Traffic Light

Traffic Light
18+ AREA



Sudah tiga hari ini Leia di sibukkan dengan pekerjaan di studio meubel miliknya. Selain karena renovasi ruangan yang khusus diperuntukkan Eden, Leia memiliki pesanan dalam membuat kursi dan meja esthetic dari costumer nya.


Sehingga perhatiannya di rumah agak sedikit berkurang. Ia selalu berangkat pagi dan pulang malam. Waktu berinteraksi dengan Eden pun jadi berkurang.


Benar saja, pak Handoko kini jadi baby sitter untuk Eden. Leia mempercayakan tugas itu pada Handoko karena pria paruh baya itu sangat telaten dan perhatian dengan Eden. Handoko juga terlihat sangat menyayangi bayi itu.


Karena perkiraan penyelesaian kursi dan meja itu akan rampung besok. Leia memutuskan untuk berangkat ke studio agak siangan. Jujur saja, Leia juga sangat merindukan suami bulenya itu.


Mereka bukan pasangan yang sering bertukar kabar melalui jaringan selular. Mereka lebih menyukai bertatap langsung dengan segala keintimannya. Mereka saling menyukai perhatian dan sentuhan yang saling mereka lontarkan.


Walaupun Leia pulang malam dan tidur lebih larut, karena ia masih harus merevisi gambar desain lanjutan atas permintaan costumer. Tapi pagi ini, Leia bangun lebih awal demi melihat wajah bangun tidur suaminya.


Leia mengacak-acak rambut suaminya yang semakin panjang. Darrel terakhir kali potong rambut saat Leia yang memotongnya, hari pertama pertemuan sekaligus hari pernikahan mereka.


Darrel tak merasa terganggu rambutnya di acak-acak Leia, ia sengaja membiarkan wanitanya itu menyentuh rambut kepalanya. Malah ia semakin menyelam ke alam mimpinya.


Leia memperhatikan wajah rupawan suaminya, tangan Leia sibuk menyentuh setiap inchi permukaan wajah suaminya. Mulai dari hidung bangir sang suami, berlanjut ke bibir tebal dan terbelah sexy milik Darrel. Leia mengelus Daun telinga Darrel dengan telunjuknya.


Pelupuk mata pelindung netra biru itu seketika terbuka, Darrel merasakan rangsangan-rangsangan yang membuat birahinya naik.


"Gangguin serigala tidur nih ceritanya? Kamu mau aku makan, hem?" ucap Darrel dengan suara paraunya. Darrel memeluk Leia, menyusupkan kepalanya di antara buah Dada istrinya.


Leia membalas pelukan lelaki itu dan mengusap sayap punggungnya. Ahh, Leia... Apa kau memang sedang menggoda suamimu? Ayolah, punggung itu area sensitif bagi pria asal kau tau. Apalagi punggung bagian atas, waah pria sangat menyukai sentuhan di situ, apa lagi jika kau mendesah basah lalu menancapkan kuku mu di sana.


Darrel mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah sang istri. "Apa bulanan mu sudah selesai?" tanya Darrel dengan mata berbinarnya.


"Pffttt...." Leia menahan tawanya karena tak sanggup melihat kelucuan puppy eyes suaminya. Leia mengangguk sambil masih menahan tawanya.


"Bolehkah aku melakukannya?" pinta Darrel penuh harap, matanya mengarah ke telunjuknya yang sedang menggambar lingkaran di sekitaran tulang selangka Leia.


Leia menarik wajah suaminya ke atas dan mulai menciumi wajah Darrel bertubi-tubi. Ia gemas, sangat gemas dengan tingkah suaminya yang polos. Ia masih berfikir suaminya ini pasti terjebak oleh bujuk rayu Stevi, teman SMP nya itu memang agak gesrek dari dulu.


Kamu sepolos ini, bagaimana mungkin bisa menyakiti hati wanita? Mungkin aku hanya salah sangka terhadapmu. Dia pria yang baik, terimakasih sudah menjadikan pria ini sebagai suamiku. Batin Leia saat mengecupi wajah Darrel.


"Mau aku yang mulai, atau oppa yang mulai?" tanya Leia dengan gaya menggoda. "Hem??" jemarinya mulai aktif menjejaki kulit tubuh sang suami.


Darrel tercengang dengan sikap sensual istrinya. Darrel membuka mulut saking kagetnya. Tak mau kehilangan kesempatan, Leia bagaikan ikan piranha yang menemukan mangsanya, dengan sigap menyerang mulut Darrel yang sedang terbuka itu.


