![[NOT] Beautiful Wedding](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-not--beautiful-wedding.webp)
"Kamu nggak makan siang bareng di sini?" tanya Damar bingung saat melihat Oryza justru bersiap-siap setelah menyiapkan makan siangnya.
Oryza yang baru saja mencangklong tas selempannya, lantas menoleh dan seraya tersenyum sopan kemudian menjawab lugas pertanyaan Damar. Sontak saja mata Damar membulat disusul dengusan kesal setelah mendengar penuturan Oryza.
"Maaf tuan, hari ini saya tidak bisa makan siang bersama Anda. Saya sudah ada janji dengan kak Ki eh teman maksud saya," ujar Oryza seraya tersenyum manis membuat Damar kian dongkol sebab otaknya langsung konek saat Oryza menyebutkan Kak Ki walau tak diselesaikannya.
"Tidak boleh, kamu harus menemani saya makan di sini," sergah Damar dengan sorot mata mendelik.
"Tapi maaf tuan, saya benar-benar tidak bisa. Saya sudah berjanji dengan teman saya itu. Kalau begitu saya permisi," ujar Oryza tak mau menunda waktu sebab tadi Kiandra telah menelponnya dan ternyata ia telah menunggu di salah satu cafe yang ada di Angkasa Mall tersebut.
"Sial! Kenapa sih dia masih ikut-ikutan deketin Oryza padahal aku udah bilang ke dia nggak boleh deketin Ryza sebab Ryza itu targetku. Calon istriku. Rese bener punya temen," omel Damar geram.
Ya, beberapa hari yang lalu saat Damar berkunjung ke kantor sang papa, Damar menyempatkan diri menyambangi ruang kerja sang sahabat. Ya, Kiandra sebenarnya sahabat Damar. Walaupun mereka lama terpisah karena Damar yang melanjutkan pendidikan magister di negeri Paman Sam, tapi saat mereka bertemu lagi di kantor Yudhistira Law and Firm, mereka kembali menjalin komunikasi mereka.
^^^Flashback on^^^
"Ki, gue minta loe jauhin Oryza!" ucap Damar tiba-tiba saat telah dipersilahkan duduk di sofa yang ada di ruangan Kiandra.
"Eits, tunggu sebentar! Yang loe maksud Oryza itu sama seperti yang ada di pikiran gue bukan?"
"Yang mana lagi? Yang itulah. Yang minta papa cariin pengacara itu juga gue. Yang cari bukti-bukti supaya perceraian Oryza berjalan lancar juga gue, so gue minta jangan nikung gue! Awas, loe sampai nikung! Gue habisi loe!" desis Damar membuat Kiandra terperangah tak percaya temannya yang ramah tapi acuh tak acuh pada perempuan justru tertarik dengan seorang janda muda. Sama seperti dirinya.
"Loe serius?" tanya Kiandra memastikan.
"Gue nggak pernah seserius ini sama yang namanya perempuan, loe tahu itu kan!" desis Damar.
"Cih, sportif woy! Takut bener ditikung. Kita itu punya kedudukan seimbang. Punya hak yang sama, apa salahnya bersaing bro! Jujur, gue pun tertarik sama dia," ujar Kiandra santai membuat Damar mendengus kasar.
"Gue malas saingan sama cecunguk kayak loe, Ki. Gue cuma nggak mau loe sakit hati terus berakhir bunuh diri gara-gara patah hati," cibir Damar membuat Kiandra tergelak kencang.
"Yakin banget gue bakal kalah. Kalau gue menang gimana? Loe berani taruhan apa?" tantang Kiandra dengan senyum menyeringai.
"Nggak usah macam-macam, Ki. Gue nggak suka taruhan, dosa tahu," tolak Damar sambil melipat tangannya di depan dada.
"Halah, bilang aja loe takut!"
"Buat apa takut. Nggak ada kata takut dalam kamus gue, kecuali takut murkanya Allah sama takut murkanya ortu gue."
"Ya udah kalau loe nggak takut, berani taruhan apa loe sama gue? Anggap buat penyemangat aja. Persaingan tetap harus kita lakukan dengan sportif. Gue nggak mau nyerang gitu aja, bro. Gue serius, tertarik sama Ryza semenjak pertama kali bertemu di pengadilan," ujar Kiandra tetap mencoba membujuknya.
"No, gue nggak tertarik taruh-taruhan kayak gitu. Gue nggak mau entar mama tahu terus marah ke gue," tolak Damar lagi tetap teguh dengan pendiriannya.
