[NOT] Beautiful Wedding

[NOT] Beautiful Wedding
Ch.78 kekasih satu hari?



"Jadi, tuan mau bicara apa denganku?" tanya Siti to the point setelah keheningan tercipta di antara mereka cukup lama. Ia sampai bosan sendiri menunggu Saturnus menyuarakan tujuannya menemui dirinya.


"Jadilah kekasihku!"


Deg ...


Siti terlonjak kaget hingga berdiri dari tempat duduknya. Ia yang terkaget-kaget segera berlari ke dapur, membuka kulkas lalu menengguk air dingin dari botolnya secara langsung.


"Jadi kekasih? Apa aku nggak salah dengar? Ah, mungkin aku salah dengar! Ya, ya, ya, mana mungkin orang seperti tuan Saturnus tiba-tiba memintaku menjadi kekasihnya. Ya, aku yakin! Ini otak pasti terkontaminasi pembicaraan dengan mbak Ryza tadi nih jadinya ya gini sampai bicara dengan tuan Saturnus sampai salah pendengaran," gumam Siti seraya mengelus-elus dadanya yang masih saja berdegup dengan kencang sakin terkejutnya dengan apa yang ia dengar.


Siti menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan beberapa kali. Setelah degup jantungnya terasa sudah cukup normal, barulah ia kembali duduk di sofa ruang tamu. Di sana, tampak Saturnus masih duduk kaku seperti balok kayu yang dipajang.


Baru saja Siti mendudukkan bokongnya di sofa yang berseberangan dengan Saturnus, Saturnus sudah kembali bersuara dengan suara bariton datarnya membuat Siti terlonjak hingga jatuh terduduk di lantai.


"Jadi, bagaimana? Kau mau kan jadi kekasihku?"


Gubrak ...


"Awwwsssshhh ... " Siti meringis sebab ia bukan hanya jatuh terduduk di lantai, tapi jempol kakinya juga kepentok kaki meja. Sakitnya sih biasa, tapi malunya ... luar biasa.


Wajah Siti sampai memerah karena malu terjatuh tepat di depan Saturnus. Apalagi bukannya lekas membantu, Saturnus justru terbengong melihat dirinya yang jatuh. ingin rasanya Siti memaki Saturnus yang cueknya minta ampun.


Baru saja bibir Siti hendak terbuka untuk memaki, tiba-tiba sebuah tangan sudah terulur hendak membantunya berdiri. Tapi Siti mengabaikannya.


'Telat!' Omel Siti dalam hati.


Siti dapat mendengar Saturnus menghela nafasnya. Kemudian mereka kembali duduk di kursi masing-masing.


"Saya katakan sekali lagi, jadilah kekasihku!" ucap Saturnus tegas dan datar sampai membuat Siti bergidik ngeri sendiri.


"Tuan kerusupan eh kesurupan maksud saya, ya?" tanya Siti hati-hati sambil sedikit memiringkan kepalanya untuk melihat jelas raut wajah Saturnus.


Saturnus yang ditanya seperti itu lantas mengerutkan keningnya. Apalagi saat Siti mengangkat tangannya menengadah seraya membacakan ayat kursi membuat Saturnus ikutan bergidik sendiri sambil celingukan ke kanan dan ke kiri. Ia lantas segera beranjak dan duduk di samping Siti dengan sedikit memepet.


"Tuan, tuan kenapa? Apa hantunya sudah keluar dari tubuh tuan?" cecar Siti dengan mata membulat sempurna.


"I-iya, soal-soalnya dari tadi tuan bersikap aneh. Kok tiba-tiba meminta saya menjadi kekasih tuan? A-aneh kan? Saya ... saya pikir Anda pasti kerusupan eh kesurupan," cicit Siti gelagapan. Siti bahkan sampai berkeringat dingin ketakutan melihat ekspresi datar tapi melotot Saturnus.


Saturnus menghela nafas panjang lalu mulai menjelaskan.


"Saya tidak keru haish ... kesurupan Sitiiii! Apa yang saya ucapkan itu benar. Saya mau kamu jadi kekasihku. Satu hari saja, tidak perlu lama-lama," tukas Saturnus membuat Siti melongo.


"Ke-kekasih satu hari?" cicit Siti meyakinkan diri apa yang didengarnya itu tidaklah salah.


Saturnus mengangguk, "Ya, satu hari. Saya butuh kamu jadi kekasihku satu hari saja di depan ibuku. Ibuku sedang terbaring di rumah sakit dan ia sangat ingin melihatku memiliki seorang kekasih. Saya takut terjadi sesuatu dengan ibuku sebelum saya sempat membahagiakannya jadi saya minta kamu jadi kekasih saya satu hari saja. Bagaimana? Bisa kan?" ujar Saturnus menjelaskan membuat Siti bingung harus menjawab apa.


"Kenapa harus saya, tuan?" tanya Siti dengan jari telunjuk menunjuk dirinya sendiri.


"Karena perempuan yang saya kenal hanya kamu dan calon nyonya Oryza," jawab Saturnus lugas.


Siti mengerutkan keningnya merasa tak percaya dengan apa yang ia dengar. Laki-laki setampan Saturnus dan ia yakin juga pasti mapan tidak memiliki teman wanita? Siti memandang skeptis pada Saturnus. Saturnus yang paham ketidakpercayaan Siti pun menghela nafas panjang.


"Saya serius. Saya tidak memiliki kenalan apa lagi teman dekat perempuan. Karena itu saya meminta kamu jadi kekasihku 1 hari saja. Atau kamu mau dibayar?" tanya Saturnus sekenanya membuat Siti berdiri dengan mata melotot.


"Heh tuan, biasakan kalau minta bantuan itu ucapkan kata tolong! Apa susahnya sih bilang tolong ke orang lain kalau kamu butuh bantuannya," hardik Siti dengan mata melotot dan jari telunjuk teracung ke arah Saturnus. "Dan apa katamu tadi, bayaran? Kau pikir aku wanita materialistis yang rela melakukan apa saja demi uang? Dasar, map plastik laminating jilid II!" imbuh Siti dengan wajah memerah dan hati yang dongkol


......................


Saturnus ini kayaknya mau ditimpuk sama readers deh! Ayo, siapin sapu, cangkul, sendok, garpu, piring, atau apa aja yang bisa dilemparin ke Saturnus. Kalau bisa kita lemparkan sampai ke planet asalnya sana. 😂🤣


Atau kita laporin aja dia ke bosnya, Abang Damar biar dimutasi ke planet lain? 😂🤣


Makasih kakak-kakak semua yang udah setia dan selalu dukung karya othor. 😍🤩**


...***...


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...