[NOT] Beautiful Wedding

[NOT] Beautiful Wedding
Ch.74 Jadi ayah



Kini Damar dan Oryza sedang dalam perjalanan pulang. Keduanya tampak diam membisu, namun diam-diam tersenyum simpul. Rasa bahagia memenuhi rongga dada keduanya. Apalagi saat Diwangga bertitah kalau pernikahan mereka akan diadakan dalam tempo satu bulan lagi.


"Bang," panggil Oryza menyentak lamunan indah Damar.


"I-iya, sayang." Damar tiba-tiba tergagap sampai pak Sukri yang duduk di balik kemudi menahan tawanya.


"Soal pernikahan kita, apa nggak kecepatan? Belum lagi Ryza belum meminta pendapat Raja dan Ratu," tukas Oryza menyampaikan keresahannya.


"Kecepatan darimana, sayang? Nggak sebaliknya ya? Abang malah pinginnya cepat-cepat, kalau perlu besok," tukas Damar seraya mengerling jahil.


"Ck ... Ryza serius bang. Abang nyebelin ih!" Oryza mencebikkan bibirnya membuat Damar terkekeh.


"Nyebelin atau ngangenin nih?" goda Damar lagi. Pak Sukri sampai terkekeh melihat atasannya yang biasanya berwibawa malah terkesan tengil. Oryza makin mengerucutkan bibirnya membuat tangan Damar terulur dan menggenggamnya erat. "Abang serius lho, Za. Satu bulan itu lama buat Abang. Tapi mau gimana lagi, Abang hanya bisa pasrah dengan titah papa. Untuk soal persetujuan Raja dan Ratu, boleh biar Abang sendiri yang bilang? Abang ingin memperjuangkan kalian bertiga," ujar Damar meminta izin. Bagaimanapun Raja dan Ratu merupakan anak-anak dari calon istrinya jadi sudah tugasnya mengambil hati sekaligus izin untuk menjadi ayah sambung mereka.


"Abang yakin? Atau kita sama-sama aja," tawar Oryza yang ditanggapi gelengan kepala oleh Damar.


"Biar Abang sendiri kan Abang calon ayah mereka. Kalau Abang butuh bantuan, baru Abang minta bantuan kamu," ujar Damar yang diangguki Oryza.


...***...


"Eh, Kak Sat, masih di sini! Kirain udah pulang," tukas Oryza terkejut saat masuk ke apartemennya ia justru melihat Saturnus sedang membantu Raja, Ratu, dan Dodi membereskan mainan mereka.


"Eh, non Ryza ... "


"Kamu masih di sini, Sat?"


"Iya, tuan. Kasihan anak-anak nggak ada yang temenin. Soalnya Siti masih tertidur setelah minum obat," tukas Saturnus memberi laporan.


"Gimana demamnya, kak? Masih tinggi?" tanya Oryza khawatir. Tanpa menunggu jawaban, ia segera masuk ke dalam kamar Siti. Di saat bersamaan, Siti juga baru terbangun dari tidurnya.


"Eh, mbak Ryza. Maaf mbak, Siti nggak bisa jemput anak-anak hari ini," ujar Siti pelan. Wajah masih terlihat pucat membuat Oryza iba.


Lalu Oryza meletakkan punggung tangannya di atas dahi Siti.


"Nggak papa, Ti. Namanya juga sedang sakit. Tapi emang sih mbak sempat panik tadi untung aja Abang Damar kasi solusi minta jemput kak Saturnus. Kalau nggak, itu baru bikin pusing. Tapi Alhamdulillah ya, demam kamu udah mendingan. Ternyata kak Saturnus berbakat jadi perawat sekaligus baby sitter ya," ujar Oryza seraya menggoda.


Siti yang tidak paham, hanya mengiyakan, sedangkan Saturnus justru bingung, apa pekerjaannya akan ditambahi lagi menjadi perawat dan baby sitter bersamaan. Saturnus menggeleng cepat. Tugasnya saat ini saja banyak sekali, bagaimana ia bisa mengurus anak-anak pun Siti. Aneh-aneh saja pikirnya perkataan calon nyonyanya barusan.


Setelah dirasanya tak ada lagi yang mesti ia kerjakan, Saturnus pun pamit untuk kembali ke kantor terlebih dahulu guna membereskan beberapa pekerjaannya.


...***...


"Hai, boy, princess," sapa Damar kepada Raja dan Ratu yang sedang asik merangkai puzzle.


"Hai om ganteng,"


Seru Raja dan Ratu bersamaan dengan sumringah.


"Lagi ngapain, hm? Eh, kalian sedang berusaha nyusun puzzle? Om boleh gabung?"


"Boleh om, ayo om," seru keduanya girang.


"Semangat banget sih! Kayaknya lagi seneng banget."


"Iya om, Latu lagi syeneng banget."


"Emang kenapa? Ada yang spesial?" tanya Damar penasaran.


"Tadi ayah datang ke syekolah om telus bilang kalau Minggu nanti mau ajak Latu syama Abang, ibu juga ke taman syafali," ucap Ratu girang. Tampaknya ia bahagia sekali.


"Oh ya?" Damar makin penasaran dan ingin memastikan..


"Iya om, tadi pagi ayah mampir terus bilang itu."


"Raja seneng?"


Raja tampak berpikir. Ia sebenarnya senang. Tapi setelah dipikir-pikir, bagaimana kalau Tante ulat bulu ikutan juga, ah pasti takkan menarik.


Raja hanya menggeleng. Ia sendiri bingung dengan dirinya sendiri.


"Tapi kalau om ikut Raja lebih seneng," ungkap Raja mengejutkan Damar.


"Wah, beneran nih?"


"Iya om ganteng. Kenapa sih bukan om ganteng aja yang jadi ayah Abang sama Latu? Kan lebih asik." Ungkap Ratu yang makin mengejutkan Damar.


"Kalau om jadi ayah kalian beneran, kalian mau?"


"Mau," seru keduanya membuat Damar kian terperangah.


"Oke, kalau begitu mulai hari ini om jadi ayah kalian gimana?"


"Wah, benelan om! Asikkk ... Om ganteng jadi ayah Latu," sorak Ratu yang benar-benar girang. Damar sampai terharu ternyata tanpa bersusah payah kedua bocah itu telah menyatakan menerima dirinya sebagai ayah sambung mereka.


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...