
"Kamu marah....? " Tanya Dika..
"Papi... Apa ini benar... ?" Tanya Balik Nanda meremas kertas Identitas Sofia..
"Seperti yang kamu Lihat... !!" seru Dika memasukkan Kedua tangannya ke Kantong celananya..
melihat tatapan Papinya yang serius mata Nanda merah seketika. giginya gemeretak Geram,, seperti mau mengamuk..
Dika hanya mengamati anak bungsunya Itu,, "Kamu benar-benar jatuh cinta padanya..!! "
"Jadi Ini alasan Dia sangat membenci Olivia...!! " Senyum misterius Nanda..
bukannya menjawab menurut nanda tak perlu dijelaskan lagi dia memang jatuh cinta pada Sofia..
"Jangan bertindak gegabah Son.... bisa bahaya Kalau Mami mu tau....!!" Peringatan Serius Dika..
"Baiklah Pi... Kapan Nanda akan bekerja... ??" tanya Nanda serius..
Nanda juga punya rencana tersendiri.. Dia tau Kekasih hatinya akan dalam bahaya untuk kedepannya. Nanda tidak mau sofia berjuang sendiri. Dia akan berjuang membalaskan dendam Sofia..
Ditambah Dia tau dari Papinya. Kalau Sofia buronan Para Mafia bawah tanah, nyawa Sofia jelas dalam bahaya. Kini dia tau alasan Sofia tidak suka di Potret..
Ke esokan Harinya...
Sofia pergi berburu.. Dia ingin menggunakan Senjata Kesayangannya pemberian Dari Nanda..
Senyum nya merekah sempurna sejak memasuki Hutan..
"Bagaimana cara mereka membuat Senjata api tanpa harus mengisi peluru....?? " gumam Sofia takjub menghembus ujung Pistolnya yang berasap..
"Dek....!!" Kesal Roby..
"apa sih Kak....!! kan aku udah bilang jangan buntutin Aku... Rivo saja di Markas.. lebih baik Kakak panah saja binatang apapun yang kakak lihat....!! " Omel Sofia dengan raut wajahnya yang kembali datar...
"Ya ..Ya... Ya... .. Kamu pakai senjata api.. Kakak Pakai senjata Kuno....!! " Gerutu Roby
Sofia hanya berotasi saja..
"Diam Kak.. atau Aku panah bokongmu....!! " Ancam Sofia mengambil panahnya dari punggungnya..
Roby spontan angkat tangan dengan cepat Roby menggeleng Kuat..
"Kejam....!! " Cetus Roby..
Sofia tak ambil pusing Perkataan Kakaknya,, "peluru ku terlalu berharga...!! " Sofia menyimpan Senjata apinya..
"Hei... peluru mu tidak akan Habis...!! " Ralat Roby..
Sofia menatap tajam Kakaknya, Roby mengalihkan pandangannya sambil bersiul pura-pura tak lihat tatapan membunuh Sofia..
"Bagaimana Kamu bisa membuat Tuan Kecil Mahadiningrat memberikan senjata Itu dengan cuma-cuma...? apa yang kamu berikan padanya...? " tanya Roby menyipitkan matanya curiga pada Adik Nya itu..
"Aku hanya menatap Pistol nya saja.. Aku tidak minta... !" Jawab Sofia seadanya..
"Kau menatap Pistolnya tentu secara tidak langsung kau menunjukkan kalau adikku yang berwajah datar ini menginginkan pistolnya dan Sudah pasti dia tau... Nanda bukan pria Bodoh....!! " ledek Roby dengan tawa lebarnya..
"benarkah....?? dia sangat Romantis...!! " sanjung Sofia tanpa sadar..
"Apa....??? kau bilang apa dek....!? " Pekik Roby membelalakkan matanya..
"Apa...?? " tanya Balik Sofia..
"Kau tadi bilang Nanda Romantis Kan...?? kau sudah jatuh cinta padanya dek...!! " goda Roby tak percaya..
"kapan aku bilang kalau aku mencintainya.. ? dia hanya imut...!! " Ralat Sofia dengan ketusnya..
"Owhh.. owh.. owh... tiba-tiba kepala kakak sakit... Sejak kapan kau memuji Seorang Pria Itu imut. bukankah kau hanya memuji Hewan Buas yang ganas itu imut.. ada apa dengan Dunia ya...!! ??? mati lah Aku apa Aku masih sehat ya...?? .. !!" Roby memijit-mijit kepalanya..
Sofia Jadi gelagapan. mati kutu sudah dirinya, apa yang kakaknya katakan memang benar, dirinya tak pernah memuji Pria. malah selalu bersikap dingin..
tapi kenapa Sofia tidak bisa bersikap dingin pada Nanda ya walaupun ekspresinya datar tapi Sofia tidak bersikap dingin...
"Aku hanya ingin balas dendam... !!" Ucap Sofia tiba-tiba melenceng mengalihkan Godaan Kakaknya..
"sudahlah.. Ayo Kita Pulang... Aku sudah tidak mood lagi berburu....! " Ajak Sofia berlalu dari Kakaknya..
Roby dengan cepat berlari menyusul Adiknya..
