
.
.
"GranMa.. Sofia mau keluar.. Itu cuma Peneror pengecut Mi.. Sofia bakal hadapin Mereka....!! " Rengek Sofia.
Mia dan Kania yang berada dipintu menggeleng-geleng Kompak..
Para Pelayan Mahadiningrat hanya bisa berada disisi Kania dan Mia sambil menunduk. mereka takut melihat mata Sofia kalau Marah..
"Jangan Keluar Sayang...Mami tau Kamu tangguh.. tapi mereka main Senjata api...Jangan gegabah Sayang... Mami tidak mau kamu dalam bahaya...!! " ujar Mia dengan tegasnya..
"tapi Sofia mau main-main sama Mereka Mi..!! " Rengek Sofia lagi menghentak-hentakin Kakinya Tak terima di Kurung..
"main nya di dalam aja Sayang.. !!" Bujuk Kania juga..
sungguh Jantung mereka berdegup kencang Saat ini bukan takut mati hanya saja takut dengan Sofia yang nekad mendatangi Penembak dari jarak jauh itu..
lama kelamaan Suara tembakan itu hilang bagai tak terjadi apa-apa sebelumnya..
"Kan mereka pergi....!! " ancang -ancang Sofia mau menangis..
"Nona Kecil....!! " Lala segera memberikan setangkai mawar Biru yang sudah bersih Durinya..
Sofia yang tadinya mau menangis tersenyum cerah..
"Mawar Biru Ku....!! Hehehe... " Cekikikan Sofia berbalik arah menuju Kamarnya..
"Hati-hati menaiki tangganya Sayang...!! " teriak Mia..
Sofia pun mengangguk mengerti sambil mengendus-ngendus wangi Bunga mawarnya..
Semua yang berjaga di pintu tadi terduduk lemas, mereka yang normal harus mengalah demi Si Wanita hamil..
sementara di luar Rumah Mahadiningrat Nanda keluar dari Mobilnya menatap dingin peneror tembakan di Rumah GranMa dan GranFa nya, Nanda dapat kabar dari Security nya sejak tadi melihat ada Orang berpakaian Serba hitam melihat-lihat Rumah Mahadiningrat..
"Kita apa kan Tuan Kecil...?? " tanya Anak Buah Rindu yang sedang menahan 3 Peneror itu..
"bawa dia Ke hutan... kurung disana.. Sekalian bawa Anak dan istri atau Ibu mereka... Beraninya kalian mencari masalah dengan Ku...?? Apa kalian Bodoh...?? atau sudah bosan hidup...?? berapa Wanita menjijikkan Itu membayar kalian Hah....??? " maki Nanda menggema dengan Geramnya..
"Am.. Ampuni Kami Tuan... Kami dibayar 1 Milyar.. tak disangka kami hanya disuruh menembak saja bukan membunuh.. ampuni saya Tuan...! jangan sakiti keluarga kami... ! "
"Kau membuat lecet dinding Rumah GranFa Ku.. Kalian tebus dengan harga yang setimpal dan harus kalian terima..!! " sinis Nanda dengan sangarnya..
Nanda tak mendengarkan Jeritan Para Penembak Itu apapun alasannya mereka berani meneror Keluarganya, Nanda tidak bisa mentoleransi Itu..
"Ayo om Kita Masuk...!! " Perintah Nanda pada bawahan Rindu..
sementara Rindu dan yang lainnya mengkawal 3 peneror Itu, tugas Rindu mencari Keluarga Orang-orang itu..
Mobil Nanda berputar arah memasuki Gerbang Mahadiningrat..
"Berhenti Om...!! " Perintah Nanda..
Security Mahadiningrat mendekati Nanda yang membuka kaca Mobilnya..
"ini tips untuk Bapak.. lain kali lapor pada Saya kalau hal seperti tadi terjadi lagi...!! " Nanda memberikan sebuah amplop Putih lumayan tebal untuk security GranFa nya..
"Tapi.. Tuan.. Kecil.. Kami hanya menjalankan tugas. "
"ambil saja...anggap saja uang lembur.. laporan Kalian sangat penting...!! " titah Nanda lagi..
dengan ragu-ragu 2 security menerima uang itu sebenarnya Gaji mereka besar tapi kalau diberi Uang tentu mereka tidak menolak walau sedikit segan menerimanya..
"terimakasih banyak Tuan Kecil....!! " ucap 2 Security itu menunduk hormat..
"Jalan Om....!! "
Nanda dan Kiran suka memanggil bawahan Rindu dengan Sebutan Om terkadang sesuka hati saja..
.
.
Sofia sedang menyiram Setangkai mawar Birunya dengan senang..
..
.
"Mami....?? " Sapa Nanda tersenyum cerah..
"Kamu tau sayang.. Kita tadi diteror...!! " celingak-celinguk Mia gelagapan..
"Udah Nanda atasi Mi...!! Ayo Kita masuk...!! "
"Benarkah...?? Udah diatasi...?? " tanya Kania Serius..
"Iya GranMa...!! " Gemas Nanda ..
Mia dan kania pun lega mendengarnya..
