Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
Tuan Nandaku?



manager Apartemen beserta Bawahannya terkejut melihat tiba-tiba Nanda keluar dari Apartemennya tersenyum begitu tampannya menatap Pujaan hatinya sepertinya sedang kesal..


"Ketawa muluk...?? Aku Gigit nih...!! " Ancam Sofia dengan galaknya..


Nanda tertawa terbahak-bahak Sofia melepas Kesal Pegangan tangan mereka..


"Tuan... NoNa....!! " tunduk hormat Manager Apartemen beserta seluruh bawahannya..


"Oh... Apa ada yang mau menyewa di Lantai 9 ini...? " Tanya Nanda datar merangkul Bahu Sofia..


Nanda tau dilihat dari banyaknya bawahan Manager itu kini..


Sofia melipat tangannya diatas perutnya.. Juga menatap datar nereka semua, Wajah datar Nanda dan Sofia malah mengundang ketakutan bagi Manager Apartemen itu...


"I.. iya.. Tuan.. Tapi.. Tuannya Be.. belum datang...!! " Jawab Managernya gemetar..


"Aku mau duluan...!! " Selah Sofia..


"Aku antar kamu sayang... Ayo kita pergi...!! " Nanda Pun lebih memilih Sofia..


Manager Apartemen beserta bawahannya memberi Jalan Untuk Nanda dan Sofia selebar-lebarnya, mereka sampai merapat di dinding Lorong Apartemen lantai 9 itu..


Sofia dan Nanda masuk ke Lift, Mereka keluar dari Gedung Apartemen Itu,,


Tanpa mereka sadari ada 2 wanita Cantik menangkap basah Kedekatan mereka Sangat jelas dilihat mereka Nanda begitu mengasihi Sofia..


"Sudah aku bilang kan... Mereka tinggal bersama...!! " kompor Olivia..


"tidak aku sangka selain merayu Tuan Nanda dengan wajah nya Dia juga menggunakan tubuhnya untuk mendapatkan Tuan Nanda...awalnya saat aku juga mengajak Tuan Nanda bertemu di Hotel aku juga akan melayaninya.. Aku kira tuan Nanda bercanda saat bilang lagi berdua dengan Kekasihnya... ternyata benar....!! " Geram Clarissa..


"Kamu tidak mendatanginya...?? " Tanya Olivia..


"Aku datang dan menekan bel juga menggedor-gedor pintu Masuk Apartemen Tuan Nanda.. tapi aku malah diusir sama penjaga malam Apartemen lantai 9 ...!" jawab Clarissa lagi..


"Kalau begitu Kita harus habisi Wanita Itu...!! " Saran Olivia serius..


"cara nya...?? " Tanya Clarissa tak kalah serius..


"Kita harus bunuh dia dengan model Kecelakaan lalu lintas seperti yang dilakukan Mama ku...!" Jawab Olivia tersenyum jahat..


"Tapi sebelum itu kita harus menculiknya.. !" Selah Clarissa lagi..


"Kenapa...?? Apa gunanya menculiknya...? " tanya Olivia penasaran..


"dasar bodoh... Aku mau memberinya pelajaran lah... !" bentak Clarissa.


Olivia pun mengangguk, demi balas dendamnya dia menerima perlakuan Clarissa toh mereka juga punya musuh yang sama..


"Apa yang akan kau lakukan padanya..?? " tanya Olivia lagi..


"Akan Aku botakin Rambutnya Dan menggores habis wajah nya yang terlalu cantik itu.. wajah Itu bisa menghancurkan negara...!! Aku tidak pernah melihat wanita secantik itu.. Pantas saja Dia bisa mendapatkan Tuan Nanda..!! " Desis Clarissa dengan tajam..


tak lama kemudian Motor Sofia keluar dari Parkiran. Sofia sangat keren dengan Caranya membawa motor besarnya..


"Ikuti dia...!! " Seru Olivia..


Clarissa menjalankan Mobilnya dan melaju kencang mengikuti Sofia, Nanda yang memperhatikan Sofia keluar dari Area apartemen melihat ada Mobil Merah mengikuti Sofia..


dengan cepat Nanda berlari ke Mobilnya beruntung Nanda memang bawa kunci Mobilnya, Soalnya Nanda dari awal memang berniat mau mengantar Sofia. tapi Sofia bersikeras bakal bawa motornya Nanda tak punya pilihan lain selain mengiyakannya..


"Siapa yang berani mengikuti Kekasihku...!! " Geram Nanda melaju kencang Kendaraannya, mengejar ketertinggalan Motor Sofia..


Sofia yang sedang serius membawa motornya melirik Spion.


"Kecoak dari mana lagi ini...?? " desis Sofia yang tau mobil merah itu mengikutinya..


Saat lampu merah Sofia dengan cepat menerobos nya. Mobil merah yang tak mau ketinggalan Juga menerobos lampu merah. Namun dia harus mengerem mendadak saat banyaknya Mobil lalu lalang mengklakson Mobil Clarissa..