....
disisi lain Berly mengamuk lagi rencananya gagal. untuk pertama kalinya dia gagal membunuh Orang biasanya Berly tidak pernah gagal..
"kemana Perginya Geng Pengecut Itu...?? " teriak Berly menggema..
"tidak ada yang mau menemui mama.. mereka semua Kabur seperti habis diancam Ma.. Aku nggak mau tau... perempuan itu harus dimusnahkan supaya Aku bisa memiliki Tuan Nanda...!! " tak kalah kesalnya Olivia berkata..
"Pengecut... banci... kenapa aku harus menghabisi Uangku membayar Pembunuh bayaran yang tidak becus...!! " Teriak berly lagi..
"masalah akun Pencuri itu belum kelar sekarang Wanita pengganggu mu juga tidak bisa disingkirkan .. Mama yakin pasti ada seseorang yang membantunya...!! "
"Siapa Ma...? " tanya Olivia
"mana mama tau.. kalau tau sudah mama singkirkan Pelindung wanita Itu dulu...!! " pekik Berly lagi..
"Mama Kenapa bentak Aku sih...?? " Kesal olivia..
"maaf sayang.. mama tidak suka kekalahan.. Jadi mengertilah alasan Mama marah saat ini.. Pergi ke kamar...!! Mama butuh waktu sendiri...!! " Kata Berly serius dengan mengepalkan kedua tangannya..
Olivia pun pergi ke Kamarnya, Olivia juga baru menyadari Ini pertama kalinya Mama nya gagal menyingkirkan seseorang..
"Siapa yang ada dibelakangnya....?? " gumam Olivia tampak berpikir..
fikiran Olivia berkelana. tiba-tiba dia berteriak kencang dengan Mata berapi-apinya Begitu Marah...
"ada Apa lagi....??" tanya Berly berlari memasuki Kamar Olivia..
"Aku tidak mungkin membebani pikiran Mama dengan mengatakan Aku mencurigai Tuan Nanda yang melindungi Wanita penggoda itu... Aku harus mencari Wanita Jal*ng itu dan memberinya pelajaran....!! " batin Olivia..
"tidak apa Ma.. Aku mau keluar....!! Jaga diri Mama Ya.. jangan marah-marah nanti cepat Keriput...!! " Olivia mengambil HP, dompet dan memasukkannya ke dalam Tas biasa..
Olivia tidak membawa Tas yang sudah disadap Sofia..
"Kamu buat kepala Mama mau pecah Oliv.. jangan mengejek Mama...!! " bentak Berly
"Ya.. Ya.. Ya....!! " sungut Olivia..
"Kenapa tidak bawa tas Ini...? " tanya Berly menunjuk tas Kesayangan Olivia..
"kapan-kapan saja Ma.. aku buru-buru.. tidak mungkin aku melecetkan tas mahalku..! '' tutur Olivia berlari keluar dari kamarnya setelah memakai Heels nya..
"Apa yang dia kejar...? " gumam Berly menggeleng kepalanya.
Berly keluar dari Kamar Olivia sambil memijit Keningnya.
"Akan aku cabik-cabik kau...!! "
"Apa Kau sudah bosan Hidup dengan bermain petak umpet denganku.. ?"
"Aku akan menemukanmu Sialan....!! " maki Berly mengepalkan tangannya mengingat uangnya beratus juta bahkan sampai milyar masuk ke akun Sofia..
Berly belum tau Pelakunya dan tidak tau musuh anaknya Juga musuh yang dia cari juga karna dianggap berani bermain-main dengan Nyonya Berly..
....
Sofia Pergi ke Mol mencari Sarung senjata yang halus untuk Pistol kesayangannya, Sementara Roby menunggu Adiknya didalam Mobil..
"Dimana ya...?? " gumam Sofia tampak berpikir..
Sofia mencari diseluruh lantai Mol itu dirinya enggan bertanya sebab banyak Orang disekitar Pekerja Mol, Sofia tidak suka masuk kerumunan bau busuk Pria. hidungnya terlalu sensitif...
dari semua Pria yang dekat dengan Sofia Nanda lah yang paling wangi...
"Huh... tinggal lantai paling atas...!! " keluh Sofia memasuki Lift dan menekan lantai tertinggi Mol Ini..
...
"Aah.. itu Dia...!! " Sofia Pun menemukan toko penjual sarung senjata Api..
"Silahkan Nona...!! " ramah Penjual..
Sofia menelusuri setiap sudut model sarung Senjata api yang menarik matanya..
"Kenapa semuanya Coklat..? Apa tidak ada warna Hitam...? " tanya Sofia dengan wajah datar nya yang super serius..
"Ada Nona.. tergantung besar kecil Senjata Nona.. !"
"boleh tunjukkan padaku...? " tanya Sofia..
"Mari Ikut saya Nona...!! "
Sofia pun di tuntun ke Ruangan lebih dalam..
"Hem... indah semua ya." Puji Sofia kebingungan mencari yang dia suka..
"Itu aja...!! " tunjuk Sofia
penjaga Toko mengambil tongkat besi dan mengambil sarung Senjata yang letaknya lumayan tinggi...
😊😊😊
..
..
..