[NOT] Beautiful Wedding

[NOT] Beautiful Wedding
Ch.97 Perdebatan



Dengan duduk saling berhadapan, Damar berhadapan dengan Saturnus dan Oryza berhadapan dengan Siti, keempatnya duduk dalam diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing.


Siti duduk dengan wajah menunduk dalam. Kedua tangannya saling meremas, gugup mendera bercampur khawatir akan penilaian sang dewi penolongnya itu tentang dirinya. Siti memaki dirinya sendiri, mengapa membiarkan Saturnus mandi di kamarnya padahal ada kamar mandi di dapur. Terlepas kini mereka telah sah dan halal untuk berbagi kamar, tapi tetap saja ia rikuh. Beruntung saat ini Dodi memilih bermain di taman bawah dengan sesama anak yang orang tuanya juga tinggal di apartemen itu. Hanya bedanya mereka berlainan lantai.


Tak jauh berbeda dengan Siti, Saturnus pun merasa gugup bukan kepalang. Lidahnya terasa kaku harus memulai penjelasan dari mana.


"Jadi, bisa jelaskan mengapa kau bisa keluar dari kamar Siti, Saturnus? Apa kalian melakukan hal yang tidak-tidak di belakang kami, hah?" tukas Damar tegas dan menuntut membuat Saturnus segera mengangkat wajahnya dan menyanggah.


"Tidak," sanggah Siti dan Saturnus kompak. Siti dan Saturnus lantas saling memandang sekilas, kemudian Saturnus kembali menatap atasannya itu membuat baik Damar maupun Oryza mengerutkan keningnya makin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"Tuan tenang saja, kami belum melakukan apa-apa."


"Belum?" seru Damar dan Oryza kompak.


"Artinya kalian berniat untuk tidak-tidak, begitu?" tuding Damar, sedangkan Oryza hanya diam dan menyimak.


"Kalaupun kami ingin melakukannya bukankah tidak masalah, tuan," jawab Saturnus sekenanya. Ia lupa kalau atasannya itu belum tahu perihal pernikahan dadakannya.


"Apa? Apa kamu udah nggak waras, Sat?" pekik Damar murka mendengar penuturan Saturnus yang dianggapnya sudah sangat tidak masuk akal.


"Awww ... sakit. Kenapa kamu cubit-cubit sih?" Saturnus mendelik tajam lalu dibalas Siti dengan geplakan di kepalanya.


"Kalo ngomong jangan asal!" sergah Siti. "Bunyinya aja asisten pribadi. Orang pikir yang bisa menjabat asisten pribadi itu pasti pinter-pinter, tapi ini malah sebaliknya. Bego' nggak ketulungan," imbuh Siti seraya mencibir membuat Oryza dan Damar saling beradu pandang. Merasa aneh dengan interaksi kedua orang di hadapan mereka.


"Kamu ngatain aku bego'? Kamu nggak tahu aja, IQ aku itu berapa. Aku selama sekolah selalu mendapatkan peringkat 1 umum di sekolah, bahkan aku lanjut kuliah pun dengan beasiswa prestasi. Hasilnya pun sarjana cumlaude, bego' dari mana?" balas Saturnus panjang lebar tak terima dikatakan bego' oleh Siti. Selama ini, kecerdasan dan prestasi merupakan kebanggaan tersendiri baginya. Karena itu, ia bisa menjadi asisten pribadi seorang CEO di usia muda tidak lain karena kecerdasannya. Jadi dari segi Nana Siti menilainya bego' alias bodoh?


"Heh, tuan yang pintarnya ngalahin Einstein, kalau Anda memang pintar seharusnya Anda bisa mencerna kata-kata yang keluar dari mulut Anda yang ternyata cukup bawel ini. Anda bilang 'Kalaupun kami ingin melakukannya, bukankah tidak masalah, tuan?' Ya jelas aja masalah sebab mereka nggak tahu kalau kita semalam udah nikah, bego'. Mereka pasti mikirnya kita ngelakuin perbuatan yang dilarang. Dasar, otak kok nggak dipake. Atau RAM nya udah kepenuhan jadi otaknya lemot?" cerocos Siti tanpa sadar membuat Oryza dan Damar membelalakkan matanya.


"APA? KALIAN UDAH NIKAH?" pekik Oryza dan Damar bersamaan membuat Saturnus dan Siti yang tengah berdebat seketika terdiam.


...***...


Wkwkwk ... Si Arca a.k.a map plastik laminating jilid II udah ketemu pawangnya uy jadi keluar deh sifat terpendamnya. 🤣😂


Si Siti yang biasa pendiam pun ternyata punya sifat tersembunyi, hobi main tangan terus nyerocos kayak rel kereta api. 🤪


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...