"Sofia emang suka berubah-ubah gitu Mi... GranMa.. Nanda Mohon.. Jaga terus Sofia.. Sebenarnya Nanda tidak mau mengurungnya..tapi Nanda juga belum mendapatkan pelakunya...!! dia sangat pandai main kucing-kucingan Mi.. nanda hanya takut Sofia Kenapa-napa Granma..!! "
"tenang saja Sayang kami akan jaga Sofia.. Kamu Fokus mencari pelakunya...!! '
"Iya Sayang... begitu juga makannya.. Mami akan Atur dengan baik... Aaah... iyaaa... Mami bakal siapin Salad buah untuk Sofia...!! Cucu Ketiga Mami harus Sehat. " Pekik Mia segera berlari ke dapur..
"Sampai jumpa makan malam Sayangkuh ...!! " Kania mengusap Rahang Nanda menyusul Mia..
Nanda hanya menggeleng kepala melihat Kelakuan 2 wanita yang dia Cintai..
"Pasti bakal lengkap kalau ada Kakak...!! " gumam Nanda pelan melangkahkan Kaki ke Kamarnya..
Nanda masuk ke Kamarnya melihat Sofia sedang memilah-milah baju Nanda dari Ruang ganti sebab Nanda melihat baju-bajunya beterbangan keluar dari ruang Gantinya..
siapa lagi pelakunya kalau bukan si pujaan hati tercintanya...
"Apa yang dia lakukan...?? " batin Nanda..
Nanda melirik sekilas Mawar Biru di Vas Bunga meja Sofanya dan tersenyum..
Nanda berjalan pelan memasuki Ruang gantinya tampak Sofia sedang mengendus-ngendus Baju Nanda dan melemparnya keluar tanpa menoleh beruntung Nanda cepat menghindar..
"Kenapa bajunya bau semua...?? kayaknya aku dulu suka baunya.. sekarang malah buat aku mual.. !!" gerutu Sofia mengobrak-ngabrik baju Nanda...
"Aaakhhh....!! " Sofia memekik saat ada lengan besar yang melingkar di Pinggangnya..
"kamu Kaget Sayang...!! " Kekeh Nanda..
"Aku Kira Ular." hardik Sofia..
"Ular...?? emang tangan aku ada sisiknya...?? " tanya Nanda terkekeh..
"Kan melilit kayak Ular gitu.. lagian aku nggak bawa pistol.. Pistolnya aku letakkan dilaci...!! "
Nanda tergelak mendengar nya..
"Apa yang Kamu lakukan sayang...?? " tanya Nanda gemas mengalihkan pembicaraan..
"Aku buang Baju mu yang Bau....!! " Jawab Sofia kembali berkutat dengan Kesenangannya..
Nanda gemas sendiri melihat Sofia mengendus-ngendus Bajunya dan membuangnya sambil mengomel-ngomel tak jelas..
"Kenapa Tubuhmu...?? " tanya Sofia tiba-tiba dengan hidungnya yang kembang kempes mencium aroma baju Nanda.
"Hei... Anj*ng Cantikkku... apalagi Hem....?? " gemas Nanda mengecup sayang puncak Kepala Sofia..
sementara Sofia mengendus-ngendus tubuh Nanda bak mencari sesuatu di tubuh Nanda..
"mandi Sana...!! " Usir Sofia mendorong dada Bidang Nanda..
Nanda termundur beberapa langkah sambil tertawa terbahak-bahak..
"Aku udah bilang jangan pakai Parfum itu...bau.... !!" Kesal Sofia menutup hidungnya sendiri..
"Iya sayang... aku mandi Ya....!! siapkan aku Baju yang aku pakai setelah mandi ya sayang...!! "
Nanda mendekati Sofia tapi Si empunya malah membuang muka kesamping dengan Hidungnya yang masih tertutup..
Nanda tak mau buat Sofia muntah karna Kasihan melihat Istrinya yang pucat saat mual-mual..
"Siapin ya...!! " Senyum manis Nanda..
Sofia mengangguk-ngangguk..
Nanda segera berlari ke luar dari Ruang gantinya dan masuk kamar mandi, Sofia pun bisa mengambil nafas sebanyak-banyaknya..
"Bau Sekali...!! " Umpat Sofia pelan..
dengan cepat Sofia merapikan Baju-baju baru Nanda dan membuang Baju lama Nanda ke dalam Koper besar..
"Besok suruh kasih sama Orang nggak mampu aja...!! dari pada aku mual mempertahankan baju bau itu. "
Pintu di Ketuk Sofia segera berlari kecil ke arah Pintu Kamarnya..
"Mami...?? " nyengir Sofia..
"Ini Salad buahnya dimakan Ya...!! " Pinta Mia mengusap Kepala Sofia dengan lembutnya..
Sofia tiba-tiba berubah manja dan memeluk Mia, Mia hanya mampu mengulum senyum bibirnya Karna memang Sofia suka berubah-ubah karna bawaan bayi nya..
"makasih Mi. " Ucap manja Sofia..
"Iya sayang.. kalau butuh apa-apa hubungin Mami ya..!! pakai telfon Rumah. "
sofia terkekeh dan mengangguk-ngangguk mengerti..
.