![[NOT] Beautiful Wedding](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-not--beautiful-wedding.webp)
Siang ini Oryza makin uring-uringan. Padahal baru beberapa hari Damar pergi, entah mengapa ia merasa seperti begitu kehilangan. Ia merasa begitu bosan karena ketiadaan atasannya itu.
Oryza yang baru saja selesai mengetik beberapa tugas yang ditinggalkan Damar lantas merenggangkan tubuhnya. (Ck ... udah kayak anak sekolah aja dikasi tugas sama pak guru. 😁).
Mata Oryza melirik ke arah singgasana Damar yang kini kosong. Oryza menghela nafasnya, mengapa ia seakan begitu merindukan sosok yang biasanya meminta kopi dari kursi kebesarannya itu.
Oryza tanpa sadar beranjak menuju kursi itu kemudian mendudukkan bokongnya di sana. Diputar-putarnya kursi itu seperti anak kecil yang baru saja menemukan mainan baru.
"Huh, norak banget sih aku! Tapi enak juga ya duduk di sini," gumam Oryza sambil tersenyum-senyum sendiri.
Tanpa ia ketahui, kelakuannya itu menjadi tontonan tersendiri bagi seseorang. Siapa lagi kalau bukan sang pemilik kursi. Ia sampai senyum-senyum sendiri membuat Saturnus bingung kenapa atasannya itu tersenyum-senyum seperti itu? Apakah ia sedang menonton stand up comedy atau sedang menonton film kartun?
"Ngapain kamu liatin saya kayak gitu? Sudah bosan bekerja denganku?" tukas Damar tiba-tiba membuat Saturnus yang tadi memperhatikannya seketika tergagap sendiri.
"Anu ... itu eh eng-enggak tuan. Saya masih betah bekerja dengan Anda,. Saya tidak sedang melihat tuan kok. Saya hanya sedang melamun," kilah Saturnus gelagapan.
"Acaranya sudah hampir di mulai, tuan." lapornya agar Damar tidak melanjutkan interogasinya.
"Apakah semua tamu undangan sudah datang?"
"Sudah tuan. Awak media juga sudah tidak sabar menunggu kedatangan Anda."
"Baiklah, kita ke sana sekarang," ujar Damar seraya merapikan jasnya kemudian keluar dari ruangan khususnya menuju lokasi acara.
...***...
Hari ini Oryza tidak membawa bekal seperti biasa. Ia tiba-tiba saja merasa malas, apalagi kalau hanya makan sendiri. Akhirnya ia memilih untuk makan di cafetaria kantor. Tapi baru saja tiba disana, entah mengapa ia merasa orang-orang ada yang berbisik-bisik sambil menatapnya diam-diam. Tapi Oryza bersikap masa bodoh. Walaupun sedikit terganggu, tapi terserahlah selagi mereka tidak bertindak macam-macam, ia tak peduli.
"Yah, rame banget!" gumam Oryza seraya antri untuk membuat pesanan. Setelah mendapatkan giliran, Oryza pun segera membuat pesanan.
"Permisi, mbak! Boleh numpang duduk di sini! Meja yang lain sudah penuh semua," ujar seorang perempuan muda dengan rambut kuncir kuda. Oryza pun memperhatikan sekeliling dan benar kata gadis muda itu kalau semua meja telah penuh. Hanya dirinya saja yang duduk sendirian di meja itu. Oryza sampai bingung, apa semua orang memang sengaja menghindari berinteraksi dengan dirinya?
"Silahkan dek!" ujar Oryza ramah.
"Makasih mbak," ujar gadis itu seraya mendudukkan. "Kenalin mbak, namaku Yuni. Mbak Oryza kan?"
"Hah! Kok tahu?" seru Oryza dengan wajah cengo.
"Ya taulah. Seantero Angkasa Mall juga udah tau mbak, mbak kan sekretaris pribadi kesayangannya tuan CEO kita," ucap Yuni dengan wajah sumringah.
