Traffic Light

Traffic Light
SWEETIE, MOMMY IS COMING



20 menit kemudian...


"Uwaahh... Rapi banget. Kamu pro ya?" Darrel menunjukkan ekspresi antusiasnya.


"Ngga, ini biasanya potongan rambut ayahku" Leia melepaskan hair cape dari tubuh Darrel.


"Kamu potongin rambut ayahmu sendiri? Waaah, berbakti banget kamu ayahmu pasti bahagia deh punya anak seperti kamu, hehe. Tapi mana ayahmu?" cengir Darrel.


Leia diam tak menanggapi pertanyaan Darrel. Ia membersihkan sisa - sisa rambut dan membuangnya, Lalu ia mebereskan peralatannya dan membawanya kembali ke gudang di belakang rumahnya.


Sepertinya udah meninggal deh ayahnya. Darrel


Terdengar suara tangis Eden, Darrel berlari menuju arah suara Eden. Ia menggendong Eden dari box bayi di kamar yang letak nya di sebelah kamar Leia. Darrel menggendong Eden di dadanya, ia berjalan ke ruang tamu seraya menepuk punggung Eden yang secara perlahan tangisannya berhenti. Sementara itu, Leia yang mendengar tangisan Eden dari belakang rumahnya, ia bergegas lari ke dalam rumah, Ia melihat Darrel yang tengah menggendong Eden. Leia memperlambat larinya sambil tersenyum melihat Darrel yang berusaha menenangkan Eden hingga tangisan nya berhenti.


"Hosh.. Hosh.. Eden kenapa?" Leia menaruh tangan kanannya di punggung Darrel, tangan kirinya mengelus kepala Eden.


"Mungkin dia kaget tidur sendiri, ga ada mommy nya pas buka mata" gurau Darrel.


"Begitu kah? Haha... Tapi kok sepertinya Daddy nya tuh yang bikin Eden berhenti nangis" Leia tertawa lepas.


"Leia..."


Sebuah suara menghentikan tawa Leia.


"IBU!!" Leia sedikit berteriak karena terkejut.


"A... Aunty Tari? Hah?? Ibu?" Darrel melihat Leia dan Neftari bergantian.


Eehh... Darrel kenal ibu ku?. Leia


"Itu ibuku" bisik Leia ke Darrel.


"What's???" Darrel balas berbisik dengan ekspresi terkejut konyolnya.


Leia menghampiri ibunya, membawa koper Neftari ke dalam kamar orang tuanya, Neftari di belakang Leia mengikuti anaknya.


Situasi macam apa ini?? Ahh sial, ternyata dia anaknya aunty Tari. Bisa berabe kalo Leia ngasih tau tentang Eden yang sebenarnya. Haahh... Darrel


"Apa ini Leia? Bisa kamu jelaskan ke ibu?" tatapan Neftari penuh dengan tanda tanya.


"Anu.. itu.. bu... Mmm..." jawab Leia tergagap.


Darrel ikut masuk ke kamar itu, dan menatap mata Neftari.


"Kami sudah menikah Aunty, dan ini Eden anak kami" sambung Darrel, mempertegas bahwa Eden adalah anaknya dengan Leia.


Huftt... Makasih Darl, mulutku sedang kaku. Tolong jelaskan pada ibu, aku serahkan padamu. Leia mengelus dadanya.


Darrel mengangguk, dia seakan mengerti arti tatapan mata Leia.


"APA??" seketika, jantung Neftari berdetak kencang, darahnya serasa mendidih mengaliri tubuhnya. Ia meremas geram pakaiannya.


PLAK... Tamparan Neftari mendarat sempurna di pipi Darrel.


"Kau mengahamili nya di luar nikah?? Hah??" Neftari kembali mencoba menampar Darrel, namun tangannya di tahan Leia.


"Ibu... Tahan emosi ibu... Kami bisa jelaskan" Leia memeluk ibunya menenangkan amarah nya.


Darrel menarik Leia dari pelukan Neftari, ia mengalihkan gendongan Eden pada Leia.


"Sayang, bawa Eden ke kamarnya. Biar aku yang menjelaskan pada ibu" Darrel menghapus keringat dingin di kening Leia dengan jemarinya. Lalu Ia mendekatkan bibirnya ke telinga Leia "Ingat jangan membongkar identitas asli Eden, dia anak kita!" bisik nya, lalu mengecup pipi Leia.


Leia berlalu meninggalkan Darrel dan Neftari di kamar orang tuanya.


"Aunty... Ahh tidak, Ibu... Kami menikah sudah setahun yang lalu, dan aku tidak menghamilinya di luar nikah" Darrel bersimpuh di bawah kaki Neftari.


"Haahh..." Neftari menghempaskan tubuhnya duduk di kasur. "Syukurlah, aku pikir kelakuanmu sama seperti Mr. Smith." Ia memijit pelipisnya. "Lalu, kenapa kalian tidak memberi tahu para orang tua tentang pernikahan kalian?" matanya menyelidik Darrel.


"Mmm.. Itu karena aku tidak mau pernikahanku di ketahui daddy. Sedangkan Leia, dia sama sekali tidak pernah bercerita tentang ibu, yang aku tau cuma ayahnya yang sudah meninggal" Darrel mengarang bebas, hanya sedikit yang ia ketahui tentang wanita yang akan menjadi istrinya itu. Yaahh.. Walaupun sepertinya banyak benarnya juga sih.


"Darrel benar bu, aku pun sama. Aku ga mau ganggu waktu ibu. Aku takut ibu merasa terbebani jika pulang cuma karena pernikahanku" sambung Leia yang ternyata sedari tadi mendengarkan percakapan Darrel dan ibunya setelah mengantar Eden ke kamar.


"Leia..." lirihnya. Neftari menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, berusaha menahan tangisnya. Perasaan menyesal dan kecewa memenuhi hatinya, akhirnya air mata yang berusaha di tahan nya tak terbendung lagi. "Apa aku masih ibu mu Leia? kenapa kamu tega menyakiti ibu dengan berpikir seperti itu?? Kamu bukan beban nak, bukan!!" ia menangis terisak. Ia menyesal menunda kepulangannya setahun yang lalu.


"Ibu maafkan aku" Leia memeluk ibunya. Neftari pun membalas pelukan Leia dengan erat.


To be Continue...