Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
teror tak jelas



1 Minggu kemudian...


Sudah berhari-hari Nanda dan Bodyguardnya mencari Keberadaan Rose..


"Ampuni Saya Tuan Kecil... Wanita Ini sangat Licik dan Pintar.. Dia tau mengelak CCTV.. Saya Tidak Bisa menemukannya lebih cepat...!! " Lirih Rindu bersimpuh..


Nanda bangkit dari Kursi Kebesarannya, Kali Ini Nanda Sudah kembali bekerja..


Sofia tetap di Rumah Mahadiningrat, Kania dan Mia menjaga Sofia Untuk tidak keluar Rumah...


"sudahlah Paman.. mungkin Nanda terlalu menyepelekannya, Nanda akan bekerja sama dengan Papi... Siapa tau Papi tau Jalan keluarnya...!! " Nanda membantu Rindu berdiri dan tersenyum puas dengan hasil Kerja Rindu yang tidak ada mengeluh mengerjakan Perintahnya..


"Paman lanjutkan saja tapi jangan terlalu memaksakan diri ya....!! "


Rindu tersenyum getir. untuk pertama Kalinya dia tidak puas dengan hasil kerjanya sendiri..


"Saya akan temukan Wanita Itu Tuan Kecil.. kalau Tidak saya Tidak tau bagaimana Cara menghadapi Tuan Kecil...!! " Batin Rindu


Nanda Pun keluar dari Ruangannya bersama Rindu..


"Paman.. apa Papi ada di Ruangannya...?? " tanya Nanda pada Vano Orang kepercayaan Papinya yang baru keluar dari Ruangan Papinya...


"Ada Tuan Kecil... Silahkan masuk....!! " Vano mempersilahkan Nanda masuk..


"Vano... Ka.....?? Nanda....?? Apa yang kamu lakukan My Son....?? "


Dika mengira yang masuk adalah Vano tapi malah Anaknya.. tentu dia kaget.. tak biasanya Nanda masuk keruangan kerjanya..


"Ada yang mau Nanda bicarakan....!! " Jawab Nanda dengan cengirannya..


Dika terkekeh.. kenapa anaknya malu meminta bantuannya.. Kalau Nanda tak bisa mengatasinya sudah dipastikan oleh Dika kalau Itu masalah sulit karna tidak bisa diatasi Oleh anaknya yang jenius dan tau jalan keluar masalah apapun...


"Ada masalah apa...?? Papi akan bantu... Katakan apa Yang kamu butuhkan....!! " Dika dengan kerennya berdiri mendekati Nanda yang berjalan ke arah Sofa...


"Ayo Paman Rindu... Ikuti Kami....!! " Tegur Nanda..


Rindu dengan sigap mengikuti Nanda, Dia duduk di samping Nanda.. Rindu sudah biasa bersama Keluarga Mahadiningrat jadi harus bersikap apa adanya sebab Tuannya tak pernah membedakan Kasta..


Nanda menceritakan Serangan dadakan yang dimaksudkan Untuk menyakiti Sofia sampai kejadian Rem Mobilnya di Sabotase oleh Musuhnya..


Dika yang mendengar Itu semua hanya menatap tajam Putra nya Itu bisa-bisanya masalah Besar seperti itu tak diberi tau padanya..


"Nanda Udah coba ngatasin Semuanya sendiri. nyatanya Nanda terlalu menyepelekan Wanita Ini.. Dia sangat ahli sembunyi ... Dia tau sedang ber urusan dengan siapa....!! Itu sebabnya dia main Kucing-kucingan dengan Kami Pi....!! " Jelas Nanda Tak tersinggung tatapan tajam Papinya itu..


"Apa Mamimu tau masalah Ini...?? " Tanya Dika serius..


"Tau....!! " Jawab Nanda santai..


"Apaaa.....??? " Pekik Dika tak percaya..


"Ssst... Papi berisik... lagian Nanda yang minta Mami jangan beritau Papi.. Papi udah ambil semua Kerjaan Nanda yang libur selama 1 Bulan... !!"


Dika pun menghela nafas Panjang..


hening beberapa saat...


"hanya ada satu cara supaya mangsamu Keluar dari Persembunyiannya...!! "


"bagaimana Caranya Pi....?? " Tanya Nanda mendekat..


Jujur Saja Nanda bukannya menyerah mencari buronannya, hanya saja Nanda ingin cepat menangkap pelaku mana sanggup Nanda dengan rengekan Sofia yang minta Keluar, apalagi Sofia merasa di kurung dalam sangkar emas itu mengingatkannya pada Xefio..


Nanda tidak mau Sofia kabur dan terjadi sesuatu dengan Sofia apalagi Sofia sedang mengandung Anaknya lebih baik cepat mengatasi tikus tak penting itu..


" .....................!!!"


"Apa. ......?? Nanda nggak terima....!! " Pekik Nanda tak suka rencana Dika.


bahkan Rindu pun meloncat Kaget saat Nanda dengan kuatnya Menolak ide Dika..


