Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
lepas lagi



sampai Matahari sudah terbit pun tidak ada dari mereka semua yang tertidur walau sedetik, semua sibuk dengan pikiran dan masalah masing-masing...


Paginya Sofia bersiap-siap ke tempat Nanda, dia akan membuktikan sesuatu...


"Kakak mau kemana....?? " tanya Amera polos..


"Oh.... Kakak ada urusan... !!" Jawab Sofia singkat menepuk Puncak kepala Amera..


"Dek....?? Kamu enggak sarapan dulu....?? " tawar Roby..


"enggak Kak... aku keluar ya....!! Byee....!! " Sofia berlari kecil keluar dari Rumah sederhana itu.


"Ada apa dengan Nona....?? Apa urusan penting sepagi ini ya..? " Gumam Anex pelan..


Roby menoleh ke Anex,, "Aku juga nggak tau....!! kemana Rivo.....?? " Alih Roby..


"Aah.. Beli Air mineral ... Air minum kita sudah habis....!! " Jawab Anex berjalan ke arah meja makan dan mengusap kepala Amera lalu duduk disamping Amera...


"Ya sudah Kita sarapan bertiga aja....!! " Putus Roby..


 


Saat di lampu Merah.. Sofia berdiri santai diatas Motornya, dia tidak tau disampingnya ada Mobil Barly yang sedang menatapnya..


"Apa kau tertarik padanya.....?? " Tanya Fio dingin..


"Saya tidak tau apa Firasat saya benar atau tidak.. Orang ini seperti Nona Sabrina.. caranya meletakkan Topi seperti Nona Sabrina..!! " Jawab Barly pelan. .


Fio melirik sekilas motor disampingnya dan melihat penampilan pengendara motor itu dengan tenang...


"Apa Kau sudah cari tau plat motor ini milik


siapa...?? " tanya Fio juga merasa tertarik melihat Penampilan Sofia..


"Sudah Tuan... tidak ada Apa-apa. .. nomor Plat itu tidak bisa ditembus oleh Mike...!! " jawab Barly jujur..


"Kau sudah mencurigakan pengendara Motor Ini...?? tapi tidak beritau aku...??? " sindir Fio..


Barly hanya diam tak bisa menjawab..


Fio membuka kaca Mobilnya, Sofia yang memiliki indra penciuman yang tajam walau memakai masker bisa merasakan Bau Kalajengking..


"Kenapa Tiba-tiba ada bau kalajengking...?? " gumam Sofia pelan..


perlahan Sofia menoleh Situasi dan membelalak sempurna melihat Fio ada disampingnya..


"buka kaca Helm mu....!! " Perintah Tegas Fio..


Sofia tak bergeming...


"kau Tuli....?? buka kaca Helm mu atau aku paksa....!! " tegas Fio lagi..


Sofia melihat situasi ternyata banyak orang yang berhenti di lampu merah melihat mereka, lebih tepatnya memuji Fio...


"sial... Kenapa lampu Hijaunya lama sekali...!! " gerutu Sofia dalam hati..


Sofia pun melihat Barly yang juga membuka Kaca Mobilnya..


Fio yang makin curiga melepas seatbeltnya dan Keluar dari Mobilnya, Sofia berusaha setenang mungkin walau Jantungnya berpacu cepat..


"Tuhan Tolong aku....!! " batin Sofia enggan terlibat dengan Pria ini lagi..


Pengawal Utusan Nanda yang bertugas melindungi Sofia segera mendekati Motor Sofia, berjaga-jaga kalau terjadi sesuatu mereka akan bertindak....


Fio membuka Kaca Helm Sofia dengan tatapan tajamnya..


Sofia memakai masker dan memejamkan matanya..


"Buka Matamu...!! " tegasnya Fio lagi..


Sofia perlahan membuka matanya, Dia tidak bisa lagi menghindar. namun matanya tertuju di lampu merah yang tinggal 2 detik lagi..


Sofia menoleh ke Fio. Fio melebarkan matanya..


"Sabrina....!! " Fio sangat mengenal apapun yang bersangkutan dengan Sabrinanya, bahkan memakai masker saat menjalankan misi pun Fio mengenal mata Sabrina nya..


Fio hendak menahan Sofia. Sofia dengan cepat menendang perut Fio dan tancap Gas dari situ..


"Sial... Kejar Dia....!! " teriak Fio segera masuk ke Mobilnya walau harus menahan sakit diperut dan punggungnya ditendang dan mengenai mobilnya sendiri..


tidak masalah dirinya Skaratul maut pun Fio akan mengejar Sofia bagaimana pun caranya, Barly dengan cepat melajukan Mobilnya dengan kecepatan tinggi...


"dia Sabrina.. Cepat Kejar bagaimanapun caranya...!! " Teriak Fio tidak sabaran..


