
Darrel, pria misterius dengan sejuta topeng di wajahnya. Sangat mahir menutupi jati diri aslinya. Sebenarnya, ia pria yang berhati lembut dan penyayang. Namun, rentetan kisah tragis merubah sosok asli seorang Darrel Kalavi. Saat umurnya 14 tahun, ia menyaksikan kematian ibu kandungnya tepat di depan matanya sendiri. Nahasnya setelah itu dia di culik kemudian di siksa oleh sekelompok orang. Entah apa tujuannya, di iming - imingi uang yang banyak oleh sang ayah pun tak digubris oleh kelompok itu. Hingga ia di selamatkan oleh seseorang yang seperti angin, ia menghilang tanpa jejak setelah berbuat kebajikan. Entahlah apa yang terjadi sebenarnya, itu masih menjadi rahasia antara Darrel dan sang penyelamat, setelah itu Darrel memutuskan untuk menjadi anggota BIN*. Ia bertolak ke negara tempat BIN* berasal saat berusia lima belas tahun dan menetap di sana menjalani pelatihan. Seluruh keluarga tak ada yang tau, termasuk sang ayah, Darrel pergi diam - diam dari keluarga yang memuakkan, itu menurutnya.
*Badan Intelejen Nasional
KIM HEENA
Ia mantan atlet ice dancing yang mewakili Korea Selatan. Ketika ia berada di atas masa kejayaan nya, ia bertemu dengan Smith Lagrou, pemilik LaGrou Companies. Sebuah kebetulan, Smith menjadi sponsor utama dari liga yang di ikuti Kim heena. Cinta pun bersemi di antara mereka, tanpa perduli status dan ikatan. Seakan di mabuk minuman keras, mereka bercinta hingga hadirlah Darrel di antara mereka. Hal itu di sambut baik oleh Smith, selain karena cintanya pada Heena, ia memang belum mempunyai anak laki - laki sebagi penerus tahta nya. Mereka bahagia, sampai saat Heena minta di nikahi oleh Smith, namun pria itu menolak. Smith bukannya tak mau menikah dengan Heena, hanya saja tradisi di keluarganya tak memperbolehkan penerusnya memiliki istri lebih dari satu. Alhasil Darrel pun di masukkan ke daftar keluarga, tapi ibunya bukan Kim Heena melainkan Ny. Katie Lynn, istri sah Smith. Itu membuat hati Heena sakit, walaupun sang putra bersamanya, tapi di mata hukum ia bukan ibu dari Darrel Kalavi. Hanya karena selembar kertas terkutuk itu. Tapi untunglah, Smith begitu mencintai Heena, Heena pemilik hati dan raganya. Demi Heena, ia bersedia memberikan segalanya kecuali pernikahan.
SMITH KALAVI LAGROU
Pria yang telah beristri dan memiliki dua orang putri yang berumur satu dan tiga tahun, putrinya sungguh jelita. Ia menikah tak didasari cinta dengan Nyonya Katie, istri sah nya. Apa mau di kata? Pernikahannya memang sudah di atur demi kekokohan perusahaan yang di turunkan padanya. Hatinya bersemu merah ketika melihat Kim Heena saat tampil di liga yang ia sponsori. Beruntungnya, Kim Heena pun menatapnya dengan tatapan yang sama dengannya, tatapan ketertarikan. Smith dengan gencar mendapatkan Heena, dan akhirnya berhasil menjalin percintaan yang panas dengannya. Heena tak tau jika Smith sudah memiliki keluarga, wajah Smith memang terlihat muda dari umurnya, ia pun tak menceritakan tentang dirinya yang sebenarnya. Hubungan itu terus berlanjut hingga Heena mengandung Darrel. Karirnya terhenti, ia lebih mencintai janin yang ada di dalam perutnya. Smith pun senang dengan kehadiran buah hati nya dengan Heena, karena memang mereka saling mencintai.
LIBURAN BERUJUNG PETAKA
Empat belas tahun yang lalu, saat liburan awal tahun di sekolahnya, Darrel bersama Kim Heena, pergi ke kampung halaman ibunya di Korea Selatan. Ia pergi ke villa di tengah hutan yang sudah di siapkan oleh Harabeoji* dan Helmeoni* dari Korea. Darrel begitu sumringah, ini pertama kalinya ia berkunjung ke negara kelahiran ibunya dan bertemu orang tua dari ibunya.
*Harabeoji \= Kakek, Helmeoni \= Nenek
Hari semakin gelap, Heena mengajak Darrel masuk ke dalam villa untuk makan malam. Darrel pun mengangguk sambil membuntuti ibunya seperti anak ayam yang tak mau kehilangan induknya. Heena sedang mempersiapkan makan malamnya, tapi pergerakannya terbatas, karena ada bayi besar yang sedang mencium lengan atas dekat ketiaknya. Entah kenapa Darrel begitu manja dengan ibunya saat ini.
"Darl, mending kamu duduk deh di sana. Eomma* ga bisa gerak gara - gara kamu kaya bayi gini!" seru Heena.
"Cih... Biasanya eomma juga suka aku cium keteknya" Darrel menghempaskan bokongnya pada kursi di meja makan.
"Jangan cemberut sayang, selesai masak kamu boleh peluk cium eomma lagi. Beres kan?" tersenyum pada Darrel sambil meletakan steik di atas piring. ia meletakkan piring yang berisi steik tenderloin beserta sausnya, sayuran yang di panggang (kentang, wortel dan asparagus) keatas meja makan. "Ayo makan dulu" senyum teduhnya menghiasi ruang makan. Senyum Darrel pun ikut mengembang.
"Hmm.. Pasti enak" Darrel menghirup aroma steik, sambil bertepuk tangan.
Dentingan fork dan table knife bergesek dengan piring, suaranya mengudara di ruang makan. Mereka makan dengan nikmat, Darrel sedari tadi melirik ibunya seperti ingin menyatakan sesuatu. Ibunya tau anaknya itu bertingkah sedikit aneh semenjak sampai villa. Entah karena cuaca atau lingkungan yang membuat Darrel aneh, atau ini seperti sebuah firasat?
*Eomma \= ibu
(Percakapan sebenarnya menggunakan bahasa Korea, tapi biar nyaman di baca langsung di translate menggunakan bahasa indonesia)