
Ke esokan Paginya Berita Kematian Berly tersebar luas di sekitar Kontrakan Berly. ada Wartawan yang juga membuat berita bunuh diri Berly..
Olivia datang ke Rumah Kontrakan Berly..
"Maaf.. Apa anda Keluarga Nyonya Ini...?? "
"Iya Pak. saya anaknya...!! " Jawab Olivia berlinang air mata..
sejak Dirinya dikabari Polisi, olivia segera mendatangi tempat Kejadian..
"Begini Nona.. ibu anda bunuh diri Karna Stress...!! "
"Tidak.. tidak mungkin Mama saya bunuh diri Pak.. mama saya pasti dibunuh... tidak mungkin Mama saya bunuh diri...!! " elak Olivia..
Olivia sangat mengenal Berly. mama nya tidak akan mau bunuh diri malah lebih Memilih membunuh..
namun Polisi menunjukkan Segala barang bukti salah satunya Rekaman Olivia sedang bermain dengan Pria Tua. olivia terduduk lemas, air mata nya mengalir deras..
"Mama.....?? apa mama Bunuh diri Karna Vidio ini...?? siapa yang berani menunjukkan Vidio ini...?? akan aku bunuh dia... !!" Mata Olivia berapi-api..
Berly memang tidak tau pekerjaan Olivia, entah sejak Kapan Olivia menjual dirinya. padahal Berly selalu memenuhi kebutuhan Olivia..
"Dek Kamu yang melakukannya...?? " tanya Roby memicingkan mata menatap sang adik yang terlihat santai mengunyah permen karet.
"Pikir aja sendiri...!! " enggan Menjawab,, sofia berlalu meninggalkan Markasnya..
"Apa Kak Sofia membunuh wanita itu...?? " tanya amera menunjuk Foto wanita yang ada diberita..
"Hem... Kamu tau semacam balas dendam Mera...?? " tanya Rivo membujuk..
Amera mengangguk,, "Seharusnya Kak Sofia menyuruhku saja.. setidaknya aku sedikit berguna bagi kalian..!! "
Rivo dan Roby tercengang mendengar perkataan Amera..
"Amera.. Jaga Bicaramu.. !!" Ancam Anex serius..
"Nex.. adikmu pernah membunuh seseorang...? " tanya Roby serius..
Anex menghela nafas Panjang, dia menceritakan pertama kalinya Amera membunuh seseorang. Pria Tua itu hendak melecehkan Amera dan masih berusia segitu Amera Bisa dengan mudah membunuh Pria itu..
"Astagah....!! " kompak Roby dan rivo beralih ke Amera..
"dia malah senang Membunuh Pria Itu.. kata nya teman baru nya juga di gituin, Aku juga tidak tau cerita panjangnya..!! " Tutur Anex merasa pusing mengingat hari itu..
Amera malah menonton TV dengan serius wajah Polos dan lugu itu siapa yang bakal percaya pernah membunuh orang..
Sofia menatap Gedung Mahadiningrat diatas motornya Kini..
"Kenapa Aku malah kemari...?? " tanya Sofia heran sendiri..
Sofia Pun menjalankan motornya..
Sofia Tiba di Rumah sakit tempat olivia menunggu hasil Otopsi Berly..
"Kesempatan bagus...!! " batin Sofia menyeringai..
...
Sofia memakai Topeng Wajah, Jika Sofia memakai Itu Maka Wajahnya akan terlihat seperti wanita lain...
"Aah....!! "
"Apa kau tidak Punya mata Hah...?? " bentak Olivia..
"Maaf....!!! aku buru-buru....!! " sofia yang sedang menyamar segera mengambil tas mahal Olivia dan merampas Alat penyadapnya..
"dasar tidak berguna...!! Jangan sentuh tas Ku....!! " maki Olivia merampas Tas Itu dari tangan Sofia..
Setelah mendapatkan apa yang Sofia mau segera Sofia pergi dari Olivia seperti terburu-buru..
"Wanita tidak berguna.. kenapa banyak wanita ceroboh juga tidak berguna di Negara ini...??? " Gerutu Olivia memang tak mengenali Sofia..
Sofia mulai berjalan Normal meninggalkan Rumah sakit Itu..
"Tidak akan Ada yang tau... aku adalah pembunuh berpengalaman.. Tidak akan ada yang tau Aku .. membusuk lah di Neraka bibik... !!" Batin Sofia dengan senyum tipisnya..
Sofia jalan-jalan dengan penampilan nya yang berbeda jauh dengan Wajah asli Sofia, biasa nya Sofia langsung membuka Topeng wajahnya dengan alasan wajah Sofia panas memakai Topeng wajah terlalu lama..
"Aaah.. aku suka hidup bebas... tanpa harus menyamar....!! " Gumam Sofia memutar tubuhnya,,
Namun senyum lebarnya memudar mencium aroma yang selalu dia hindari..
"Aroma itu lagi...?? " batin Sofia mengedarkan pandangannya melihat situasi..
