[NOT] Beautiful Wedding

[NOT] Beautiful Wedding
Ch.75 Syakira



Siang ini Damar ada meeting dengan kliennya. Tapi khusus hari ini, ia tidak mengajak Oryza. Damar hanya mengajak Saturnus dan beberapa orang bagian divisi perencanaan. Bukan tanpa alasan, sebab hari ini kliennya didominasi oleh para lelaki dan Damar tak ingin wanitanya jadi bahan curi-curi pandang mereka. Apalagi Oryza kini makin terlihat cantik setelah beberapa kali diajak Tisya ke salon juga ke butik milik ibunya. Tentu semua atas permintaan dirinya sendiri.


Sebagai calon suami, tentu merupakan tanggung jawabnya untuk mencukupi segala kebutuhan Oryza. Apalagi setelah mereka menikah nanti. Bila di luar sana banyak para suami yang hanya bisa menuntut sang istri selalu tampil cantik tapi tidak mau memberikan budget khusus, maka dirinya tidak ingin seperti itu. Cukuplah ia berkaca dengan nada lalu sang ibu yang pernah dibuang ayahnya hanya karena terlihat tidak secantik dan sesegar para gadis maupun wanita karir. Bukannya tak mau perawatan ataupun berdandan dan memakai pakaian yang cantik, tapi itu terjadi karena keterbatasan budget.


Padahal ibunya sangatlah cantik. Bahkan di usianya yang menginjak kepala 5, ibunya tetap terlihat sangat cantik karena itu ayah sambungnya pernah bilang kalau ia jatuh cinta setiap hari karena kecantikan fisik maupun akhlak sang ibu yang luar biasa.


Kini, hanya ada penyesalan yang tak pernah pudar dari benak ayah kandungnya itu. Damar sampai pernah bertanya pada papanya itu, bagaimana perasaannya saat ini. Ia mengatakan bahwa hingga kini masih mencintai mantan istrinya itu. Ia sungguh menyesal telah melukai perasaan mantan istrinya itu. Tapi, ia pun turut berbahagia karena mantan istrinya hidup bahagia dengan pendampingnya sekarang. Penyesalan memang selalu datangnya terlambat dan Damar tak ingin hal tersebut terjadi padanya. Cukuplah masa lalu orang tuanya jadi sumber pembelajaran baginya. Ia akan memperlakukan Oryza sebaik mungkin. Ia menjadikan papa sambungnya sebagai teladan bagaimana cara memperlakukan seorang istri. Ia berharap, keluarganya menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah.


...***...


Ceklek ...


Pintu ruangan Damar tiba-tiba dibuka dari luar. Oryza sempat terkejut sebab Damar baru keluar belum sampai satu jam yang lalu. Mana mungkin mereka selesai meeting secepat itu.


Tiba-tiba masuk seorang wanita cantik berpakaian cukup seksi ke dalam ruangan itu tanpa permisi membuat Oryza sontak berdiri dengan alis berkerut.


Perempuan itu pun terkejut melihat Oryza yang segera berdiri di kursinya. Yang membuatnya terkejut, bukan hanya karena keberadaan Oryza, tapi meja kerja yang satu ruangan dengan ruangan Damar. Bukankah dulu di dalam situ hanya ada meja kerja Damar dan meja tamu, tapi kenapa kini bertambah satu meja yang terkesan khusus di ruangan itu?


"Maaf, Anda siapa? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Oryza sopan menyentak lamunan perempuan cantik itu.


"Kamu siapa?" Bukannya menjawab, perempuan itu justru balik bertanya.


"Bukankah saya yang lebih dahulu bertanya? Anda siapa? Dan ada keperluan apa Anda kemari?" tanya Oryza lagi sesopan mungkin. Ia khawatir, perempuan itu merupakan anggota keluarga Damar. Walaupun sebenarnya, perempuan itu cukup tak sopan karena masuk tanpa permisi dan bukannya minta maaf, justru balik mencecarnya.


"Saya Syakira, teman dekat Damar. Atasanmu mana?" jawab Syakira acuh seraya mendudukkan bokongnya di sofa ruangan itu tanpa permisi.