Fio mengusap perutnya, ia tau tendangan kuat yang dirasakannya hanya milik Sabrina Nya..


"Kejar... Jangan pedulikan lampu merah sialan Itu...!! " Teriak Fio lagi..


dan Barly pun melanggar lampu merah namun karna banyaknya Mobil baru lepas lampu merah, banyak Mobil yang ngerem mendadak. Mereka semua mengklakson habis-habisan Mobil Fio..


"Sialaaan.....!! " Maki Fio memukul keras tempat duduknya Kini..


Barly tau bagaimana gilanya Fio mencari sosok Sabrina, Jadi saat disuruh menerobos lampu merah


Barly tidak ragu melakukannya sebab Dia memiliki Atasan yang gila.. Dia juga harus gila..


"Cepat urus mereka... kalau bertingkah bunuh saja...!! " Geram Fio..


"disini jalan lintas tuan.. Tidak bisa asal bunuh orang saja.. bahkan Mafia di Negara ini pun bunuh secara sembunyi-sembunyi.. tidak didepan banyak orang begini...!! " Ujar Barly masih tenang..


Fio menggeram Emosi, Saat Gadis yang dia cari-cari selama 4 tahun ini dia temukan. Kenapa harus lepas lagi hanya karna lampu merah sialan ini..


Barly tak mendengar Respon Fio dia pun keluar dari Mobil itu dan mengatasi semuanya dengan lihai dan cepat Sudah hal biasa baginya urusan seperti ini...


"Apa perlu kita melapor ke Tuan Kecil...? " tanya bawahan Nanda..


"harus melapor...!! " jawab Temannya..


"lampu merah ini menyelamatkan Nona...!! " lega pengawal itu mengusap dadanya..


"Kenapa Kau mengusap dadamu..?? "


"Aku takut nona ditabrak Mobil yang baru lepas lampu merah...!! "


"Iya Juga.. Nona sangat lihai mengelak dan menghindar...!!"


Sofia melajukan kecepatan motornya ke Apartemen Nanda..


"Sekarang Motor ini akan jadi buronannya...!! " Gumam Sofia pelan..


dia tidak menyangka disampingnya ada Pria itu, bau Kalajengking di tubuh Pria Itu meruak saat Fio membuka Kaca Mobilnya..


Nanda yang sedang Sarapan mendapat Kabar dari bawahannya yang langsung memukul meja nya Kini, bahkan tangannya Nanda terluka saking kuatnya memukul meja yang terbuat dari bahan berkualitas tinggi.. Tidak mudah di pecahkan..


"Apa Sofia terluka...?? " Tanya Nanda dengan geramnya..


"tidak Tuan... Nona Muda lepas dari Pria itu... Sepertinya Nona mau ke tempat Tuan kecil..! "


"Kerja bagus.. !!" Setelah mengatakan itu Nanda mematikan panggilannya...


Nanda berusaha meredam Amarahnya kini, Dia benar-benar benci saat Sofia dikejar-kejar seperti buronan saja. Nanda akan membunuh Siapapun yang melukai Sofia walau segores saja..


Sofia yang sudah tiba di Gerbang Apartemen Nanda, Para security segera membuka Gerbang saat Motor Sofia masuk. Mereka menandai Plat itu. Motor Milik Kekasih Tuan Ananda Mahadiningrat..


"Aku ingin memeluknya...!! " Gumam Sofia lagi..


Entah kenapa rasa takutnya tadi Sofia mengingat Nanda, Jadi saat seperti ini Sofia berlari ke Nanda bukan pada Kakak ataupun rekannya. Sofia lebih nyaman ke Nanda.. Sebab Kekasihnya Itu memberikan rasa aman dan tenang padanya.. Sofia selalu bisa melupakan apapun masalahnya kalau bersama Nanda..


Sofia berlari memasuki Lift. saat Keluar Lift pun segera berlari ke Apartemen Nanda..


.....


Sofia malah bertemu Nanda didepan Apartemennya


seperti sedang menunggunya..


"Sayang....!! "


panggilan Itu membuat Sofia segera berlari menghambur memeluk Nanda. Sofia tidak sanggup bercerita tapi Nanda tau apa masalah Sofia..


"Bagaimana Kamu tau aku akan datang...?? " Tanya Sofia pelan..


"Aku tau apapun tentangmu sayang...Ayo masuk...!! " Nanda dengan tenangnya membimbing Sofia masuk ke Apartemennya...


Sofia mungkin Orang yang tertutup tapi dia tidak bisa membohongi diri sendiri saat dia butuh Nanda..


"Kenapa tanganmu...?? " tanya Sofia memegang tangan Kanan Nanda melihat punggung tangannya terluka..


Kulit Nanda putih bersih jadi terlihat jelas luka itu...


"Aku memukul tembok tadi...!! " jawab Nanda melebih-lebih kan..


.


.


.