Mata nya terhenti pada sosok Pria yang sedang duduk dibawah Pohon dan ada pria didepannya sedang menunduk seperti melakukan kesalahan..
Sofia membekap mulutnya sendiri, dia mengenal Pria yang menunduk Itu..
"Astagah... mereka sudah ada di Negara ini.. ? tapi bagaimana bisa...?? Sial.....!!" batin Sofia segera berbalik hendak meninggalkan tempat itu..
"tunggu.. dia pasti tidak mengenaliku...!! Kenapa aku harus lari...?? " Gumam Sofia pelan..
"Diam... ada yang datang...!! " perintah Pria yang sedang duduk..
"Paman.. bisa tolong Fotokan Saya...!! " izin Sofia dengan polosnya meminta bantuan Pria yang sedang berdiri..
"memang dia... sialan....!! " maki Sofia dalam hati bisa melihat dekat Wajah Pria yang dia benci...
dengan segala penyamaran Sofia, kedua Pria Itu memang tidak mengenali Sofia..
"Wajahku sudah panas...!! " batin Sofia memekik..
"Terimakasih Paman....!! " ucap Sofia menunduk Polos pada pria yang memotretnya.
"Apa semua wanita indonesia seperti itu..? " tanya Pria yang sedang duduk..
Mereka sangat fasih berbahasa indonesia..
"Iya Tuan.....!! Perempuan Indonesia gila sosmed...!! " Jawab Pria yang sedang berdiri..
"Cari Sabrina ku dengan benar.....!! aku sangat merindukannya... !"
"Baik tuan..! "
'Cukup sudah bermain-mainnya sabrina...!! kamu harus kembali padaku...!! "
"Ayo Kita ke Hotel...!! Aku sudah lelah...!"
Kedua Pria Itu pergi dari Taman Itu..
Sofia Tiba dimarkasnya, sesampainya di Kamarnya Sofia melepas topeng wajahnya dan Keringat bercucuran diwajah cantik Sofia..
Sofia menatap penampilan dirinya sendiri didepan Cermin..
"Dek....!! " panggil Roby serius..
"Nona...?? Apa terjadi sesuatu...? " tanya Rivo tak kalah serius..
"Kalian menyembunyikan sesuatu dariku...?? " tanya Sofia serius..
"......."
"Pria Itu ada diNegara Ini...!! "
Perkataan Sofia membuat Roby dan Rivo sempat terkejut..
Sofia tertawa hambar,, "Kalian sudah tau Rupanya...!! " Sinis Sofia..
"Maafkan Kami dek... kakak hanya mau kamu hidup tenang...!" ucap Roby membela diri..
"apa harus seperti ini...? " Tanya Sofia lagi..
"Maafkan saya Nona...!! " ucap Rivo juga merasa bersalah..
"Aku sudah Curiga.. akhir-akhir ini kalian sangat malas keluar Rumah... tapi aku tidak menyangka Kalian menyembunyikan hal Sebesar ini dariku...!! "
Amera dan Anex hanya menatap Diam Sofia, roby dan Rivo. mereka tidak tau masalahnya.. hanya mendengar tapi tidak tau permasalahannya..
"Sudahlah... Aku Mau istirahat...!! " usir Sofia merebahkan diri di kasurnya..
Roby dan Rivo pun keluar dengan pasrah.. Kalau Sofia sudah tau.. berarti Sofia sudah bertemu dengan Fio..
"Sabrina... sabrina... Sabrina... aku mencintaimu.. aku sangat mencintaimu... sabriiinnaaaaaa......!!! "
"Aaaahhhhkkk.....!! " sofia terbangun dari Mimpi Buruknya..
Roby menggedor-gedor Kamar Sofia dan Sofia enggan memperpanjang pembicaraan hanya bisa berbohong..
"Kamu yakin dek...?? " tanya Roby dibalik Pintu kamar Sofia.
"Iya Kak.. Siapkan aku makanan.. aku lapar...!! " Alih Sofia..
Roby pun pergi menyiapkan makan Sore Untuk Sofia Karna hal tadi Sofia tidak ingat makan siang..
Mood nya anjlok tiba-tiba saat bertemu Pria yang memiliki bau Khas Kalajengking, ditambah memang bertemu dengan wajah yang selalu dia hindari...
Sofia melirik Topeng wajah nya tadi...
"Aku menggunakan topeng itu bertemu dengannya hari ini?? Untuk kedepannya haruskah aku pakai Itu lagi?? "
ketenangan Sofia Buyar seketika saat Pria Yang dia hindari ada di negara ini juga..
"Psikopat Gila...!! " umpat Sofia dengan geram...
Sofia memejamkan matanya, terlintas dipikirannya wajah datar Nanda yang mengabaikannya kalau diajak bicara oleh Sofia, Sikap biasanya melihat Sofia memakai Jubah Mandi.. tanpa sadar Sofia tersenyum tipis..
😊😊😊
..
..
..