"Tuan Damar sedang ada meeting, mungkin tidak sampai satu jam lagi akan selesai," jawab Oryza. Ia sebenarnya penasaran dengan arti kata-kata perempuan itu barusan. Teman dekat? Sedekat apa?


Kalau dilihat-lihat, wajah Syakira nampak tak asing. Oryza memang bukan tipe perempuan yang gemar menonton televisi jadi ia banyak tidak tahu perkembangan dunia pertelevisian khususnya para artis yang tengah populer saat ini. Dan Syakira merupakan salah satu artis yang tengah tenar saat ini. Apalagi ia kerap mendompleng ketenaran nama Damar yang merupakan CEO Angkasa Mall sebagai teman dekatnya. Ia kerap memanfaatkan kedekatannya itu untuk menaikkan popularitas. Padahal Damar hanya menganggapnya sebagai teman biasa saja, tak lebih sebab mereka selalu mendapatkan kelas yang sama saat SMA.


Mereka juga sempat satu kampus, namun itu tak lama sebab Damar lebih dahulu lulus dan melanjutkan studi di luar negeri. Mereka kembali bertemu setelah Damar diangkat menjadi CEO Angkasa Mall sebab Syakira sering diundang sebagai bintang tamu di mall itu.


"Kamu siapa? Kenapa mejamu ada di ruangan ini?" cecar perempuan bernama Syakira itu dengan sorot mata penasaran.


"Oh, saya Oryza Sativa. Saya adalah sekretaris pribadi tuan Damar," jawab Oryza lugas membuat Syakira makin mengerucutkan keningnya lalu tersenyum sinis.


"Oh, kamu janda gatel yang berusaha menggoda Yoga itu ya?" cibir Syakira dengan tatapan mencemooh.


Oryza mendengus, entah dari mana perempuan bernama Syakira itu mendapatkan berita miring itu. Mengapa sih semua orang sering mencibir perempuan yang berstatus janda padahal tidak semua janda itu suka menggoda, termasuk dirinya. Dirinya tak pernah sekalipun mencoba menggoda Damar. Kalaupun Damar akhirnya ada hati padanya, itu bukanlah salahnya. Pasal hati, tak ada yang bisa mencegahnya untuk jatuh pada siapa. Jadi jangan salahkan dirinya kalau Damar sampai menyukainya! Dirinya pun tahu diri untuk menyukai apalagi menggoda seseorang seperti Damar.


"Jangan sembarangan bicara, nona! Saya bisa saja melaporkan Anda dengan dalil pencemaran nama baik," ucap Oryza tegas. Ia pun kembali duduk di tempatnya. Untuk menawari minum pun, ia malas. Ia akan bersikap sopan, bila tamunya sopan. Bila tamunya seperti Syakira ini, lebih baik ia bersikap acuh tak acuh saja.


"Apa katamu? Melaporkan aku? Nggak salah tuh!" tukasnya seraya terkekeh sinis. "Kau tak tahu siapa aku? Kau pikir kau siapa? Kau tak lebih dari janda yang nggak tahu malu, mencoba mendekati atasannya sendiri," cibirnya.


Sebenarnya Syakira sudah mendapatkan kabar kedekatan Damar dengan Oryza sejak beberapa bulan yang lalu dari Alana. Tapi karena kesibukannya, ia baru bisa datang ke kantor itu hari ini. Ia sangat penasaran, secantik apa perempuan yang digosipkan dekat dengan pria incarannya itu.


"Terserah apa katamu, tapi aku tidak pernah menggoda tuan Damar. Kalau Anda tak percaya, tanyakan saja pada 'teman dekat' Anda itu," balas Oryza seraya menekan kata teman dekat.


"Kau ... "


Belum sempat Syakira membalas kata-kata Oryza, tiba-tiba saja Damar masuk diikuti Saturnus di belakangnya.


Damar mengerutkan keningnya saat melihat keberadaan Syakira di ruangan itu.


"Eh, kamu Ra, baru datang?" tanya Damar seraya melirik Oryza yang acuh tak acuh.


Melihat kedatangan Damar, Syakira langsung sumringah. Ia pun bergegas berdiri ingin memeluk Damar, tapi Damar segera menghindar dan duduk di kursinya dengan ekor mata terus melirik ke arah Oryza yang tampak fokus di layar komputernya.


