
"Papah!!" Neftari yang kaget dengan kedatangan Baron Marilla ke rumahnya sontak menghambur ke pelukan ayah tercintanya.
"Papah sungguh merindukanmu putriku" ucap Baron seraya mengecup-ngecup kening Neftari.
"Opa kapan sampe?" tanya Leia pada Baron, membuyarkan adegan ayah-anak itu.
"Ya Tuhan cucu cantik ku" Baron merentangkan tangannya berharap cucu satu-satunya memeluknya juga.
Leia menghampiri Baron dan memeluknya bersama dengan Neftari. "Opa udah selesai keliling dunianya? Eyang mana?" Leia celingak-celinguk mencari keberadaan eyang nya itu.
"Eyang masih di Irlandia susah di bujuk pulang, opa udah capek ngikutin eyang mu itu, huft..." Baron melepaskan pelukan kedua darah dagingnya itu. Matanya menangkap dua orang asing yang sedang tegamam tak mengerti pembicaraan keluarga yang heboh ini.
"Siapa mereka?" Baron melirik bergantian pada putri dan cucunya.
"Emm... Itu opa" gagap Leia menjawab, ia menunduk dan mengigit bibir bawahnya.
"Mertua Leia pah" sahut Neftari.
"APA???!!!!" suara Baron menggelegar, mengagetkan mertua Leia. Pupil mata Baron mengecil menandakan keterkejutannya. "Kenapa kalian tidak memberitahukan hal penting seperti ini pada opa atau eyang??!!" kesalnya pada kedua darah dagingnya itu.
"Tari juga baru tau saat pulang ke Indo pah. Ada hal yang lebih mengejutkan lagi, jadi persiapkan dulu ketahanan jantung papah" Neftari memurus dada ayahnya.
"Haahh..." Baron menghela kasar nafasnya, ia memijit pelipisnya. "Apa itu? cepat katakan!!" tegasnya dengan suara yang semakin berat menahan amarah.
"Mereka sudah setahun menikah" jawab Neftari cepat.
"Haah??!!" opakagetbanget1.jpg
"Mereka sudah punya baby" Neftari menunjuk bayi yang di gendong Katie dengan dagunya.
"APA??!!!" opakagetbanget2.jpg
"Opa, maafkan Leia. Leia begitu kesepian disini" Leia menggosokkan kedua telapak tangannya sambil menatap opanya. kemudian menunduk menunjukkan akting memelas nya.
Mendengar itu, Baron merasa seperti ada kerikil tajam yang memenuhi rongga dadanya, sesak dan sakit itu yang ia rasakan.
Setelah kepergian menantu yang membuat anaknya menjadi janda itu, membawa perubahan besar pada putrinya yang berdampak pada kejiwaan Neftari.
Sampai akhirnya dokter menyarankan Neftari untuk refreshing di tempat baru. Neftari pun memutuskan pergi liburan keliling eropa. Karena khawatir, nyonya Ayuningtyas istri Baron meminta kepada suaminya untuk mengikuti anaknya.
Setelah Neftari memulai trip eropanya, Baron dan Ayu pun pergi menyusulnya. Mereka beralasan untuk merayakan anniversary pernikahan dengan berkeliling dunia, supaya Neftari tidak menaruh curiga.
Hingga mereka lupa dan meninggalkan Leia, anak cucu mereka. Hanya karena seulas senyum keikhlasan yang di umbar Leia.
Leia sudah dewasa, pasti mengerti keadaan ibunya.
Leia tampak tenang, ia pasti menerima takdir ini dengan lapang dada, tak seperti ibunya yang menderita di tinggal suami tercintanya.
Aku yakin dia bisa mandiri.
Begitulah isi pikiran Baron dan Ayuningtyas terhadap cucunya.
Mereka mengesampingkan Leia yang sedang berusaha menutup rapat traumanya demi ibunda tercinta. Padahal trauma yang dialami Leia lebih besar dari pada ibunya.
Neftari memang mengajak serta Leia, namun situasi tidak memungkinkan. Leia yang sudah mau sidang skripsi saat itu, lebih memilih tinggal untuk menyelesaikan pendidikannya yang sudah termasuk cepat.
Baron menatap sendu cucu semata wayangnya itu, dadanya begitu sesak. Penyesalan memang datang di akhir. Ia tak bisa marah, ini juga tanggung jawabnya yang tidak memperhatikan kehidupan cucunya itu.
Hal yang sama di rasakan Neftari, andaikan ia lebih kuat mengahadapi takdir. Ia tak mungkin meninggalkan buah cintanya itu, hanya demi ketenangan batinnya. Ia adalah ibu yang egois pikirnya.
Kini, Baron dan Neftari memeluk Leia dengan erat. Baron mengelus kepala belakang Leia sedangkan Neftari mengelus punggung putrinya.
"Leia sudah berusaha keras, opa bangga memiliki cucu sepertimu. Kamu tumbuh kuat tak seperti ibumu" goda Baron.
"Papah!!" Neftari mencubit pinggang Baron.
Tiba-tiba deheman Darrel menghentikan drama keluarga itu. Darrel memakai jumpsuit biru, tangannya memegang kotak perkakas besar.
"Daddy? Katie?" ia menjatuhkan kotak perkakas itu hingga menimpa kakinya sendiri.
"Darrel!!!" Leia yang terkejut menghampiri suaminya dan menjauhkan kotak yang menimpa kaki Darrel. Leia heran dengan suaminya yang tak bereaksi sama sekali saat kakinya tertimpa kotak yang berat itu.
To be continue...