aku menunggu.....!! " Suara Nanda malah membuat Sofia membelalakkan matanya..
"Hari Ini....?? " nada tak percaya Sofia..
"Iya Sofia.. Keluarga ku sudah menunggu... Kamu tau kan Pistol itu sangat berarti bagiku!" jawab Nanda..
"Baiklah... aku akan bersiap-siap....!! " tutur Sofia lemas..
"Kenapa....? Kau sakit....? " tanya Nanda khawatir walau nada suaranya terdengar biasa saja..
layaknya Berbicara antara atasan dan bawahan..
"Aku hanya baru bangun tidur... aku matikan ya....!! " Sofia mengucek Mata nya..
"Hem.... jangan terburu-buru aku juga baru datang..! " tutur Lembut Nanda..
Sofia tanpa sadar tersenyum, hatinya menghangat dengan suara lembut itu. Nanda mematikan panggilannya..
Sofia masuk ke Kamar mandinya sambil sempoyongan, Kepala nya masih terasa sakit karna tidurnya kurang...
....
"astagah baju apa yang akan aku pakai...?? " Gumam Sofia baru kepikiran melihat penampilannya di Kaca..
Sofia memakai sepatu pemberian Nanda ketika di pesta Madam Choi, Sepatu itu begitu pas di Kaki nya..
"Aku tidak punya Dress...!! " Gumam Sofia lagi menatap lemari baju nya..
Sofia Pun tak ambil pusing lagi dirinya menggerai rambut panjangnya lalu memakai Topi dan masker...
"Kalau disuruh pakai Dress. Aku bakal beli dijalan saja....!! " batin Sofia..
"Kak antar aku ke Gerbang....!! " Pinta Sofia serius..
"Hem...? gerbang...? " beo Roby dan Rivo bersamaan..
"kenapa mata kalian...?? " tanya Sofia dengan wajah datarnya, Sofia melihat lingkar hitam dibawah mata Kedua Pria tampan itu..
"Aah... tidak ada....!! " elak Roby dan Rivo bersamaan..
Sofia hanya menghela nafas panjang tidak akan memperpanjang masalah..
"Cepatlah... dia menunggu...!! " desak Sofia lagi..
Roby dan Rivo saling pandang lalu menatap penampilan Sofia dari ujung rambut sampai ujung kaki...
"Kenapa...?? " tanya Sofia dengan nada Ketus..
"Kau mau ngedate...? kenapa penampilanmu kayak gini...?? " Tanya Roby
"emang kenapa...? " tanya sinis Sofia berlalu meninggalkan Kakaknya juga Rivo..
Roby segera berlari menyusul Sofia..
"Apa lagi rencana Setan Kecil itu...?? " Gumam Rivo menggeleng kepalanya tapi tersenyum begitu tampannya..
Sofia di antar oleh Roby sampai di gerbang, Nanda yang melihat Sofia sudah ada didepannya langsung keluar dari Mobilnya..
Nanda hanya mau menjaga privasi Sofia yang belum mau terbuka pada nya, biarlah waktu yang menjawabnya..
"Sudah lama menunggu Adik ipar...?? " tanya Roby memeluk singkat Nanda yang tersenyum lebar padanya..
Sofia hanya menganga dengan mulut sedikit terbuka,, "kakak memanggilnya Adik Ipar...? matilah aku.. Aku tidak bilang pada kakak kalau kami hanya pura-pura pacaran...!!! "
"tidak apa Kak... !!" jawab Nanda tidak canggung sama sekali..
"Ya Tuhan.. aku suka sekali padamu adik ipar.... Kamu calon Adik ipar Ku yang sangat memenuhi Kriteria ku...!! " tutur Roby sekali lagi memeluk Nanda dengan bangga nya..
Nanda tergelak, Sofia sudah merah padam karna malu, tidak menyangka Kakak nya akan mempermalukannya seperti ini hanya Sofia dan Nanda lah yang tau hubungan palsu mereka..
"Sudah Kak... kembali Sana... kasihan Rivo sendiri....!! " Sofia menarik tangan Roby dan mendorongnya ke Motor Nya..
"sejak kapan kau khawatir pada rivo dek...? " tanya Roby malah tidak peka..
"Sejak tadi....!! sana Pergi... Byee....!! " ketus Sofia dan melambai kaku dengan senyum dipaksakan...
"maaf yaa... Ayo kita berangkat....!! " ajak Sofia tersenyum kaku lalu berlari kecil memasuki Mobil Nanda..
"Aku bahkan belum membukakan pintu untuknya..? " batin Nanda menggaruk tengkuknya yang tak gatal..
"Ayo Cepat....!! " Sofia menongolkan kepalanya..
