
beberapa minggu lama nya Sofia aman kemana-mana...? Entah apa rencana Fio sebenarnya.. Sofia merasa diawasi tapi tidak tau siapa yang mengawasinya.. entah baik atau tidak...
Sofia juga menukar plat Motornya..
dia tidak mau ambil resiko..
malam Ini Sofia menginap di Apartemen Nanda, Sejak 3 hari lamanya Sofia bersama Nanda di Apartemennya...
"Kenapa Kak Roby tidak menghubungi ku...?? " Gumam Sofia pelan..
"Apa dia Baik-baik aja...?? kenapa Firasatku tidak enak....?? " Gumam Sofia lagi menggigit Kuku ibu jari tangannya..
Sofia merasa Resah saat ini entah apa yang salah dengannya, Sofia tidak bisa duduk tenang..
"Rivo....!! " Sofia segera menghubungi Rivo namun tak tersambung..
Sofia menggeram kesal tak biasanya Rivo tidak mengangkat Panggilannya..
Sofia menghubungi Alex dan Alex mengangkat panggilannya..
"Lex....?? dimana Kakak...?? Kenapa Dia tidak bisa dihubungi....? ada apa dengan HP Rivo ? " cecar Sofia khawatir tapi dengan raut wajah yang biasa.. datar bagai triplek...
Sofia sudah terlatih dengan mengendalikan ekspresinya Supaya musuh tidak tau letak kelemahannya Sofia tidak akan sudi diremehkan lawan..
"*m*aaf Nona.. Kami sedang mencari Roby.. Saya mohon Nona tetaplah disana jangan bergerak.. Kami akan mencari Roby setelah itu Kami akan mengabari Nona....!! " Ucap Alex ter engah-engah juga terputus-putus seolah Alex sedang sibuk berlari..
"Bagaimana Kalian bisa kehilangan jejaknya...??" tanya datar Sofia..
dia sudah tau pelakunya itu sebabnya dia Seperti ini..
"*s*aya minta maaf Nona.. Rivo menghubungi saya.. Kami sedang berpencar.. Nanti saya Hubungi lagi Nona...!! " setelah mengatakan itu Alex mematikan panggilannya secara Sepihak..
Sofia memejamkan matanya..
"dia pasti menggunakan kelemahan Kakakku...!! dia sangat mengenal Kakakku dan tau kelemahannya. !!
sialan Kau Efio ..!! Akan aku hancurkan Kau... Jika Kau berani melukai Kakakku walau segores saja....!! " wajah datar Sofia tidak bisa terbaca tapi tatapan mata Sofia yang nyalang bagai Kobaran api jelas terlihat...
Sofia segera berlari ke Kamarnya, ia mengotak-ngatik laptop canggihnya..
"Ku Mohon Kak.. bertahanlah.. !!" Gumam Sofia pelan mengotak-ngatik laptopnya..
Pria yang menahan dan menangkap Roby bukanlah manusia melainkan Iblis dengan Topeng manusianya. Sofia sangat tau bagaimana kejamnya Pria Itu kalau seseorang menghianatinya..
"Sialan.... Tidak terdeteksi....!! " Sofia memaki Kesal..
hubungan darah memang sangat kental, Sofia bisa merasakan kakaknya dalam bahaya..
Disisi Lain..
Roby di ikat dengan tangan di borgol ke belakang duduk diatas Kursi empuk, Kakinya juga di borgol...
Fio menghembuskan Asap Rokoknya ke wajah Roby hingga Roby terbatuk-batuk dan bangun dari Pingsannya..
"sudah bangun abang ipar...?? " tanya Fio sambil duduk diKursi kebesaran yang disiapkan Untuknya...
tapi Roby tidak merespon...
"Obat biusnya tidak memiliki Efek samping kan...??? " tanya Fio mendongak menatap Barly dengan tajam..
"tidak berbahaya Tuan.. Saya Sudah mengujinya dengan tubuh saya sendiri....!! " Jawab barly meyakinkan..
Fio menghela nafas,, "Kenapa Dia seperti ini...?? "
"sepertinya karna Wanita tua itu tuan dia memukul kepala belakang Tuan Roby...!! mungkin kepalanya sedang Pening dan sakit karna Pukulan itu...!! " tebak Fio dengan seriusnya..
Ya... Fio menyuruh Seorang Nenek tua mengelabui Roby... Roby sangat lemah hati kalau melihat Nenek-nenek yang memakai baju pengemis meminta-minta padanya.. Roby tak sampai hati menolaknya.. Dia pernah hidup dijalanan. saat dirinya masih muda dan segar saja Sulit dengan keadaan itu.. apalagi Nenek itu Pikirnya..
Saat dikasih uang oleh Roby. Nenek itu malah memohon minta antarin pulang sebab Cucunya sedang sakit keras tanpa Roby tau itu sebuah konspirasi..