"Jangan ngadi-ngadi deh! Kata siapa? Mbak emang sekretaris pribadi, tapi nggak perlu pakai embel-embel kesayangan, mana ada yang macam itu," tukas Oryza seraya geleng-geleng kepala. Merasa geli sendiri dengan apa yang baru saja disampaikan oleh Yuni.
"Kevin?"
"Iya, kak Kevin itu kan adik tuan CEO, mbak nggak tahu?"
Oryza menggeleng,via memang tidak tahu..
"Mbak tahunya sama Karin aja."
"Mbak Karin itu saudara kembarnya kak Kevin, mbak."
"Ah, benarkah? Tapi kok kamu tahu semua? Jangan-jangan ... " goda Oryza seraya memainkan alisnya.
"Jangan-jangan apa? Ih, mbak mau gosip ya!" tukas Yuni dengan pipi memerah.
"Tuh pipi kenapa, dek? Kok jadi merah? Dari wajahnya sih ... "
"Ssst ... mbak, jangan gede-gede, Yuni malu. Entar Yuni di bully gimana? Yuni emang dekat dengan kak Kevin. Ya kayak ... kayak ... kayak gitu lah," ujar Yuni malu lalu ia segera mengambil jus jeruknya dan meminumnya cepat-cepat. "Mbak, liat tuh, tuan CEO ada di tv. Itu acara pembukaan cabang Angkasa Mall di kota P kan? Wah, meriah banget ya!" ujar Yuni mengalihkan pembicaraan.
Oryza pun mengikuti arah pandangan Yuni dan benar saja, di layar persegi panjang itu menampilkan sosok lelaki yang beberapa hari ini membuatnya uring-uringan. Ia sedang menyampaikan kata sambutan kemudian memotong pita sebagai simbol Angkasa Mall di kota P telah resmi dibuka.
Seperti biasa, Damar selalu tampil mengagumkan di setiap kesempatan. Tiba-tiba jantung Oryza berdebar saat pandangan Damar tepat ke arah layar. Entah mengapa, ia merasa tatapan itu ditujukan kepada dirinya.
'Dasar gila kamu, Za!' ocehnya dalam hati.
...***...
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 16.30. Oryza pun segera berbenah karena sudah waktunya untuk pulang kerja. Sebelum pulang, Oryza menyempatkan diri untuk berbelanja kebutuhan Raja dan Ratu seperti susu dan beberapa camilan di supermarket yang ada di Angkasa Mall.
Namun hal tak terduga dilihatnya saat akan pulang. Dari balik pilar, Oryza melihat Damar berjalan sambil berbincang dengan tawa berderai dari bibirnya. Yang menyedot perhatian Oryza bukan hanya itu, tapi seseorang yang berada di sisinya. Seorang gadis cantik yang dikenalnya. Sesekali Damar mengacak gemas rambut gadis itu yang ditanggapi dengan kekehan manja. Bahkan Damar tak segan-segan merangkul pundak perempuan cantik itu membuat hati Oryza serasa tercubit. Bila diingat-ingat ini memang tanggal terakhir yang sudah Damar lingkari. Tanggal terakhir yang seharusnya diberi tanda silang.
"Ternyata dia sudah pulang," gumam Oryza lirih. "Apakah dia gadis yang hendak dilamar bang Damar? Sepertinya iya. Kalian berdua memang tampak serasi dan begitu mesra. Seharusnya aku bahagia karena bang Damar mendapatkan gadis yang baik, tapi ... tapi mengapa hatiku rasanya sakit ya?" gumam Oryza seraya meremas dadanya sendiri. Matanya memanas. Dua butir air mata luruh begitu saja dari ekor matanya. Dengan langkah gontai, Oryza pun meninggalkan Angkasa Mall dengan perasaan yang tercabik.
...***...
Ada yang bisa nebak siapa yang jalan bareng Damar? 😁
...***...
...Happy reading 🥰🙏💪...