
Nanda yang merasakan Sofia tak disampingnya kembali menoleh..
"Sayang... Kamu mau kemana....?? " tanya Nanda segera berlari menyusul Sofia..
Sofia menggerutu tak jelas,, "mau pulang....!! " Ketus Sofia..
"Tapi Kamu belum bayar hutangmu... ciumannya gimana....?? " tanya Nanda tanpa malu..
Sofia menghentikan langkah kakinya dan melihat sekitar ternyata semua Karyawan Mahadiningrat yang ada dilobi dasar menatap gemas, iri pada Nya..
"Ciuman Kita... Kamu janji bayar kan...?? " Tak ada malunya Nanda berkata..
Sofia yang sudah Geram karna malu segera membungkam mulut Nanda..
"Kenapa mulutmu tak bisa dijaga hah...?? " desis Sofia melototkan Matanya.
Nanda meracau di balik bekapan tangan Sofia. tak ada Pilihan sofia pun menggeret Nanda masuk ke Liftnya. sungguh malu dirinya, apalagi Karyawan Itu menertawainya, entah karna lucu atau Gemas Sofia juga tidak tau yang penting dia malu karna ditertawai..
Sesampainya di depan Ruangan Nanda..
"Tuan.. Nona Sofia... ..!! " sapa Tika sang Sekretaris Nanda..
"apa yang terjadi Tuan...?? " tanya Tika terkekeh..
"permisi Kak...!! " Izin Sofia menunduk Sopan lalu menggeret Nanda yang statusnya Pewaris Tahta Mahadiningrat..
Tika yang tadinya membawa Berkas tersenyum lebar kembali lagi ke Ruangannya karna tuannya tak bisa diganggu..
Sofia mengunci ruangan Nanda Seolah Itu adalah Rumahnya Sendiri..
"kenapa kamu berkoar-koar di Lobi Hah...?? Apa kamu nggak malu sama mereka semua..??" Kesal Sofia menunjuk-nunjuk Bibir Merah Nanda..
"Apa aku salah....?? hutang Cium kening dan Pipimu lunas jika kamu bayar dengan Ciuman di bibir...!! " Nanda dengan santainya berkata berjalan ke arah meja Kerja Ruangannya..
Sofia menjatuhkan rahangnya, dia menggigit bibirnya sendiri..
Nanda membuka laci meja nya dan mengeluarkan Kunci Motor di beri mainan Kunci Stitch kesukaan Sofia..
"Ini Kuncinya Sayang....!! aku hanya bercanda....!! " Smsenyum manis Nanda mendekati Sofia..
Nanda tidak akan memaksa, dia hanya memberi penawaran...
"Terimakasih... !!" Ucap Sofia tersenyum Kecil..
sebenarnya Sofia juga mau merasakan bibir merah Nanda, tapi apalah daya nya.. Sofia masih malu... hanya Nanda yang bisa membuat Sofia merasakan apa yang namanya malu..
"Pulanglah... biar aku meeting Bersama yang lain.. Aku tidak mau membuatmu menunggu... motormu ada di Parkiran istimewa.. tekan aja Remot nya nanti bakal Ketemu... !!"
"Hati-hati dijalan ya... !! i Love you so much....!! " tutur Kata Nanda yang lembut membuat Sofia jadi merasa bersalah..
Entah apa yang salah dengan dirinya,, "Kenapa aku jadi merasa bersalah...?? memang dimana letak kesalahanku...?? " Batin Sofia tak mengerti dirinya sendiri...
"Aku Akan transfer Uangnya...!! I. Love You too...!! " balas Sofia memejamkan matanya mengecup Pipi Nanda lalu segera berlari dari Ruangan Nanda..
Nanda terdiam ditempat, tatapan matanya benar-benar sulit untuk dijabarkan, Perlahan Nanda memegang Pipinya yang di kecup Sofia..
Jantung Nanda mungkin sudah lepas dari Kandangnya.. (Heheh.. Kidding)
"Sofia... Di. dia... mengatakan I Love You Too..?? Apa aku tidak salah dengar...?? Astagah.... Apa Ini mimpi....?? " Pekik Nanda segera menutup Pintunya..
Nanda tak mau ada yang mendengar Kegilaannya hanya mendengar balasan Sofia. Sofia hanya mengecup Pipinya bukan Bibirnya tapi kenapa hati Nanda seperti ada Kebun Bunganya..
dalam berlari Sofia merutuki dirinya sendiri..
Dari mana dia dapat keberanian mencium Pria duluan..
"Astagah.... apa yang salah dengan sistem Otakku ini...?? apa ada yang Konslet...?? Kenapa Aku seperti tadi...??mau taruh dimana mukakku...?? " Rutuk Sofia menyembunyikan Wajahnya yang memang sudah tertutup..
Sofia berlari mengabaikan tatapan Karyawan Mahadiningrat yang gemas padanya.Setiap Kali Sofia kemari pasti keluarnya berlari terus, entah apa yang terjadi pada Sofia dan Nanda di Ruangan Kerja Atasan mereka itu..
............
Saat di Parkiran istimewa yang diberi tau Security Mahadiningrat. Sofia menekan Remotnya dan dimana suaranya Sofia segera berlari ke arah Itu dan Senyumnya mengembang Sempurna..
