
PESAN
Neftari:
Nyonya Katie, apa anda tau kalau Darrel sudah menikah?
Katie:
Apa maksudmu Tari? Anak bandel itu sudah hampir setahun tidak pulang.
Neftari:
Berarti apa yang di katakan nya semua benar.
Katie:
Aku sungguh tidak mengerti. Tolong jelaskan padaku apa maksudmu?
Neftari:
Mohon maaf nyonya, anak bungsu anda Darrel, ternyata sudah menikahi putri saya di Indonesia. Mereka bahkan sudah setahun menikah dan sudah memiliki bayi. Sepertinya kita harus membicarakan hal ini secara langsung.
Katie:
Oh Gosh... I'm so sorry darling, atas kelancangan putra ku. Nanti biar kami yang mengunjungimu, sampai jumpa di Indonesia Tari.
Mansion Lagrou, