![[NOT] Beautiful Wedding](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-not--beautiful-wedding.webp)
Satu jam kemudian, mobil Damar telah tiba di kediaman kedua orang tuanya. Damar pun segera turun dan membantu menggendong Ratu yang telah tertidur di mobil. Disusul Oryza, Raja, dan Dodi turun setelahnya.
Saat memasuki pintu nan megah rumah kedua orang tuanya, tampak Anggi berjalan tergesa dan ia langsung berhambur memeluk tubuh Oryza. Ia sangat yakin, Oryza kini bukan hanya sedang tertekan tapi juga terpuruk. Semua orang sibuk memaki dan mencacinya tanpa henti seolah-olah dirinya merupakan seonggok sampah yang kotor dan hina. Hanya karena sebuah status orang ternama dan hanya karena dirinya seorang janda jadi dirinya dipandang hina dan sebelah mata.
"Sayang, kamu yang kuat ya! Serahkan semuanya sama Damar dan papa. Tenang saja, semuanya akan segera terselesaikan. Sekarang sebaiknya kamu beristirahat. Mama udah minta Mak E siapkan kamar untuk kamu dan anak-anak," ujar Anggi.
"Terima kasih, ma. Maaf, karena Ryza nama baik Abang jadi ... "
"Ssst ... jangan mikir macam-macam! Ini semua bukan salah kamu. Sekarang ikut Damar ke kamar kamu. Urusan anak-anak, biar mama yang urus," ujar Anggi lagi seraya menghela lengan Oryza agar mengikuti langkah Damar menaiki tangga. Lalu Anggi pun mengajak Raja dan Dodi ke kamar mereka. Sedangkan Ratu sekamar dengan Oryza.
"Za," panggil Damar lembut setelah ia membaringkan Ratu di ranjang.
Oryza yang berdiri melamun lantas mengangkat wajahnya menatap balik netra Damar.
Damar pun beringsut memegang kedua pundak Oryza sambil menatap netranya dengan teduh.
"Tak perlu kamu pusingkan masalah hari ini. Percaya padaku, dalam 1x24 jam semua berita itu akan menghilang dan semua orang yang terlibat di dalamnya akan segera mendapatkan balasan yang setimpal. Kamu percaya aku kan?" ucap Damar lembut.
Oryza pun mengangguk pelan. Sebenarnya ada rasa sangsi dalam 1x24 jam berita itu akan hilang. Ia tadi saja sempat membuka laman sosial medianya saat di mobil, bukan hanya 1, 2 akun yang menjelekkannya, tapi hampir semua. Mereka berduyun-duyun memposting dan merepost segala berita yang hanya berdasarkan asumsi mereka sendiri. Di kolom komentar pun dipenuhi hujatan seolah-olah dirinya merupakan janda penggoda yang berusaha mendapatkan pengusaha kaya.
Tapi tak mungkin kan ia bilang meragukan atasannya tersebut. Oryza berusaha tersenyum dan memberikan kepercayaan pada lelaki di hadapannya itu. Bila dia saja bisa mengumpulkan bukti-bukti perselingkuhan Hendrik sehingga perceraiannya berjalan sangat cepat dan lancar jaya, tentu hal ini pun bisa jadi bisa diatasinya dengan baik.
Damar pun mengusap puncak kepala Oryza pelan lalu mengecup keningnya beberapa detik. Memberikan kenyamanan dan kehangatan yang luar biasa pada Oryza.
"Kamu mandi gih! Untuk handuk dan baju ganti, liat saja di lemari itu. Semoga ukurannya pas. Untuk baju Ratu juga ada di sana. Setelah kedatangan kamu malam itu, mama antusias banget beliin kamu dan anak-anak macam-macam barang, dari baju, tas, semuanya, untuk persiapan dan jaga-jaga kalau kalian menginap di sini. Kalau begitu, aku pergi dulu ya!" pungkas Damar seraya tersenyum lembut.
Namun, baru beberapa langkah Damar beranjak, ia kembali berbelok dan cup ...
Ia mencium pipi kanan Oryza, membuat wajah ibu muda itu seketika bersemu merah. Rasa cemas yang tadi mendera seketika menjadi berbunga-bunga.
'Astaga, bisa-bisa diabetes kalau bang Damar bersikap manis kayak gitu mulu!' batin Oryza seraya menangkup kedua pipinya dengan kedua telapak tangannya.
...***...
"Sat, bereskan semua berita sampah yang beredar itu dan beri sanksi pada mereka yang terlibat secara langsung! Jangan biarkan satupun lepas termasuk media-media sampah nggak berguna itu!" tegas Damar dengan dengan sorot mata tajam dan penuh kemurkaan. "Juga, cari tahu siapa yang membocorkan alamat tempat tinggal Oryza."