"terserah Kau saja Son....!! Papi hanya memberi ide.. kalau tidak mau melibatkan Sofia... cari saja sendiri...!!


lawanmu ini sepertinya bukan Orang hebat berperang tapi hebat dalam Trik menggunakan Trik memang harus Licik, Kamu cari saja Dia sampai Abad ke enam.. Jangan Salahkan Papi tidak bisa membantumu...!! "


"Papi sudah memberi Mu Ide tapi Kamu menolaknya ... !! Cari cara lain tidak akan cepat.. Karna yang diincar adalah Sofia, Istrimu Bukan Dirimu....!! "


Nanda mendudukkan Bok*ngnya dengan malas, apa yang Papinya Katakan memang tak bisa di elakkan kalau mau cepat harus melibatkan Sofia..


"Nanda berusaha Untuk tidak melibatkan Sofia. Kenapa Sofia harus terlibat...??, Nanda bisa gila kalau terjadi sesuatu dengan Sofia Pi....!! " Kesal Nanda Frustasi..


Nanda menghela nafas lagi,, "Artinya Nanda sama saja melibatkan anak kami Pi.. Nanda harus berpikir 2 kali menjalankan ide Papi..!! "


"Apa kamu lupa siapa Sofia....?? " tanya Dika menyeringai miring..


Seolah mengejek Nanda yang mengkhawatirkan hal yang tak patut dikhawatirkan, Dika tau bagaimana Pintarnya Sofia apalagi Sofia Gadis Mafia pernah di juluki Ratu Sabrina...


"Tetap Saja Pi.. ini masalah bahaya antara hidup dan mati Anak Nanda.. Sofia mungkin tidak keberatan tapi Nanda yang berat memperalatnya demi Tikus tak penting itu....!! "


"Terserah Kau Saja Son... Papi hanya memberi saran....!! " Kesal Dika


.


.


.


"GranMa Sofia mau ke Taman GranMa...!! " Rengek Sofia memelas..


Kania dan Mia saling pandang takutnya ada yang membidik Sofia Nantinya Kalau keluar dari Rumah ini sekarang..


"GranMaa.... Mamii.....!! " Rengek Sofia Bak anak Kecil..


"emangnya mau apa sayang...?? " tanya Mia serius..


"Sofia mau lihat Bunga-bunga Granma yang mekar.!! " Antusias Sofia dengan senangnya..


Mia menggaruk Keningnya yang tak gatal, Kania Juga tampak ragu-ragu..


"Pokoknya Sofia mau keluar Titik....!! " putus Sofia berlari keluar dari Rumah Besar Mahadiningrat Ini..


Para Pelayan Mahadiningrat berlarian mengekori Sofia bukannya menghalangi Sofia sebab takut dengan Sofia...


Sofia Kalau marah lebih menakutkan dari pada Nanda..


Kania dan Mia tentu berhamburan mengejar Sofia..


"Sayang... Jangan Lari... Nanti terjadi sesuatu dengan Anak mu.. sayang.... Sofia....!! " Pekik Mia berusaha membujuk...


"Sofia.. Kita bisa berjalan baik-baik.. berhentilah. jangan lari... Kalau jatuh bagaimana...?? Kamu tega GranMa dan Mami di hukum oleh suamimu... !!" Teriak Kania Juga..


Sofia tiba-tiba menghentikan langkah Kakinya..


"iya Sofia bakal jalan Tidak akan lari....!! "


Kania dan Mia tidak tau mau Lega atau senang karna Sofia mendengarkan mereka, mereka lebih memilih mengekori Sofia sambil celingak-celinguk melihat Situasi aman atau tidak..


"Waah...taman Bunga GranMa indah sekali....!!" riang Sofia melompat-lompat girang..


"Lala.. ambilkan mawar biru satu tangkai saja.. Aku mau bawa Ke Kamar....!! " Pinta Sofia Semangat ke Pelayan Mahadiningrat..


"Baik Nona...!! " dengan Sigap Lala menjalankan tugasnya mencari sekiranya aman mengambil bunga itu..


"Hati-hati terkena durinya Lala....!! " peringatan Sofia entah mengapa takut dengan duri..


"buang durinya Lala...!! " Pinta Mia..


"Baik Nyonya. "


pelayan lainnya membantu Lala membersihkan duri Mawar Biru Itu. Nanda pernah beritau Sofia tidak suka Mawar berduri lebih Suka mawar tanpa duri.. Itu sebabnya Mia tau dan memerintahkan Lala membuang durinya..


Dor.. dor.. dor... dor....


Suara tembakan mengenai dinding pagar Mahadiningrat yang tingginya 8 Meter ..


"berlindung cepat..!! " perintah Sofia..


"Cepat masuk....!! " teriak Kania..


"biadab... pengecut... beraninya hanya main ngintai. " Teriak Sofia menggema..


sementara pelayan Mahadiningrat lari terbirit-birit memasuki Rumah Mahadiningrat, Kania dan Mia kompak menarik Sofia yang berteriak memaki Peneror tak jelas itu...


.


.


.