"Eeh.. Iya...!! " sahut Nanda segera berlari memasuki Mobilnya niatnya mau romantisan malah gagal karna Sofia yang tak peka itu..
"maafkan kakakku. aku tidak beritau dia kalau kita hanya pura-pura pacaran...!! dia sangat sensitif kalau sampai tau adiknya diperalat...!! "
Nanda terkekeh,, "Aku mengerti.... !"
"Apa kau mau aku ganti baju...? aku tidak punya dress di lemariku...!! " tanya Sofia hati-hati..
Nanda tergelak tiba-tiba..
"Kenapa tertawa....?? " tanya Sofia dengan raut wajahnya yang kesal..
"maaf... aku tidak mau kau memperlihatkan tubuhmu itu.. hanya suamimu yang pantas.. aku malah kagum padamu yang mau menutupi tubuhmu tidak memperlihatkan pada Orang lain...!! "
"Jika aku menyinggung para wanita Aku minta maaf.. !!" Ucap Nanda serius..
pipi Sofia memerah, kenapa Kata-kata itu sangat menggelitiki hatinya. bukankah artinya Nanda mengatakan secara langsung tidak masalah dengan pakaiannya kini. Sofia sedikit terpincut dengan kata-kata Nanda..
"Apa kau tersinggung...? " tanya Nanda merasa bersalah..
bibir Sofia berkedut ingin tertawa melihat ekspresi Nanda yang sangat lucu dimata nya..
"Kau marah...? " tanya Nanda lagi makin merasa bersalah..
Padahal Sofia ingin tertawa saat ini. Sofia memang mengakui semua wanita memakai baju super ketat memperlihatkan bentuk tubuh mereka yang indah hanya dirinya yang enggan memperlihatkan lekuk tubuhnya, Wajahnya saja sudah membuat Pria menjadi tidak waras padanya apalagi Kalau Sofia memakai baju sexy, Sofia pun tidak suka Baju Itu...
Nanda pun pasrah dengan raut wajah gelisahnya karna merasa bersalah sudah menyinggung Hati Sofia...
"dapatin hatinya saja belum bisa.. Kenapa sekarang aku malah menyinggungnya..?? " batin Nanda menggerutu didalam hati..
....
Sofia menatap dengan tak percaya melihat Gerbang Besar Mahadiningrat.. tidak pernah terlintas dibenaknya akan memasuki Rumah Keluarga ternama Itu... Nama Keluarga yang ditakuti dunia Mafia.. apalagi Gio pernah menghancurkan 4 Mafia besar dulunya karna Mafia Itu dijebak oleh wanita...
(Bagi Yang masih ingat... kalau Lupa Baca Lagi Ya... gadis obsesi Mahadiningrat...)
"Tuan Kecil....!! " tunduk Satpam saat Mobil Nanda memasuki Gerbang yang dijaga nya..
Nanda hanya mengklakson nya dan melambaikan Tangannya pada Satpam yang menunduk itu..
Sofia menatap Kagum keindahan Rumah Mahadiningrat itu.. kebun Bunga yang penuh warna..
Nanda tersenyum tipis saja melihat kekaguman Sofia akan kebun bunga Kania...
"Ayo turun... mereka menunggumu...!! " ajak Nanda memegang lengan Jaket Sofia yang masih bengong menatap kebun bunga granMa nya..
Sofia menatap tangan Nanda yang menyentuh jaketnya tapi tidak mengenai Kulitnya...
"Hei... kau masih marah...?? " tanya Nanda lagi dengan tampang menyedihkannya..
Sofia tersenyum hingga menunjukkan deretan giginya... tidak pernah Sofia seperti itu.. Nanda malah tak berkedip menatap kecantikan Sofia yang tersenyum menunjukkan gigi nya, kelopak mata Sofia begitu cantik saat tersenyum..
"Kau mengerjaiku...? " tanya Nanda mulai kesal...
dirinya pura-pura tak terpesona padahal Sungguh terpesona, hanya saja Nanda tidak mau Sofia tau perasaannya.. nanti Sofia bakal jaga jarak darinya..
apalagi Sofia belum menyukainya..
"Hmfft....!! " sofia tidak menjawab malah keluar dari Mobil Nanda..
"Kau mau kemana...?? " kesal Nanda malah melewati pintu Keluar Sofia tadinya..
aksi kejar-kejaran pun terjadi.. Sofia tertawa tanpa disadari... melupakan wajah datarnya dan masalah yang dihadapinya ..
Sofia merasa dirinya wanita normal kalau bersama Nanda karna Nanda tidak pernah menatapnya dengan nakal ataupun tatapan mesum lainnya. mungkin itu yang membuat Sofia nyaman...
😊😊😊
..
..
.
.