![[NOT] Beautiful Wedding](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-not--beautiful-wedding.webp)
Seperti belum puas memberikan pelajaran pada Syakira, Damar juga menekan perusahaan orang tuanya. Membuat kedua orang tua Syakira jadi kelimpungan sebab salah satu investor terbesar perusahaan mereka yaitu Angkasa Grup yang dipimpin paman Damar, Aglian Saputra Putra Angkasa menarik investasinya. Damar juga memboikot peredaran produk kecantikan yang diproduksi perusahaan orang tua Syakira sehingga tidak bisa masuk mall-mall dan toko-toko yang ada di Indonesia. Bagaimana mereka tidak kelimpungan, perusahaan itu merupakan sumber keuangan utama keluarga itu. Meskipun Syakira bekerja sebagai artis, tapi ia masih kerap meminta uang pada orang tuanya untuk memenuhi gaya hidupnya yang hedon.
Sadar ini pasti merupakan dampak dari perbuatan sang putri, mereka pun segera meminta putrinya itu kembali ke rumah sesegera mungkin
"Ada apa ma, pa? Aku sibuk sekarang," cetus Syakira sesaat masuk ke dalam rumahnya. Bahkan ia tak ada basa-basi sama sekali ataupun mengucapkan salam. Ia sudah terlalu ketar-ketir karena karirnya yang dibangunnya bertahun-tahun hancur dalam satu malam dan hanya karena satu postingan.
Wajar saja kini ia kelimpungan. Ia harus segera pergi ke kantor manajemennya untuk meminta klarifikasi mengapa ia sampai didepak tanpa hormat. Bahkan sisa penghasilannya masih dicekal untuk menutupi kerugian akibat perbuatannya.
"Sibuk? Sibuk apa, hah? Lihat hasil perbuatanmu! Perusahaan kita hancur, Kira. Hancur! Kau tahu bukan, pemilik Angkasa Grup merupakan paman dari CEO Angkasa Mall lalu kau membuat masalah dengannya? Akhirnya, Angkasa menarik investasinya. CEO Angkasa Mall juga memboikot produk perusahaan kita sehingga tidak bisa masuk ke dalam mall- dan pertokoan, kita bisa bangkrut, Kira!" bentak ayah Syakira murka.
Bagaimana anaknya bisa sebodoh itu? Mereka sebenarnya sudah sejak awal tahu kalau putri mereka memiliki ketertarikan pada CEO Angkasa Mall. Mereka pun berteman karena mereka memang pernah satu sekolah. Tapi mereka tak menyangka, putri mereka akan melakukan hal sebodoh ini.
Playing victim. Seolah-olah dirinya merupakan korba pengkhianatan dan perselingkuhan padahal aslinya mereka tak ada hubungan apa-apa selain pertemanan biasa. Ya, hanya pertemanan biasa, tidak lebih. Lalu kenapa putrinya bisa bertindak bodoh seperti ini? Mereka yakin, itu karenanrasa cemburu dan tidak terima kalau CEO Angkasa Mall memiliki kedekatan dengan seorang perempuan yang notabenenya merupakan seorang janda. Tapi tetap saja, ia tak berhak ikut campur urusan Damar. Ia memiliki hak dan privasi sendiri. Karena putrinya telah mengusik ranah privasinya, alhasil semuanya berbuntut panjang. Bahkan perusahaan mereka pun ikut jadi sasaran.
"Ap-apa? Itu ... itu ... itu tidak mungkin," cicitnya pias.
Syakira benar-benar tak menyangka, Damar bisa bertindak sejauh itu.
"Apa yang tidak mungkin, hah? Papa tidak mau tahu, kau harus segera meminta maaf pada mereka. Buat acara konferensi pers untuk mengklarifikasi kesalahanmu sebelum segalanya benar-benar hancur!" Pungkas ayah Syakira yang sudah benar-benar meradang.
Akibat investasi yang dicabut, kegiatan produksi produk kecantikan perusahaan mereka pun terpaksa dihentikan. Bila ini dibiarkan berlarut-larut, mereka bisa-bisa benar-benar gulung tikar. Perlahan kerugian sudah mulai terlihat di depan mata.
