[NOT] Beautiful Wedding

[NOT] Beautiful Wedding
Ch.42 Sekretaris pribadi



Oryza tampak sedang mengelap kaca ruang kerja Damar dengan wajah bersungut-sungut. Dilapnya kaca yang sebenarnya sudah bersih itu dengan hidung kembang kempis menahan kesal. Teringat kembali pembicaraan mereka di dalam mobil tadi yang membuatnya berakhir dengan menahan kesal.


Mengapa tidak, dirinya tiba-tiba saja dijadikan sekretaris pribadi atasan menyebalkan seperti Damar? Katanya saja sekretaris pribadi, tapi pekerjaannya sudah seperti asisten rumah tangga yang dipekerjakan khusus untuk mengurus segala hal mengenai atasannya itu. Bukan hanya urusan di kantor, tapi juga di apartemennya nanti. Benar, kalian tidak salah baca, Oryza harus mengurus segala kebutuhan Damar kecuali memandikan. Ya, Oryza harus kerja rodi mengurus pria datar yang tiba-tiba bersikap aneh itu.


Ah, yang benar saja pikirnya!


Flashback on


"Kau harus dihukum!" ucap Damar seraya meliriknya dengan seringai di bibirnya membuat Oryza seketika bergidik ngeri, khawatir hukuman apa yang ingin diberikan atasannya itu.


"Hu-hukuman?" cicitnya sambil menelan ludahnya sendiri.


"Ya," sahutnya singkat.


"Kau tahu kesalahanmu hari ini?" tanya Damar dengan mata fokus ke jalanan.


Oryza menggeleng seraya meremas kedua telapak tangannya yang sudah berkeringat dingin. Ia masih was-was dengan hukuman apa yang akan diberikan atasannya itu padanya.


"Saya ... saya sudah berbicara tidak sopan pada Anda," cicit Oryza pelan dengan wajah sedikit menunduk.


"Bukan itu saja," ujar Damar seraya memutar stir , membelokkan mobilnya ke jalur yang akan membawanya ke Angkasa Mall.


"Apa lagi?" tanya Oryza bingung.


Damar mendengus, tapi dalam hati ia tergelak sendiri melihat wajah bingung sang janda muda idaman hatinya itu.


"Lihat jam di pergelangan tanganmu!" titah Damar.


Oryza pun lantas melakukan sesuai perintah.


"Astagfirullah, saya ... saya telat banget ya tuan! Jangan pecat saya ya, tuan! Saya mohon! Saya sangat butuh pekerjaan ini," ujar Oryza dengan wajah memelas dan mata berkaca-kaca. Bahkan Oryza sudah memutar tubuhnya menghadap ke arah Damar sehingga ia dapat melihat dengan jelas paras tampan rupawan Damar dari samping.


"Saya tidak akan memecat kamu, tapi kamu harus menerima hukuman dari saya."


"Apa itu?" tanya Oryza.


Kini mobil Damar telah memasuki area parkir khusus petinggi perusahaan. Damar pun memarkirkan mobilnya di tempat biasanya. Setelah itu, Damar menoleh ke arah Oryza dan menatapnya lekat membuat Oryza sontak menundukkan wajahnya.


"Kau harus menjadi sekretaris pribadiku dan mengurusi segala kebutuhan dan keperluanku. Bukan hanya di kantor, tapi juga di apartemen," tegas Damar membuat Oryza membulatkan matanya.


"Ap-apa? Sekretaris pribadi? Tapi saya kan cuma lulusan SMA tuan, nanti bukannya membantu Anda, saya malah mengacaukan pekerjaan Anda," tukas Oryza.


Ia pikir pekerjaannya sama seperti sekretaris-sekretaris lainnya, padahal sangat berbeda. Bila sekretaris biasanya bertugas membantu urusan pekerjaan, sedangkan sekretaris pribadi versi Damar adalah membantu melayani dan menyiapkan segala kebutuhannya.