"Cie, yang anak mama!" ejek Kiandra sambil mengulum senyum.
"Ya iyalah anak mama, loe kira gue anak sapi," dengus Damar pura-pura kesal kemudian mereka pun tergelak bersama.
...***...
"Hai kak, maaf telat," ujar Oryza setibanya di cafe.
"Ah, nggak papa, Za. Belum lama juga," sahut Kiandra seraya tersenyum lebar. Senyumnya kian merekah saat melihat wajah perempuan yang tak gadis lagi itu kian cantik dari hari ke hari. "Silahkan duduk!" imbuh Kiandra seraya mempersilahkan Oryza duduk di kursi yang berseberangan dengannya.
"Belum, baru kopi aja biar nggak ngantuk. Yah, walaupun sebenarnya nggak mungkin ngantuk karena ada perempuan secantik kamu menemaniku," goda Kiandra membuat Oryza tersenyum sambil geleng-geleng kepala. Ia tak terlalu menanggapi candaan Kiandra. Ya, dia hanya menganggap gombalan itu sebagai candaan semata. Ia tak ingin menjadi perempuan baperan yang digoda sedikit langsung meleleh. Ia ingin jadi janda berkelas, bukan janda sembarang janda.
Kiandra tersenyum masam karena tak direspon sama sekali oleh Oryza.
Ting ...
Sebuah pesan masuk ke ponsel Kiandra. Kiandra yang melihat notifikasi pesan masuk dari sahabatnya pun segera membukanya. Ia yakin, Damar saat ini sedang mengumpatinya karena berusaha mencuri start .
💌 MAMPUS LOE DIKACANGIN!!! 😝😝😝
"Sial!" umpat Kiandra tak sadar membuat dirinya seketika gelagapan saat mendapat tatapan tak suka dari Oryza.
"Eh, itu, anu, maaf, aku ... "
"No problem!" jawab Oryza acuh.
'Ini gara-gara sahabat sialan itu. Awas, loe ya!' batin Kiandra sambil berusaha memasang senyum semanis mungkin di hadapan Oryza yang justru ditanggapi biasa saja oleh perempuan cantik itu.
"Mau pesan apa, kak?" tanya Oryza saat pramusaji datang menyerahkan daftar menu.
"Em, terserah. Samain aja," ucap Kiandra masih dengan senyum iklan pasta giginya.
"Serius terserah? Biasanya cewek loh yang bilang kayak gitu?" ujar Oryza sambil mengangkat alisnya.
"Aku serius, beneran terserah. Apa yang kamu suka, pasti aku suka," ucapnya lagi membuat pramusaji yang telah berdiri sejak tadi jadi mesem-mesem sendiri.
"Kalau aku pesan minumnya jus jengkol sama nasi plus sambal pete terus sayur pare, kakak tetap mau?" ucap Oryza membuat Kiandra yang baru saja menyeruput kopinya seketika tersedak.
"Ukhuk ... ukhuk ... ukhuk ... "
Kontan saja, apa yang terjadi pada Kiandra memancing perhatian beberapa pengunjung cafe itu. Pramusaji yang sejak tadi menunggu pesanan pun terkejut dan segera membantu Kiandra dengan berlarian untuk mengambil air putih lalu menyerahkannya.
Tanpa mereka ketahui, ada seseorang yang juga sedang makan di ruang kerjanya ikut tersedak karena tak bisa menahan tawanya. Wajahnya sampai memerah dengan tangan sibuk menepuk-nepuk dadanya karena tersedak tapi juga merasa geli tak bisa berhenti menyemburkan tawanya.
Ia benar-benar terhibur saat ini. Ia yang tadinya merasa jengkel juga cemburu karena Oryza akan makan siang dengan sahabat sekaligus rivalnya, justru jadi merasa senang seketika. Ia tak menyangka Oryza akan mengatakan hal absurd seperti itu. Bukannya menanggapi gombalan, Oryza justru membuat seorang Kiandra tersedak sedemikian rupa.
"Good job, sayangku. Jadi makin cinta deh sama kamu," gumamnya di sela-sela tawanya.
...***...
Hayo, gimana Damar bisa tahu apa yang terjadi di cafe itu? 🤣😂🤪
By the way, makasih votenya ya kakak. Yang udah like, komen, jg kasi bunga dan kopi juga makasih banyak. Love you all. 🥰🥰🥰
...Happy reading 🥰🥰🥰...