"Baik tuan," jawab Saturnus patuh.
"Dan untuk orang-orang yang sudah melempari Oryza dan anak-anak tadi, pastikan mereka mendekam di penjara!"
"Oh satu lagi, ini tugas terpenting yang tak boleh kamu lewatkan, HANCURKAN SYAKIRA. Dia harus mendapatkan balasan setimpal akibat perbuatan kurang ajarnya itu!" tegas Damar dengan gigi bergemeluk dan tangan mengepal. Sorot matanya tajam, menyiratkan kemurkaan yang luar biasa. Ia tak pernah seperti ini sebelumnya. Baru kali ini ia begitu murka pada seseorang.
Damar tak peduli, meskipun mereka berteman, tapi perbuatan Syakira sungguh telah di luar batas. Mengaku-ngaku menjalin hubungan dengannya lalu bersikap seolah-olah patah hati karena ditinggal mendua, padahal selama ini mereka tak pernah menjalin hubungan apa-apa selain pertemanan. Itu pun tidak terlalu akrab sebab ia tahu, Syakira hanya memanfaatkan dirinya untuk mendongkrak popularitasnya. Selama ini ia tidak masalah asalkan tidak berlebihan, tapi kali ini sudah sungguh sangat keterlaluan. Ia tak bisa memaafkannya. Apalagi karena perbuatannya, Oryza dan anak-anaknya jadi dikecam banyak orang. Sungguh sangat keterlaluan. Damar takkan puas sebelum memberikan hukuman setimpal padanya.
...***...
Fajar telah menyingsing, mentari pagi pun mulai beranjak naik. Tampak Syakira masih terlelap di atas ranjang empuknya. Namun, ketenangannya seketika terusik saat nyaring suara ponselnya tak berhenti berbunyi. Jadwal pemotretan untuk iklan produk kecantikan akan dilakukan siang hari. Jadi ia ingin memanfaatkan pagi ini untuk berehat setelah semalaman ia tak henti-henti menscroll layar ponselnya sambil cekikikan karena berita viral yang diakibatkan story' yang dibuatnya.
Saat dering ponselnya berhenti, entah mengapa ia masih merasa belum puas menikmati caci maki orang-orang pada Oryza. Jadi, ia pun kembali membuka media sosialnya untuk mengecek.
Tapi senyum merekah di bibirnya seketika lenyap saat ia tak menemukan satupun berita tentang Oryza. Syakira sampai menelan ludahnya, bahkan tranding topik tentang Oryza pun telah lenyap entah kemana. Semuanya hilang tak bersisa.
Tiba-tiba saja bunyi bel apartemennya berbunyi nyaring tak henti-hentinya. Membuat moodnya yang kacau karena hilangnya berita tentang Oryza makin bertambah kacau.
"Apa?" sentaknya saat melihat Alya, manajernya telah berdiri di hadapannya.
"Loe kemana aja sih, Kira? Gue telepon nggak diangkat-angkat!" balas Alya kesal .
"Ck ... ngapain sih? Orang lagi enak-enakan tidur juga, diganggu. Pemotretan kan siang, jadi kenapa loe kayak panik gitu!" cetusnya sambil menghempaskan bokongnya di sofa yang ada di sana.
"Kira, sebaiknya loe buruan segera ke Angkasa Mall deh. Minta maaf sama tuan Damar atas kekacauan yang udah loe buat!" tukas Alya membuat dahi Syakira mengernyit.
"Ck ... datang-datang loe cuma mau ngomongin itu? Males banget!" desis Syakira yang malah kini membaringkan tubuhnya di sofa.
"Syakira, loe tahu perbuatan loe itu bisa berakibat fatal. Loe tahu, beberapa sponsor yang udah ngontrak loe udah dibatalin secara sepihak. Pemotretan hari ini juga udah dicancel. Kalau ini terus-terusan terjadi bisa-bisa loe hancur, Syakira," sentak Alya membuat Syakira tersentak dan membelalakkan matanya.
"Nggak mungkin," cicitnya tak percaya dengan apa yang ia dengar.
Saat Syakira sedang termenung dalam lamunannya, tiba-tiba sebuah panggilan masuk ke ponsel Alya. Setelah mengangkat, wajah Alya seketika memucat. Darahnya seakan tak mengalir membuat Syakira yang melihatnya penasaran.
"Hancur! Loe udah benar-benar hancur, Syakira. Pihak manajemen barusan telepon dan ... dan semua kontrak loe udah dibatalin. Tapi yang lebih parah, loe ... udah didepak dari manajemen. Loe bukan lagi artis di bawah naungan Luna's Entertaintment," cicit Alya membuat Syakira seketika pucat pasi. Apakah dampak perbuatannya sefatal ini?
...***...
...HAPPY READING 🥰🥰🥰...