Roby menggeleng kuat Kepalanya yang sakit dan pusing, Saat nyawanya sudah terkumpul semua
Roby menatap ke depan dan membelalak Kaget saat Fio lah yang ada didepannya..
"Kau....?? " tatapan tajam Roby melihat sekitar..
"Pengecut....!?! " maki Roby memberontak di kursi itu..
tapi Karna Besi yang memborgol tangan dan Kakinya jadi sangat sakit saat dirinya melawan mencoba melepaskan diri..
"abang ipar... ..!! Kau masih sama seperti dulu... sangat lemah hati...!! " Sindir Fio menghembus lagi asap Rok*k di Wajah Roby..
Roby memutar kepalanya kesamping dia benci asap Rokok...
"Aku ingin bawa Sabrina Ku Roy.... kenapa Kalian kabur dari ku....?? Kenapa Kau tidak menahan adikmu untuk tetap bersamaku hmmmmm.....?? " Ujar pelan Fio dengan nada putus asa..
"Kau Fikir Adikku Itu peliharaan...?? dia Manusia...!! Kau tidak berhak mengurungnya.... Aku Selalu menyuruhnya pergi.. tapi Karna hutang budi nya padamu... Dia selalu menundanya nanti dan nanti... Kau hanya Pria Egois...!! " bentak dan emosi Roby dengan mata merahnya menatap benci Fio..
"Kenapa Kau sangat membenciku abang Ipar...?? Aku sangat tergila-gila pada Sabrina Ku.. Aku juga tidak bisa memilih kemana hati ku akan tersangkut...!! Aku sangat mencintainya... Kau tidak tau bagaimana Cinta Ku padanya...!! tapi ya sudahlah. Aku akan membawanya Kembali ke Istana ku.. aku hanya menjaga milikku... Sabrina terlalu cantik untuk aku lepaskan.. semua Pria menatapnya.. Aku Benci itu...!! " tutur pelan Fio merasa tak bersalah dengan mengurung perempuan yang dicintainya..
Roby tersenyum menjijikkan, dia memang sudah membenci Fio sejak Pria Itu mengurung adik nya walau adiknya tidak pernah mengeluh ataupun menangis tapi hatinya sakit sekali melihat adiknya diperlakukan seperti Binatang yang sangat disayangi Tuannya..
Roby meludah disampingnya..
"Jangan panggil aku Abang Ipar...!! Aku sudah Punya kandidat Utama Yang sangat aku sukai menjadi pendamping hidup Adikku...!! " nada Pelan Roby tapi tersenyum miring dengan tatapan tenangnya walau matanya masih merah..
"Jangan mengada-ngada Abang Ipar... Aku tau Kau marah.. Sabrina Ku tidak memiliki hati... Dia sangat sulit jatuh cinta.. Dia tidak akan menerima Pria manapun...!! "
Roby tertawa keras di kesunyian malam itu bahkan anak Buah Fio melangkah mundur saking takutnya dengan tawa Roby..
Roby terlalu berani tertawa seperti itu didepan Fio, XeFio adalah Mafia Kejam. dia benci tawanannya tertawa didepannya takutnya jiwa Psikopatnya Fio akan muncul ..
"Apa yang kau tertawakan....?? " tanya Fio dengan tatapan tajam bagai Pedang tajam menusuk Roby..
"Tuan Kecil Ananda Mahadiningrat....!! dia adalah kekasih Adik kesayanganku Sabrina .. Pria yang dicintai adikku.. Kau tidak pernah melihatnya bersikap hangat dan manis kan...?? Saat bersama kekasihnya lah dia akan bersikap seperti itu...!! " Kompor Tajam Roby memprovokasi amarah Fio.
Fio mengepalkan tangannya matanya Kini sudah berubah memerah bahkan Sudah berair karna menahan Emosi..
"benar apa yang saya curigakan Tuan... Kekasih Tuan Nanda adalah Nona Sabrina..!! Saya melihatnya Sendiri dengan mata kepala saya saat melihat tangan mereka berpegangan mesra...!! " Seru Tegas Barly tanpa melirik Fio dia menatap lurus ke arah Roby yang terkekeh..
"Diam Kau...!! " Bentak Fio ke Bawahannya..
"Bisakah Kau melawannya...?? " ledek Roby dengan seringai merendahkannya..
"Jika bukan Karna Sabrina Sudah aku sayat-sayat tubuhmu Roy... !!" Fio mendesis dengan aura membunuhnya menyeruak di Gedung Sunyi itu...
Roby bukannya takut malah tertawa Keras..
"diam Kau...!!Akan aku bunuh Pria Itu didepan Sabrina dan Kau..hanya aku yang pantas bersama Sabrina ku..!! " Teriak Emosi Fio menembak Lantai kasar disamping Roby..
Itu sebuah peringatan untuk Roby tapi Roby malah tidak takut bahkan tak berkedip saat Peluru itu menembak tepat disampingnya..
.
.
.
.