Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
Sabrina



"Akan aku Gores Wajah Itu....dan aku Potong Rambutnya hingga habis.. hanya aku yang tercantik dan terseksi... tidak ada yang lain... hanya akuuu.....!! " teriak gila Clarissa yang sedang mabuk...


Olivia yang tadinya mau berniat Minum sampai Mabuk. tidak jadi Karna menemukan Wanita yang bisa jadi Alat untuk membalas Sofia..


"Wanita Itu memang pantas dibenci...!! " Batin Olivia dengan sinisnya mengingat bagaimana Sofia merebut Nanda darinya..


"Hei... kau baik-baik saja...?? " tanya Olivia mengguncang tubuh clarissa yang ambruk...


"Singkirkan wanita itu....!! " sebuah Perintah yang tak bisa di Jeda atau di Tunda..


"Baik tuan.." Jawab BodyGuard Pria itu..


"Apa yang kalian lakukan...?? heiii.... Gila... Lepaskan....!! " teriak Olivia..


Clarissa pun sempoyongan saat tubuhnya ditarik-tarik kasar oleh Para Bodyguard Pria Itu...


"Apa.. ini... akan aku botakkan Rambut Kalian....!! lepasin Aku Brengs*k.. Wanita sialan.... Habis kau.....!!" maki Clarissa menjambak Rambut Pria yang menarik kasar tangannya..


butuh waktu beberapa Puluh menit bisa mengusir Olivia dan Clarissa keluar dari Bar itu...


Para Bodyguard Itu pun kembali ke Atasan mereka...


"Sudah....?? " Tanya Pria Itu memainkan Gelas berisi Minuman Ker*s nya..


"Sudah Tuan. " jawab mereka semua serentak..


"Semua wanita merepotkan....hanya Sabrina Ku yang paling terbaik....!! cari Sabrina Ku di tempat ini... Dia suka Ke Bar kalau lelah dan suntuk....!! " Perintah Pria itu..


"Baik Tuan.....!! " Jawab Bodyguard nya serentak tanpa komandan lagi mereka membubarkan diri mencari Sosok Sabrina yang dicari atasannya..


"Sabrina... kau Dimana Baby...??? Aku menemukan Negara tempat Kau bersembunyi...tapi aku tak menemukan jejakmu...!! "


"Sabrina... oh Sabrinaa... Pasti Kau semakin Cantik..... dan Kecantikan itu hanya untuk milikku saja... saat aku menemukanmu.. Aku akan mengurungmu dengan banyaknya bodyguard yang akan menjaga sangkar Emasmu..!! "


XeFio benar-benar menggila pada sosok Gadis Kecil yang diselamatkannya dulu. mereka besar bersama di dunia Mafia awalnya Ayah XeFio tidak memberi izin membawa Sofia dan Roby masuk ke Anggota nya..


Namun XeFio terus berusaha.. dan akan bekerja lebih keras lagi untuk bisa menguasai dan mempelajari Kekuatan Ayahnya..


Awalnya Xefio mengasihi Sofia seperti adik Nya sendiri. Namun seiring berjalannya Waktu, Fio jatuh Cinta pada adik angkatnya itu, Sosok Bidadari yang tak pernah ada di dunia ini pikirnya..


"Tuan... Ini....!! " Semua pengawal Fio membawa banyaknya wanita berusia seumuran SoFia..


"Tidak.... Kenapa Kalian tidak berguna.. sabrina Ku tidak pakai Parfum... dia memiliki Aroma Lavender sendiri.. singkirkan semua wanita Itu... !!" usir Fio pada Semua Wanita yang memiliki bau Aneh itu...


"Tunggu....!!! " Perintah Fio tiba-tiba..


"Barsy.... Barsy.....!! " Panggil Fio..


"Iya Tuan...." Sahut Barsy segera mendekati Fio..


"wanita.. itu... ya... wanita itu memiliki Harum Sabrina...!! "


"wanita yang mana Tuan...?? " tanya Barsy menoleh dan memperhatikan semua wanita yang sedang menunduk itu..


"Wanita yang kita temui di Pohon besar itu.. Dia memiliki Wangi Lavender.... kenapa Aku bisa sangat bodoh tidak menyadarinya? cari Wajah Itu cepat... Kau mengingatnya Barsy... dia Gadis yang meminta tolong kau Fotokan...!! "


Barsy akhirnya mengerti Wanita yang mana dimaksud Fio..


Fio memiliki indra penciuman yang lumayan tajam tapi hanya 10% dibanding indra penciuman tajam Sofia, fio hanya tau bau Tubuh seseorang saja itu pun sedikit hanya dalam jarak dekat. jika di dalam kerumunan Fio tidak bisa.


"Kauu....!! " tunjuk Fio pada wanita yang sesekali mengintipnya..


Bodyguard Fio membawa Wanita itu ke XeFio..


"Bersihkan Tubuhmu.. Jangan pakai Parfum.. Tunggu Aku di Kamar 106 ....!!"


