Traffic Light

Traffic Light
TETANGGA SEBELAH



Ring... Ring... Ring... "Halo" pria itu memainkan pena dengan jemarinya yang panjang dan besar. "Kerja bagus, lanjutkan seperti rencana awal (mematikan telpon). "Hmm... bagaimana yah kabar gadis kecilku?" dia menaikkan sudut kiri bibirnya membuat kerutan di sudut bibirnya muncul. Ia memandang keluar jendela "Heleia Esmee, aku harap kau mengenaliku" ia menopang dagu dengan tangannya, sambil memperhatikan seseorang di luar jendela.


"Amy... Amy... Waktunya makan" teriak Leia memanggil piaraan kesayangannya.


Leia meletakkan mangkuk yang berisi makanan kucing di halaman depan rumahnya. Rerumputan yang berembun menggelitik telapak kaki Leia ketika menginjaknya, memberikan sensasi sejuk dan nyaman. Gaun tidur putih dengan renda di bawahnya terlihat manis saat ia kenakan. Tangannya yang ramping dengan telaten merawat kebun bunga kecil di sudut halamannya. Leia bersenandung kecil melihat kebun bunganya hampir mekar.


Kring kriing kriing... (suara telpon rumah berbunyi)


"Halo..."


"Ini ibu"


"Ibu? Ahh... Bagaimana keadaan ibu sekarang?" Leia terkejut, ia menutup mulut dengan tangannya.


"Ibu baik - baik saja, bukannya kamu sudah tau?"


"Ah, aku melihat artikelnya. Apa ibu akan kembali?"


"Hmm... Iya, ibu akan kembali. Heum... Ibu ingin tau kabarmu?"


"Kabarku baik bu, pekerjaanku juga lancar - lancar aja"


"Maafkan Ibu Leia, ibu sudah egois meninggalkanmu sendiri"


"Sudah bu, keadaan nya kan ga memungkinkan, yang terpenting sekarang kan ibu lebih bahagia. Tapi, apakah begitu menyenangkan berkeliling eropa? Sampe ibu ga menghubungiku sama sekali?"


"Aku pikir ibu tidak merindukanku" Leia tersenyum miris.


"Omong kosong!! Ibu selalu merindukanmu gadis kecilku" sentak Neftari


"Leia sudah 23 tahun bu, bukan gadis kecil lagi"


"Haha baiklah baiklah kamu sudah dewasa. Tapi bagiku, selamanya kamu tetap putri kecilku. Ibu ingin memelukmu"


Leia menangis lalu menutup telpon ibunya. Hatinya sakit, rasanya berbeda setelah di telpon dengan mengetahui kabar dari media massa. Neftari pergi setelah menyelesaikan masalah perusahaan ayahnya. Walaupun perusahaan itu pailit tapi hutang piutang nya sudah diselesaikan dan telah di akuisisi oleh perusahaan kakek Leia, Baron Marilla, ayah dari Neftari. Setelah itu Neftari pergi liburan ke eropa. Awalnya ia mau membawa Leia, tapi Leia menolak dengan alasan lebih nyaman di tanah air ketimbang di luar negeri. Kuliahnya juga sudah tanggung untuk ditinggalkan. Sambil berkeliling eropa Neftari memiliki kegemaran baru yang membuatnya terkenal setahun ini. Saat di Brussel, Neftari bertemu dengan pramugari senior dari luar negeri yang sering ia temui saat masih berkerja di maskapai penerbangan. Orang itu bernama Marleen Lynn, setelah pensiun, ia kembali ke negara asalnya dan membuka toko perhiasan. Awalnya Neftari hanya iseng mendesain perhiasan, ia mencurahkan kerinduan terhadap suaminya melalui perhiasaan itu. Marleen Lynn terkejut dengan keindahan desain Neftari. Marleen mengikut sertakan desain Neftari pada perlombaan yang diselanggarakan perusahaan perhiasan ternama di eropa, Cartier Lagrou. Alhasil, desain milik Neftari masuk 50 besar dan diproduksi. Desain perhiasan Neftari memberikan kesan cinta yang tulus dan dalam. Karena banyak diminati, Cartier Lagrou selaku perusahaan yang memproduksi perhiasan tersebut mengajukan kontrak kepada Neftari. Setelah menjadi designer perhiasaan utama Cartier Lagrou, Neftari menjadi terkenal di belgia.


Disela isakan tangis Leia terdengar bunyi ketukan di pagar. Seseorang berteriak "Permisi, apa di rumah ada orang?" Leia segera menyeka air matanya dan menyahuti orang yang di luar.


"Siapa?"


Leia membuka pagar, di hadapannya ada seorang pria seumuran ayahnya. Ia membawa sekotak cheesecake, dia tetangga sebelah rumah Leia yang baru saja pindah seminggu yang lalu. Pria itu memperkenalkan dirinya, namanya Luke Hadid seorang profesor sekaligus dokter bedah, ia sebelumnya tinggal di irlandia.


"Ini cake sebagai tanda perkenalan kita, mohon bantuannya Leia" Luke tersenyum, kerutan di sudut bibirnya terlihat menawan.


"Terimakasih paman Luke, saya akan menghabiskan cake nya" Leia membalas senyum pria itu.


Luke kembali ke rumahnya, ia bergumam "Leia, kau sungguh mirip denganku".


Leia memasukan cheesecake ke dalam kulkas, kemudian ia ke kamar orang tuanya. Ia merapikan barang milik ayahnya, sudah jadi kebiasaan Leia merapikan barang milik ayahnya walaupun tidak berantakan. Leia merasa pernah melihat Luke sebelumnya. Saat merapikan dasi Amrali Leia teringat kejadian 3 tahun lalu, saat ia menabrak pria berjas dan menarik dasinya "Ya, itu dia! Paman keren yang pernah aku tabrak di kampus!"