Karena terlalu emosi, tiba-tiba ayah Syakira terkena serangan jantung. Panik, Syakira dan ibunya pun segera membawa ayah Syakira ke rumah sakit.
"Nak, lekas lakukan perintah papamu tadi. Sebelum segalanya makin rumit," ujar ibu Syakira. "Mama mohon!" imbuhnya seraya memelas.
"Ma, mama tahu tidak, bukan perusahaan papa saja yang hancur. Karirku juga, ma. Aku ... aku sudah didepak dari manajemen. Kontrak kerjasama ku semuanya dibatalkan. Bahkan sisa pembayaran gajiku ditahan untuk menutupi kerugian," cicit Syakira frustasi.
"Ini semua konsekuensi dari perbuatanmu, Kira. Kau harus mempertanggungjawabkan semuanya. Syukur-syukur mereka mau memaafkanmu. Bila tidak ... " Ibu Syakira menghela nafasnya. "Kita semua akan benar-benar hancur." Pungkas ibu Syakira membuat nafas Syakira seketika tercekat.
...***...
Bukan hanya perusahaan orang tua Syakira yang kini terancam, tapi usaha orang tua Githa pun terancam kolaps. Dewan audit baru saja datang ke kantor Helmi, yang merupakan ayah Syakira. Pihak Angkasa Grup membeberkan penyelewengan dana perusahaan ayah Syakira.
Sebagai investor terbesar, Angkasa Grup tentu saja merasa dirugikan. Dan setelah dilakukan sidak, ternyata semua terbukti. Bahkan jabatan Hendrik pun ikut terancam sebab saat penanganan kerja sama itu, Hendrik lah yang melakukan switch. Walaupun tidak berakhir pemecatan, tapi kemungkinan besar jabatan Hendrik akan diturunkan. Perusahaan masih mempertimbangkan Hendrik sebagai salah satu karyawan yang berdedikasi tinggi. Ia juga tidak terbukti menyelewengkan dana. Karena itu, jabatannya hanya dicabut dan ditempatkan sebagai karyawan biasa, bukan lagi branch manager.
"Papa, jangan tangkap papa saya! Papa, lepasin papa!" pekik Githa saat Helmi diringkus pihak kepolisian karena melakukan penipuan dan penyelewengan dana.
"Maaf nona, ayah Anda terbukti bersalah jadi Beliau harus ikut kami. Perusahaan, rumah, dan aset-aset keluarga Anda juga akan segera di sita, jadi mohon kerjasamanya," tukas salah seorang petugas membuat Githa meraung tidak terima kalau perusahaannya tiba-tiba bangkrut.
Damar menyeringai puas saat mendapatkan laporan bagaimana karir Syakira hancur berkeping-keping. Untuk perusahaan orang tua Syakira, sebenarnya Damar tidak bermaksud menghancurkannya, tetapi lebih ke memberikan teguran agar mereka segera meminta Syakira melakukan konferensi pers untuk mengklarifikasi kesalahannya tanpa harus ia yang meminta.
Sedangkan Githa, memang perusahaan orang tuanya bermasalah. Sudah lama Damar mendapatkan bukti-bukti kecurangan perusahaan tersebut dari Ayesha. Damar telah menunggu saat-saat ini. Bukankah ia sudah pernah mengatakan agar Githa tidak berbuat macam-macam sekali lagi. Tapi nyatanya, ancamannya tak diindahkan sama sekali oleh perempuan hamil itu. Jadi, jangan salahkan kalau Damar menghancurkannya.
"Good job, Sat! Kau memang selalu bisa ku andalkan. Tenang saja, hasil pekerjaanmu ini takkan sia-sia. Bonus besar telah menantimu. Mungkin kau ingin menggunakannya untuk modal menikah," ujar Damar seraya menaik-turunkan alisnya membuat pikiran Saturnus seketika menerawang.
...***...
...**Udah double up ya kak!...
...Ditunggu like, komen, vote, dan hadiahnya. 😍😍🤩🤩🤩...
...HAPPY READING 🥰🥰🥰**...