Wuuaahh... Bagaimana bisa istriku terlihat profesional dengan kegiatan yang akan kami lakukan ini. Apa ini bukan pertama kalinya buat Leia? Kalau benar pun kenapa memangnya? Yang penting kan hatinya milikku sekarang. Darrel.


Merekapun melakukan kegiatan panas itu dengan gairah yang sama kuat. Apalagi di pagi hari seperti ini. Bulu roma masih hangat-hangatnya berdiri. Begitu pula dengan kejantanan milik Darrel, sudah mengacung dengan gagahnya, siap bertempur.


Desahan dan pekikan Leia sampai terdengar keluar. Nick baru saja akan keluar hendak berolahraga, menghentikan langkah kakinya di depan pintu kamar Leia. Ia mencuri dengar suara pergulatan yang terjadi di dalam sana.


Tanpa terasa ujung kejantanannya menjadi basah. Memang sudah lama ia tak merasakan lubang kenikmatan milik wanita, membuat hasratnya meninggi. Membuang egonya, ia berbalik menuju paviliun yang di tempati nya dengan Marriane, untuk melepaskan gairah kelelakian nya. Ia tak perduli dengan perang dingin yang terjadi dengan tunangannya itu.


Sepasang suami istri itu sama-sama tangguh, Darrel telah melakukan pelepasannya sebanyak dua kali, sedangkan Leia? Hmm, ngga aku kasih tau deh biar penasaran, hehe. Tapi tak membuat pasangan itu terkulai lemah, malah sebaliknya. Mereka semakin segar setelah melakukan kegiatan yang melelahkan itu.


Senyum Darrel tak hilang dari bibirnya, akhirnya ia mendapatkan kepastian dari keraguannya selama ini. Ia semakin yakin bahwa istrinya itu adalah wanita terhormat. Sebab Darrel adalah orang pertama yang merenggut mahkota kehormatan sang istri.


Usai bertempur, Leia membersihkan dirinya terlebih dahulu. Ia ingin cepat-cepat bermain dengan putrinya, sebelum berangkat ke studio.


Darrel masih terlentang di atas ranjang sambil mengusap bekas-bekas percintaan yang tadi ia lakukan bersama Leia. Ia mencium aroma khas organ reproduksi miliknya dan Leia beserta bau anyir Darah dari seprei.


Pikiran bang bule jadi cabul setelah merasakan kenikmatan tiada tara itu. Berguling kesana-kemari sambil cengar-cengir.


Cklek... Suara pintu kamar mandi terbuka.


Leia dengan bathrobe nya keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambut blondenya yang basah dengan handuk kecil.


Darrel langsung duduk dan memperhatikan kecantikan istrinya selepas mandi. Ia menopang dagunya dengan tangan dan menatap istrinya tanpa kedip.


"Oppa ga mandi?" tanya Leia sambil duduk di sebelah suaminya. "Yaah, sepreinya jadi kotor deh, padahal baru di ganti" ucap Leia kecewa karena sprei yang baru di gantinya kemarin pagi jadi kotor akibat pergulatannya dengan suami.


Tiba-tiba terbesit di kepala Darrel untuk mengabadikan jejak malam pertama mereka. Ia mencari ponsel di bawah bantalnya dan memfoto bekas percintaannya dengan Leia tadi pagi.


Cekrek... Cekrek... Cekrek... Darrel mengabadikan momen indahnya malam pertama dengan sang istri. "Buat kenang-kenangan bakal calon anak kita" ucap Darrel saat Leia menatapnya dengan tatapan tajam.


"Apaan siiih, malu-maluin tau ngga!! Udahan, ga bakal di tunjukkin ke mereka kok. Maluuu..." rengek Leia. Ia berusaha merebut ponsel Darrel untuk menghapus foto-foto itu.


"Iya, iyaaa... Ga di tunjukkin ke mereka kok. Buat aku aja yah?" bujuk Darrel. "Hem...??" Darrel memeluk Leia agar berhenti merebut ponselnya. Ia menghirup aroma shampo dari rambut Leia. "I Love you" ucap Darrel lirih, namun masih terdengar di telinga Leia.


Mendadak Leia terdiam. Ia tak mampu membalas ucapan Darrel barusan, padahal ia sangat ingin mengatakan 'I love you too'. Tapi bibirnya begitu sukar menyatakannya, Seolah-olah ada yang menahan mulutnya agar tak membalas pernyataan cinta Darrel.


To be continue...