"Hah, kok begitu? Emang pekerjaan saya apa? Bisa Anda menjelaskan lebih spesifik?" tanya Oryza dengan memasang wajah kebingungan.


Pletak ...


Damar menjentik dahi Oryza membuatnya melotot marah.


"Kamu mau marah, hm?" Damar melotot balik membuat Oryza ciut seketika.


"Eh, nggak, nggak tuan, mana berani saya melawan Anda. Saya masih butuh pekerjaan tuan," cicitnya sambil menggigit bibir membuat Damar jadi terfokus pada bibir yang dilapisi lipstik merah muda Oryza.


'Astaga Damar, eling, eling, jangan mikir macam-macam dulu! Nanti ada waktunya buat sosor-sosoran!' peringat Damar dalam hati.


"Oke, saya jelasin sedikit. Mulai dari pagi kamu harus bangunin saya untuk kerja, siapin sarapan, siapin pakaian, di tempat kerja juga harus bersihkan ruangan saya, bantu saya kalau saya minta, buatin kopi, siapin makan siang, tapi saya maunya makan siang ala rumahan, bukan beli di restoran atau rumah makan. Jadi sebaiknya dari rumah kamu udah siapin bekal. Kalo untuk bersih-bersih apartemen, ada petugas yang akan datang 3 kali seminggu. Terus laundry pakaian saya. Makan malamnya jangan lupa, siapkan juga. Pokoknya pekerjaan kamu ya seperti itu, kamu mengerti?" ucap Damar panjang lebar membuat Oryza melongo.


"Kok pekerjaan saya udah kayak seorang istri yang melayani suami sih tuan? Kayaknya yang tuan butuhkan bukannya sekretaris pribadi deh, tapi seorang istri yang melayani Anda," tukas Oryza mengeluarkan pendapatnya.


"Ck ... jangan banyak komentar, gimana? Kamu mau kan?"


"Bisa nolak nggak tuan, masa' saya harus mengerjakan semuanya?" sungut Oryza.


"Hanya ada dua pilihan, menurut dengan gaji saya naikkan 5 kali lipat, atau menolak dengan risiko gaji dipotong 50%, mau yang mana?" tawar Damar dengan wajah datarnya padahal dalam hati, mati-matian ia menahan keinginan untuk tergelak kencang saat melihat ekspresi kesal di wajah Oryza.


"Ini namanya pemaksaan, bukan pilihan," sungut Oryza dengan bibir mengerucut. "Ya, ya, ya, baiklah tuan pemaksa, saya bersedia jadi kacung Anda," sahut Oryza seraya mendelik sebal.


"Za," ucap Damar seraya menekan dengan sorot mata tajam membuat Oryza menunduk takut.


"Iya, iya, maaf. Baiklah, saya bersedia tuan," cicit Oryza sambil menghela nafas pasrah.


'Nggak papalah kali ya jadi babu si tuan pemaksa. Lumayan, gaji naik 5 kali lipat. Apalagi tanggunganku sekarang besar, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga Raja, Ratu, Dodi, dan Siti,' gumam Oryza dalam hati.


"Good," puji Damar seraya mengusap kepala Oryza dengan sangat lembut membuat jantung Oryza lagi-lagi berdebar hingga salah tingkah.


'Astaga, kok aku udah kayak ABG yang sedang jatuh cinta sih! Oh hati, janganlah kau mudah baper. Ingat Za, kamu itu seorang janda, anak udah 2, nggak usah kebaperan, entar sakit hati lho. Masa' diusap kayak gitu aja udah deg-degan sih,' Oryza merutuki dirinya sendiri karena terlalu mudah terbuai oleh sentuhan Damar di kepalanya.


...***...


Wkwkwk ... modus aja si Abang ! Pinter banget buat jamud jadi baper dan salting. 😂🤣


...Happy reading 🥰🥰🥰**...