Syakira mengepalkan tangannya saat Damar dengan terang-terangan menghindari skinship dengannya. Memang sih, bukan baru kali ini saja Damar bersikap seperti itu, tapi rasa kesalnya jadi berkali-kali lipat karena Damar menghindarinya tepat di depan Oryza. Bahkan ekor mata Damar terus melirik ke arah Oryza, seakan begitu menjaga agar tidak terjadi kesalahpahaman.


"Udah cukup lama sih, Ga. Tapi sekretaris kamu songong banget sih, bukannya nawarin minum, malah masang wajah masam gitu," ucap Syakira berusaha menjelek-jelekkan Oryza di depan Damar. Berbeda dengan yang lain, Syakira justru memanggil Damar dengan nama Yoga. Alasannya tentu saja agar berbeda dari yang lain. Ia mengambil dari nama tengahnya.


"Oh maaf. Kalau kamu minta minum, bisa minta OB. Ryza emang sedang sibuk jadi maklumin aja," ucap Damar tak ingin Oryza dipojokkan orang lain. Ia yakin, Oryza takkan bersikap seperti itu bila tak ada yang memulainya. "Sat, minta OB siapkan minum untuk Syakira!" titah Damar.


"Baik, tuan," jawab Saturnus patuh kemudian segera menyingkir dari sana.


"Ga, dia siapa sih? Kenapa mesti kerja satu ruangan sama kamu?" tanya Syakira dengan alis bertaut. Ia tentu sangat penasaran sebab seumur hidupnya, baru kali ini ia melihat Damar dekat dengan seorang perempuan. Dan yang membuat matanya sakit, perempuan itu seorang janda. Sedangkan dirinya saja, harus mengubur rasa malu dan mempertebal muka demi berdekatan dengan Damar.


"Dia Oryza, sekretaris pribadiku sekaligus calon istriku," tegas Damar seraya memasang senyum semanis madu dengan sorot mata memandang ke arah Oryza. Dalam hati, Oryza berseru bahagia sebab Damar dengan percaya diri mengakui dirinya sebagai calon istri. Hal itu tentu membuat keyakinan diri Oryza kian menjadi kalau Damar memang benar mencintainya.


"Seriusan? Kamu nggak sedang bercanda kan?" sentak Syakira terkejut sekaligus tak terima.


"Aku tak pernah seserius ini sebelumnya," tegas Damar dengan sorot mata penuh kesungguhan.


"Tapi dia itu janda, Ga. Kayak nggak ada perempuan lain aja," ketus Syakira membuat raut wajah Damar berubah seketika. Ia paling tak suka pilihannya dikomentari. Keluarganya saja menerima Oryza dengan lapang dada dan tangan terbuka. Lalu apa hak Syakira mengomentari pilihannya?


"Apa masalahmu sampai ikut campur dengan pilihanku? Bahkan keluarga besarku saja tak ada yang berkomentar. Mereka justru mendukung pilihanku. Aku harap kau sadar dengan posisimu dan jangan terlalu mencampuri urusanku," tegas Damar dengan rahang mengetat.


Syakira yang mendengar hal tersebut keluar dari bibir Damar sontak memucat. Wajahnya bak tak dialiri darah. Tubuhnya pun sampai berkeringat dingin. Damar yang biasanya ramah terkesan garang saat pilihannya dikomentari.


'Pakai pelet apa perempuan tak tahu malu itu sampai membuat Yoga bertekuk lutut padanya? Kurang ajar. Yoga tak pernah semarah ini sebelumnya. Tapi kini, hanya karena aku berkomentar sedikit saja tentang pilihannya, ia langsung marah," batin Syakira bermonolog. Ia tak terima dipermalukan seperti ini di depan perempuan yang tak ada apa-apanya dibandingkan dirinya itu. Dirinya merupakan artis terkenal, masa' bisa kalah dengan seorang janda. Itu yang ada dipikirannya. Ia tak terima. Selama ini ia selalu sesumbar memiliki hubungan khusus dengan CEO Angkasa Mall, bila Damar menikah dengan perempuan lain apalagi statusnya seorang janda, tentu hal itu akan menjatuhkan harga dirinya sebagai artis ternama.


...***...