
Maafkan aku, aku terpaksa membohongimu. Sebenarnya Eden adalah anak dari calon suami kakak tiri ku, Nickholas. Tujuh bulan yang lalu Stevi mengirim email untukku, dia bilang,
"kalau sesuatu terjadi padaku, seseorang pasti mencari mu meminta pertanggung jawaban darimu. Jika saat itu benar - benar tiba, aku mohon, tolong lindungi bayiku".
Aku rasa pembunuhan Stevi ada hubungannya dengan Nick. Mungkin pernikahan ini memang satu - satu nya cara agar aku bisa melindungi kamu dan Eden dari Nick.
Setelah selesai bergelut dengan pikirannya, Darrel menautkan jemarinya, ia menatap Leia lekat - lekat.
"AYO MENIKAH!!" tegasnya. "Biar aku yang mengurus surat - suratnya. Tapi, sebelum itu ada yang mau aku tanyakan" Darrel menopang dagunya, lututnya di bawah sikut, menahan beban topangan dagunya.
"Apa?" Leia melipat tangannya di depan Dada.
"Selain aku, siapa saja yang mengetahui identitas anak ini?" Darrel menampakkan wajah serius
"Aku, Paman Luke, Yugi dan para tenaga medis yang menangani persalinan Stevi" jawab Leia santai
"Bisa kah kita sedikit berbohong?" Darrel menyipitkan matanya sebelah sambil merekatkan ibu jari dan telunjuk tangan kanannya.
"Maksudnya?" kening Leia mengernyit.
"Kita anggap kamu yang melahirkan Eden" jakunnya naik turun menelan liur
"APA??!! ITU BUKAN KEBOHONGAN KECIL NAMANYA!!!" matan Leia sontak terbelalak saking kagetnya.
"Aku bisa memanipulasinya, percayakan padaku. Ini demi Eden" bujuk Darrel.
Aku tidak sebodoh itu Darrel, pasti kamu menyembunyikan sesuatu dariku. Baiklah, kita ikuti saja mau mu, biar aku bisa melihat niatan mu. Leia
"Hmm... Baiklah" Leia menjawab setelah berpura - pura berpikir panjang.
Aakkhh... Wanita ini sulit di tebak, wajahnya begitu datar. Aku sulit membaca emosinya, berhadapan dengan wanita ini membuatku merasa pendidikan membaca karakter lawan selama pelatihan itu percuma. Darrel
Darrel mengucap "Terimakasih" lalutersenyum palsu.
"Sekarang sebaiknya kita memake over penampilan anda yang seperti gembel itu" Leia menggerak-gerakkan telapak tangan di depan mukanya. "Tunggu sebentar biar saya siapkan" ia beranjak dari duduknya, kemudian membisikan sesuatu pada Yugi. Setelah mendengar bisikan nona nya ia mengangguk lalu meninggalkan ruangan. Leia masuk ke kamarnya dan mempersiapkan sesuatu di sana.
Apa yang dilakukannya?. Darrel
Meong...
Darrel kaget karena tiba - tiba ada kucing besar yang menggesekkan tubuhnya pada kaki Darrel. Ia memakai celana pendek sehingga sentuhan bulu itu membuatnya geli.
"Dia bikin aku kaget, hehe..." sambil mengelus kepala kucing. "Oh iya, kamu jangan terlalu formal bicaranya, kita akan jadi pasangan menikah. Mana ada pasangan suami istri yang bicaranya formal" gerutu Darrel.
"Baiklah akan saya coba" Leia memasang wajah serius, memusatkan pandangannya ke Darrel.
"Tuh kan!! Ngomong yang biasa aja kaya ke teman gitu" gerutunya lagi.
"Iya Darl. Udah, buruan mandi sana" mendorong punggung Darrel sampai ke kamarnya.
"Iyaa... Iyaa... Darl?? Hehe boleh juga" cengar cengir sendiri.
Yugi datang membawa paper bag yang isinya peralatan cukur, celana dalam pria, baju kaos dan celana. Semuanya di letakkan di atas kasur.
Tok tok tok... Leia mengetok kamar mandi
"Aku meletakkan baju baru di atas kasur, lalu ini..." Leia membuka sedikit pintu kamar mandi dan menyodorkan kantong berisi peralatan cukur. "Ini... Cukur janggut mu"
"Terima kasih" Darrel mengambil kantong tersebut.
Setelah mandi dan bercukur Darrel keluar kamar mandi kemudian memakai pakaian yang sudah di siapkan Leia (Yugi sebenarnya yang yang beli). Ia keluar dari kamar Leia dengan handuk kecil di kepalanya. Leia melihat Darrel keluar dari kamarnya.
"Kemarilah..." Leia menunjuk ke kursi yang ada di hadapannya. "Duduk!" perintahnya.
"Kamu mau ngapain?" Darrel menuruti perintah Leia duduk di kursi yang di tunjuk Leia.
"Potong Rambut" ia mengeringkan rambut panjang Darrel dengan handuk yang ada di kepalanya.
"Eehh... Emang bisa?" sebenarnya Darrel ragu - ragu saat Leia mau memangkas rambutnya.
"Bisa, tapi ga mahir" Leia menyisir rambut lurus Darrel yang kusut. setelah itu memakaikan hair cape yang terlihat usang pada Darrel.
"Jangan rusakin rambutku ya?" Darrel membelai - belai rambutnya.
"Tenang aja" Leia mulai memangkas rambut Darrel.
20 menit kemudian...
To be Continue...