"Ya Tuhan.... Ini Cantik sekali.......!! " gumam Sofia memuji dengan nada pelan..
"Saya permisi Nona...!! " Tunduk Hormat Security
"Eeh.. Iya Terimakasih Pak...!! " Ucap Sofia kembali tenang..
"Sama-sama Nona....!! ' Jawab Security semangat..
............
Sofia menatap body Motor besarnya hanya satu kata terlintas dipikirannya.. "Woowww......!!"
"Hai... Bombom....!! Kenalkan Aku Sofia.. Aku adalah pemilikmu yang baru....!! " Sapa Sofia seolah mesin Itu adalah benda hidup..
Sofia merasa senang membawa Motor baru nya Kini. Sangat Ringan dibawa Kencang, Sofia bahkan tersenyum dibalik helm Barunya..
Saat di lampu merah Fio dan Barly juga ada disitu, Sedangkan Sofia dibelakang Mobil mereka...
Fio hanya menatap Tabletnya saja,, Foto-foto pelatihannya bersama Roy (Roby)
dan Sabrina (Sofia) nya..
"Sabrina....!!! kamu dimana Baby...?? " Gumam Fio Lirih..
Barly sudah biasa mendengar Itu jadi memilih pura-pura tak dengar..
Sofia yang tak sabar melajukan kendaraannya didekat pembatas lampu merah..
Barly hanya melihat sekilas Motor Keren didepannya..
"Wwoww... Itu keluaran terbaru....!! Dia pasti sangat kaya...!! " Gumam Barly kagum melihat Motor Sofia..
Siapa Sih yang tidak tau Teknologi ciptaan terbaru di dunia Ini... Secara Barly dan Fio juga demam Teknologi..
"Tuan... Lihatlah.. Motor Itu.... Keluaran terbaru yang tuan mau pesan untuk Nona Sabrina...!! " Tunjuk Barly pada Buntut Motor Sofia..
"Jangan ganggu Aku Barly... !! Kalau bukan Sabrina jangan suruh aku menoleh ataupun melirik...!! " nada tajam Fio tak peduli motor Itu..
Barly pun menutup rapat-rapat mulutnya, Dia memperhatikan lagi Sofia yang membelakangi nya..
"Dia Laki-laki atau perempuan ya...?? " batin Barly jadi penasaran..
" Asyah...... Start... tancap Gas... Go....!!" Suara Sofia dibalik Helmnya..
Barly bahkan masih serius memperhatikan postur tubuh Orang yang membawa Motor Keren itu..
Barly begitu kaget saat Mobil dibelakang mereka mengklakson Kuat..
"apa yang kau pikirkan hah...?? " tanya Fio melirik sekilas Barly yang tampak tak fokus..
"Aah.. Tidak Tuan...!! " elak Barly segera melajukan kendaraannya ke arah lain..
Kalau Sofia lurus, maka Barly harus ke kanan..
"bahkan caranya meletakkan Topi sama seperti Nona Sabrina Lakukan...!! " batin Barly terkekeh dalam hati..
Barly melihat Pinggang Sofia tadi, ada Topi yang tersangkut di Pinggang Kirinya hanya Sabrina lah yang dia tau seperti itu tapi Barly tidak ambil pusing karna dia tidak tau Pengendara tadi Pria atau wanita...
Sofia Pun tiba di Markas persembunyiannya..
Roby dan Rivo serta Anex menunggu Sofia kembali..
Amera main game di Kamarnya setelah selesai belajar.... dia belajar meretas kini... Gurunya Ya Roby...
walau tidak profesional tapi bisa lah belajar untuk sekedar tau Hacker itu apa..
Baik Roby dan Sofia masuk 10 besar Peretas terkenal di dunia.. Posisi 1 tetap sama Sang peretas Misterius..
dan Sofia tau Peretas Nomor 1 itu adalah kerabat Nanda...
"Kamu kemana aja dek...?? " Kesal Roby melihat Adiknya datang dalam raut wajah yang biasa saja, tidak datar ataupun tidak hangat..
Kalau sofia Seperti itu Artinya Sofia sedang bahagia, pasti mood nya sedang baik..
"Aku beli motor baru Kak...!! " Jawab Sofia kembali dengan wajah datarnya..
"Motor baru...?? " Beo Roby
"Kita tidak bisa pindah Nona...!!" Ucap Rivo merasa bersalah..
"Kenapa Kita tidak pindah dipulau terpencil saja di tempat Pulau milik Rivo.. ? dengan begitu Nona akan aman..!! " Cicit Anex berharap tak ada yang dengar..
"Aku tidak bisa berlari lagi dan Pulau Itu... Aku tidak mau kesana.. biarkan saja kalau kami bertemu... Aku akan melawan... Aku tidak mau Bersamanya...!! Dia tidak berhak mengaturku...!! "
Setelah mengatakan Itu Sofia berlalu dari ketiga Pria tampan itu yang terkejut dengan perkataan Sofia hanya saja Rivo dan Roby yang lebih keliatan terkejut..
"Apa semua akan baik-baik saja...? " Tanya Anex hati-hati..
Roby dan Rivo kompak terduduk lemas, tidak tau lagi mau berkata apa. walaupun Rivo tidak tau Siapa Fio tapi Rivo tau sekali Cerita pahit Sofia dari Roby sahabatnya..
😊😊😊
....
..
..