Setelah mengatakan Itu bodyguard Fio segera membawa Wanita yang terpilih menjadi Teman Ranj*ng Atasan nya malam ini..


Fio memejamkan mata nya, Setiap Kali dia menid*ri wanita,, pasti Wajah Wanita itu akan berubah seperti Sosok Sabrina nya..hanya dengan begitu Fio bisa melepas Hasrat bercint* nya..


"Sabrina..... Sabrina.... Kau sudah melihatku Rupanya...!! siaaal.....!! " Fio meninju meja yang ada didekatnya..


Sekarang Sosok Sabrina nya itu akan makin waspada..


 


ke Esokan Pagi nya.. Sofia pergi ke Mol.. Kali ini Sofia akan membeli Parfum..


"Aku tidak boleh lengah... Dia pasti bisa menemukanku dengan Aroma tubuhku... !!" gumam Sofia membenarkan Posisi maskernya lagi..


"Ada yang bisa saya bantu Nona...? nona Butuh Parfum yang seperti apa...?? "


"Hem... Cendana...?? apa ada Parfum dengan Bau Khas Cendana...?? " tanya Sofia..


"maaf Nona.. Parfum yang seperti itu tidak ada.. banyak model Wangi Parfum tapi tidak ada Bau Cendana.. yang ada Wangi Bunga...!! "


"lavender juga Bunga.. saya tidak mau Bunga...! " tolak Sofia..


"Ah.. bau Sabun Bagaimana Nona...?? "


"Bagaimana bau nya...? " tanya Sofia..


Namun saat keluar Sofia membelalak melihat Barsy berjalan di area Mol sedang mencari seseorang..


Sofia berputar arah dan segera menyempotkan parfum Wangi permen karetnya ke tubuhnya sendiri..


"God... Kenapa Dia bisa kesini...?? " gerutu Sofia berjalan tenang ke arah lain..


Sofia juga sempat berpapasan dengan anak buah Fio, Salah satu dari mereka malah mengendus Sofia..


"Hei.. Apa yang kau lakukan..? cari bau Lavender goblok....!! "


dengan kasar temannya menarik Rekannya itu..


Sofia baru bisa bernafas lalu segera melarikan diri dari tempat itu...


Setiba nya Sofia di Markasnya. sofia terkulai lemas di Sofa terdekatnya..


"Nona...?? "


"Dek...? "


"Kak...?? "


Roby, Rivo dan Amera segera mendekati Sofia..


"kemana Anex...? " Tanya Sofia


"abang keluar beli Sesuatu untukku Kak.. sebentar lagi bakal kembali...!! " jawab Amera..


"tempat ini tidak aman lagi...!! " Ujar Sofia dengan seriusnya..


"Dia sudah bergerak....!! " lanjut Sofia lagi..


"Astagah...!? "


"ya Tuhan...."


"Siapa Kak....? Siapa yang sudah bergerak...? " Tanya Amera yang tak tau apa-apa...


"Amera ini pesana...?? nona...?? Ada apa ini....? " Anex tiba-tiba berjongkok menyamai rekan-rekannya yang berjongkok di depan Sofia..


"bang Kata Kak Sofia tempat ini sudah tidak aman lagi... dan Dia sudah bergerak.. tapi mera tidak tau siapa...?? " amera yang menjawab kebingungan Anex..


Anex beralih ke Sofia dan Roby serta Rivo yang terlihat serius memikirkan jalan keluar..


"Tapi untuk sekarang tempat ini yang teraman.. beri saya waktu 2 hari untuk menemukan tempat yang aman Nona...!! " ujar Rivo tiba-tiba..


"Sampai Kapan dia terus mengejar Kita Hah...?? " geram Roby..


"Sampai Aku mati Kak.." jawab Sofia serius..


Semua mata menatap Sofia. Sofia terlihat tenang mengatakannya, Walau sangat serius tapi tidak ada ketakutan diwajahnya..


"Bagaimana Keadaanmu...??" Tanya Roby mengalihkan pembicaraan..


"Aku hanya merindukan nya...!! " jawab Sofia melenceng..


"Hah....?? " sahut semua Orang...


"merindukan siapa...? " tanya Roby


"Tuan tidak normal Ku....!! " jawab Sofia tersenyum kecil..


Semua Nya menghela nafas panjang kecuali amera. roby meletakkan telapak tangannya di Kening Sofia..


"Kau demam dek...?? " tanya Roby tidak percaya..


"Aku baik-baik saja...!! " jawab Sofia dengan datar..


"Apa Nona Ke Bar tadi malam...? " Tanya Rivo memastikan..


"Tidak....!! " jawab Sofia cepat..


"Biasa nya Kau ke Bar dek Kalau lagi Galau... lalu kalau bukan ke Bar Kau kemana..? kemana melepas Galau mu...? " Tanya Roby lagi..


Sofia tidak menjawab hanya memukul kepalanya sendiri..


"Kepala ku sudah Rusak... !!" kesal Sofia..


Amera yang polos hanya mengerjabkan matanya sambil memakan Burger yang dibelikan Anex untuknya..


😊😊😊


...


..


.