![[NOT] Beautiful Wedding](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-not--beautiful-wedding.webp)
"Eh, eh, itu tuh lihat, bukannya tu janda yang katanya mau coba deketin si bos ya?" bisik-bisik samar saat melihat Oryza yang baru keluar dari dalam lift yang khusus mengantarkan ke lantai tertinggi dimana terdapat ruang kerja Damar. Hari sudah menjelang petang, sudah waktunya karyawan bagian kantor untuk pulang, begitu pula Oryza. Dengan santai, ia melangkahkan kakinya keluar dari Angkasa Mall menuju apartemennya.
"Oh jadi itu ya! Cantik juga sih, tapi penampilannya biasa aja tuh, masa' perempuan kayak gitu disukai bos."
"Kalau nggak ngapain coba di ruangan bos mulu? Masa' dari OG tiba-tiba bisa jadi karyawan khusus, kerjanya di ruangan bos juga. Pasti dia udah pelet bos tuh."
"Idih, zaman gini masih percaya gituan!"
"Eh, itu bener lho! Ada buktinya, suami tetangga aku tiba-tiba nikah sama perempuan yang jelek banget, kalah jauh dari istri pertama, telusur punya telusur ternyata suaminya itu kena pelet. Jadi dibawa deh ke ustadz gitu, pas sembuh dia bingung kok bisa nikah sama perempuan lain."
"Oh, ya? Ah, bisa gawat kalau beneran!"
"Eh, kalau dia beneran main pelet, pasti penampilannya udah wow, nggak kayak gitu. Jangan su'udzon lah!"
"Tau nih kalian kerjaannya ghibah mulu. Asal kalian tau, dia itu masuk ke sini dibawa non Tisya, bisa aja kan dia saudara jauh non Tisya. Aku liat sendiri kok pas dia baru datang."
"Tapi kata Lana ... "
"Udah, kayak nggak tau Lana aja! Dia itu naksir bos, tapi nggak digubris sama sekali. Pas liat perempuan itu kerja sama bos, eh malah iri, jadinya bilang macam-macam. Jangan sampai bos dengar ya ghibahan kalian ini, bisa mampus berjamaah kalian!"
Akhir-akhir ini karyawan Angkasa Mall memang tampak riuh akibat gosip yang dihembuskan orang-orang yang tidak menyukai melihat keberadaan Oryza di sekitar Damar. Awalnya mula ketidaksukaan mereka saat melihat Damar menggendong Oryza saat pingsan untuk membawanya ke rumah sakit. Lalu hal tersebut makin berkembang saat tahu Oryza sekarang bekerja di ruangan Damar. Setahu mereka, Damar tak suka ruangannya dimasuki sembarangan orang. Bahkan orang yang membersihkannya pun tidak bisa sembarangan.
Karena kegiatan Oryza nyaris sepenuhnya dihabiskan di ruangan Damar, tentu hal tersebut memancing ketidaksukaan beberapa orang termasuk Alana. Oryza tidak tahu sama sekali perihal gosip tentangnya yang telah merebak. Jadi ia bersikap acuh saja. Walaupun ia sempat mendengar ada kasak-kusuk yang membicarakannya saat melewati orang-orang itu, dia acuh saja. Toh dirinya datang ke sana untuk bekerja. Dia juga tak bisa membuat semua orang menyukai dirinya. Setiap orang berhak untuk menyukai atau tidak menyukai sesuatu, selagi itu tidak mengganggu dirinya, Oryza masa bodoh saja.
...***...
"Kamu udah pulang?" tanya Hendrik dengan mata berbinar saat melihat Oryza masuk ke dalam apartemen.
"Kamu ngapain di sini?" tanya Oryza sinis.
"Mas hanya ingin menghabiskan waktu dengan menemani anak-anak," ujar Hendrik.
"Tapi aku masih ... "
"Hen, please deh! Ini udah hampir malam. Aku nggak mau ya nanti tiba-tiba istri baru kamu ngelabrak aku dan nuduh aku macam-macam. Pulang sana!" ketus Oryza kemudian segera berlalu dari hadapan Hendrik.
Hendrik meraup wajahnya kasar. Padahal ia sampai rela menunggu hingga berjam-jam demi bisa berbincang dan mendekati Oryza, tapi saat Oryza pulang, bukan sikap manis yang didapatkannya, justru pengusiran.
Yang makin. membuatnya sakit justru cara memanggil Oryza. Tiada kata-kata mesra, bahkan ia tak mau lagi memanggilnya mas seperti dulu. Mungkinkah ia dapat merebut hati mantan istrinya kembali?
"Hah! Jangan kau pikir aku akan menyerah, Za! Justru sebaliknya, aku makin tertantang untuk kembali menaklukkan mu!" seringai Hendrik dengan sorot mata menatap lekat ke arah pintu kamar Oryza yang baru saja tertutup rapat.
...***...
Ceklek ....
"Astagfirullah, tuan, tuan, tangan Anda kenapa tuan? Kenapa pakai itu?" tanya Oryza tiba-tiba panik sebab saat masuk ke dalam unit Damar, ia melihat atasannya itu sedang duduk sendirian sambil bersandar di sandaran sofa dengan kepala mendongak ke atas seraya memejamkan mata. Yang menjadi fokus Oryza sebenarnya bukan itu, tetapi tangan Damar yang tampak memakai arm sling.
Damar pun membuka matanya lalu melirik Oryza sekilas. Saat hendak membenarkan posisi duduknya, tiba-tiba saja Damar meringis membuat Oryza segera berhambur ke samping Damar, berniat untuk membantunya. Karena posisi mereka sangat dekat, Damar dapat melihat setiap inci kulit wajah Oryza yang masih polos, tanpa sentuhan bedak sama sekali. Sangat cantik pikirnya. Saat posisi Damar sudah benar, Oryza tiba-tiba mengangkat wajahnya sehingga mata mereka saling bersirobok.
Degh ....
...***...
Maafin othor ya semalam gk update. Semalam sih udah ngetik, tapi di tengah perjalanan mata othor terpejam sendiri. Karena posisi ngetik sambil tengkurap di atas kasur, jadi tau kan endingnya kemana? 😂🤣
...Happy reading 🥰🥰🥰...
...***...