"aku sudah bilang dari jauh ngikutinnya.. wanita penggoda itu bukan Wanita Bodoh... sekarang dia lepas kan...!!! Emosi mu tidak bisa dijaga...!! " Bentak Olivia menatap Motor besar Sofia sudah tak terlihat lagi..


"diam Kau...!!! " Bentak Clarissa juga..


tak ada Pilihan lain Clarissa terjebak Lampu merah.. Padahal Clarissa sudah melanggar batas Pemberhentian Lampu merahnya..


Nanda menghela nafas lega Mobil merah Itu tak jadi mengikuti Sofia..


"Kau tidak akan lepas....! beraninya kau mengikuti Sofiaku...!! " Geram Nanda tak akan melepaskan Mobil merah itu..


Nanda yakin orang yang sedang mengikuti Sofia Kini pasti akan berbuat lagi kedepannya Jadi Nanda akan mengawasi siapa yang ada didalam mobil itu dengan jarak jauh..


entah kenapa Nanda merasa Plat itu dipalsukan, dari cara mobil itu mengikuti Sofia seperti mau mencelakai Sofia tidak mungkin kan mencelakai Sofia dengan Plat asli... kecuali Orang bodoh yang mau ketangkap basah..


 


Sofia malah tersenyum puas di Markasnya bisa lepas dari mobil tadi..


"Dek...?? " Sapa Roby memperhatikan penampilan Sofia dari ujung rambut sampai ujung Kaki..


"hem...?? " sahut Sofia terlihat biasa saja..


"Nona...?? " Sapa Anex dan Rivo bersamaan..


Amera segera memeluk Sofia,, "Kakak kemana aja sih...? Kami khawatir tau...?? " Amera merengek mendongak menatap Sofia..


Sofia mengusap kepala Amera masih terlihat tenang..


"Kakak baik-baik saja.. !!" Jawab Sofia tersenyum kecil..


"ada apa dengan penampilanmu Dek...?? " Tanya Roby menggaruk kepalanya yang tak gatal..


Anex menarik Pelan tangan Amera menjauh dari Sofia, Anex tidak mau adiknya mengganggu sofia..


"Panass...!! " Sofia dengan santai melepas Kancing jas dan membuka Jas Kebesaran Nanda.


Anex Melebarkan matanya melihat betapa anehnya baju Sofia tapi Sangat cantik. Anex segera berbalik tak mau menatap Nona nya itu..


"Kauu... Kenapa Bajumu seperti ini...?? " tanya Roby dengan kesal..


"Apa nona baik-baik saja...?? " Tanya Rivo serius..


Amera menganga melihat Penampilan Sofia. Sofia malah dengan santainya mengikat asal rambutnya juga mengipas-ngipasin lehernya yang panas..


"Kak Sofia cantik sekali... Bohaii... Sexy... dan hemmm... hmm..!! " Amera memuji Sofia namun Anex dengan cepat membekap mulut polos adiknya dan membawanya masuk ke Kamar Amera..


"Dek...?? "


"Apa sih kak.. Nanda membelikanku ini.. Aku tidak punya baju ganti terpaksa pakai ini..!!" Jawab Sofia dengan entengnya..


"Apa tuan Nanda melakukan sesuatu Nona...?? " Tanya Rivo serius..


"tidak ada.. !" Jawab Sofia hendak berlalu masuk ke kamarnya..


tapi Roby menghalangi jalan adiknya itu..


"Siapa saja yang melihatmu memakai baju ini...? " tanya Roby dengan Serius..


"Cuma Nanda, Kakak, Rivo anex juga amera..! " Jawab Sofia malas..


"Cuma...?? " Beo Roby dan Rivo kompak..


"Jadi kau bawa Motor besar seperti ini tadi...!! " tuding Roby ke Kaki Sofia yang mulus dan indah..


"Pakai Ini.. (menunjukkan jas kebesaran Nanda) Nanda yang memakaikannya..!! Sudahlah Kak.. Aku lelah... mata ku perih...!! " Elak Sofia lagi..


"kenapa matamu...?? " Tanya Roby khawatir..


"tadi Nonton lama banget sama Nanda..!!" Jawab Sofia mengucek matanya sendiri..


"Nonton apa...? " tanya Roby curiga..


"apa Nonton film adegan dewasa Nona..? " tebak Rivo..


"Inilah yang aku tidak mengerti.. kalian semua sama saja kotornya.. hanya Tuan Nandaku yang tidak pernah berpikir seperti itu... Kami hanya Nonton Film balas dendam Mafia..!! " Jawab Sofia dengan Nada ketus..


Roby dan Rivo melongoh bodoh saja dengan kata-kata Sofia..


"Tuan Nandaku...?? " beo Roby dan Rivo saling pandang..


Sofia melenggang pergi masuk kekamarnya dan menutup pintu Kamarnya hingga berbunyi keras..


😊😊😊


..


..