[NOT] Beautiful Wedding

[NOT] Beautiful Wedding
Ch.90 Officially



Seperti yang dikatakan Anggi, Damar benar-benar terkesima hingga tak berkedip sama sekali saat melihat Oryza menuruni tangga dengan diapit Tisya dan Ayesha yang baru saja pulang pagi ini dari London.


Diwangga dan Adam yang melihat bagaimana putra mereka terpesona pada kecantikan Oryza pun lantas tersenyum dan menepuk pundak Damar dari sisi kiri dan kanannya membuat mempelai laki-laki itu tersentak.


"Cantik ya!" goda Diwangga sambil tersenyum geli.


"Banget, pa," sahutnya dengan wajah berbinar cerah.


"Sabar," timpal Adam tersenyum geli. "Lafal untuk akad udah hafal belum, entar pas lagi ijab tiba-tiba blank," goda Adam.


Mata Damar mengerjap pelan lalu menyeringai.


"Udah dong, Pa. Udah sejak lama malah dihafalin," sahutnya acuh membuat mulut Adam dan Diwangga menganga lalu tergelak kencang. Mereka tak menyangka putranya sudah sejak lama membidik Oryza untuk dijadikan pasangan hidupnya.


Bukan hanya Damar yang terpesona pada kecantikan Oryza, tapi juga 2 orang pria yang sempat jatuh hati padanya. Mereka hanya bisa memandang kagum tanpa bisa berbuat apa-apa sebab mereka sudah tahu kalau mereka telah kalah sejak awal.


Kini Oryza telah duduk bersisian dengan Damar di depan penghulu. Wajah Oryza menunduk sebab malu semenjak tadi ditatap Damar begitu intens.


"Assalamu'alaikum Humairah," bisik Damar saat Oryza telah duduk di sisinya.


Bukan tanpa alasan Damar memanggil Oryza Humairah, sebab pipi Oryza selalu terlihat kemerahan setiap dirinya menatapnya intens dan itu sungguh sangat menggemaskan di matanya.


"Wa'alaikum salam, bang," cicit Oryza lalu ia menggigit bibirnya. Dadanya begitu berdebar saat ini. Darahnya berdesir. Tubuhnya meremang, panas dingin. Sungguh, tatapan memuja Damar sanggup meluluhlantakkan hati dan jiwanya. Perasaan senang, bahagia, terharu, membuncah menjadi satu.


Apalagi saat tangan Damar telah dijabat penghulu membuat jantungnya kian tak menentu.


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Damar Prayoga bin Adam Prayoga dengan Oryza Sativa binti Abiyaksa dengan mas kawin sebuah mobil Audi B8 dan seperangkat alat sholat di bayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Oryza Sativa binti Abiyaksa dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."


"Bagaimana?"


SAH


SAH


SAH


"Alhamdulillah."


Gemuruh seruan kata SAH membuat gejolak di dalam dada Oryza dan Damar kian membuncah. Rasa bahagia bercampur haru tak dapat mereka tutupi dari wajah mereka yang berkaca-kaca.


Akhirnya, kini mereka berdua telah resmi menjadi pasangan suami istri yang sah di mata agama. Mereka baru akan mendaftarkan pernikahan mereka di KUA keesokkan harinya.


Kini Oryza dan Damar telah berdiri saling berhadapan. Atas instruksi dari penghulu, Oryza mencium punggung tangan Damar. Setelahnya, gantian Damar yang mencium kening Oryza.


Rasa hangat dan haru menyeruak memenuhi rongga dadanya. Tanpa terasa bulir-bulir bening jatuh dari sudut mata Oryza hingga membuat pipinya basah. Pun Damar tampak berkaca-kaca. Rasa haru menyeruak membuatnya begitu bahagia. Akhirnya impian dan harapannya selama ini telah dikabulkan yang maha kuasa. Akhirnya, wanita pujaan hatinya telah resmi menjadi pasangan hidupnya. Damar merasa sangat bahagia.


Tak peduli pada sekitar, Damar menarik bahu Oryza lalu mendekapnya erat. Oryza pun terisak di dalam dekapan itu. Bukan isakan penyesalan, tetapi isakan bahagia. Ia tak menyangka akan sampai ke titik ini. Ia pikir, selamanya ia akan trauma dan takut jatuh cinta apalagi menikah. Tapi nyatanya, tak butuh waktu lama hatinya tergugah oleh kebaikan dan ketulusan atasannya sendiri yang kini telah resmi menyandang status sebagai suaminya.


"Terima kasih, bang. Terima kasih Abang mau menerima Ryza yang serba kekurangan ini. Terima kasih atas segala cinta, kasih sayang, dan perhatian yang Abang beri. Terima kasih sudah mencintai Ryza. Terima kasih, Ryza mencintai Abang," ucapnya lirih di dalam dekapan Damar.


Tak pelak, ungkapan rasa itu membuat rasa bahagia Damar kian membuncah. Rasa bahagia itu tak terlukiskan. Ingin rasanya ia berteriak, tapi rasa malunya masih mendominasi. Apalagi di rumah itu tengah dipenuhi sanak saudara dan keluarganya.


"Ck ... iri aja. Kalau pingin, cepetan tuh halalin bocil kesayangan loe itu. Digaet orang duluan baru tahu rasa," balas Damar membuat Kevin memutar bola matanya.


"Ayolah Dam, kasihanilah kami para Joker! Nyonya Damar, ada temen yang lagi single nggak? Kalo ada, bolehlah di kenalin, siapa tahu cocok!" ujar salah seorang teman Damar.


"Ada, tuh yang lagi duduk sama anak kecil cowok, cantikkan! Kalau mau, kamu bisa ... "


"Nggak bisa," sambar Saturnus tiba-tiba membuat Oryza dan Damar melongo karena Saturnus yang biasanya diam bagai patung arca justru tiba-tiba menyambar ucapan Oryza.


"Apa-apaan kamu, Sat?" Damar mendelik membuat Saturnus menelan ludahnya sendiri.


"Ma-maafkan saya, tuan," sahut Saturnus gelagapan.


"Bang," ujar Oryza menenangkan seraya mengusap punggung tangannya.


"Maafkan saya, tuan.. Kalau begitu, saya permisi," ujar Saturnus cepat kemudian segera membalik badannya pergi dari sana lalu mengambil tempat duduk di samping Dodi dengan ekor mata menatap Siti yang tengah tersenyum. Tapi yang menjadi pertanyaan di benak Saturnus saat ini adalah mengapa ekor mata Siti tampak basah? Siti merasa tidak bahagia melihat Oryza menikah dengan bosnya atau sebaliknya?


Damar yang melihat gelagat aneh Saturnus sontak saja tersenyum membuat Oryza bingung. Tapi tidak dengan temannya tadi. Sebagai lelaki ia tentu tahu apa arti gelagat itu.


"Hmmm ... sepertinya target telah dikunci asisten loe, Dam," ujar Anggara seraya terkekeh.


Tak lama kemudian, Oryza pun mulai memahami apa yang terjadi. Kemudian ia pun tersenyum geli. Ia harap, kedua orang itu benar-benar berjodoh.


"Happy officially, bang, Za. Semoga samawa, ya!" seru Ayesha lalu disusul Tisya dan keluarga lainnya. Mereka benar-benar bahagia, akhirnya salah satu anggota keluarga mereka menemukan pendamping hidupnya.


"Makasih ya Sya, Sya, semua berkat bantuan kalian. Kalian memang adik-adik terbaik Abang," ucap Damar.


"Aku benar-benar nggak nyangka. Sampai sekarang malah, orang yang bantu aku ternyata punya misi terselubung. Untung aja orang yang nargetin ganteng, baik, dan kaya, coba kalau nggak ..." Oryza tersenyum simpul seraya melirik Damar yang memicing tajam.


"Memangnya kalau nggak ganteng dan kaya kenapa?"


"Nggak kenapa-napa. Hehehe ... Baik itu utamanya, ganteng dan kaya itu bonusnya."


"Bunda ... " seru Raja dan Ratu sambil berlarian. Oryza yang melihat keduanya lantas merentangkan tangan.


Namun seketika Oryza membelalakkan matanya sebab keduanya bukannya masuk ke dalam pelukannya, tetapi ke pelukan Damar membuat Oryza mencebikkan bibirnya.


"Ayaaaah ... Yeay, Latu punya ayah balu," sorak Ratu bahagia.


"Ayah, mulai sekarang kita bisa tinggal sama-sama kan?" tanya Raja yang diangguki Damar.


"Ya, mulai sekarang sampai seterusnya ayah akan selalu bersama kalian. Kalian senang?"


"Yeay, Latu senang, ayah."


"Raja juga senang."


" Kami sayang ayah,"seru mereka berdua seraya mencium pipi kanan dan kiri Damar membuat semua yang melihatnya tersenyum haru. Apalagi Oryza, ia sampai menitikkan air mata. Bahagia anaknya adalah bahagianya juga. Ia bahagia melihat kedua buah hatinya bahagia.


...***...


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...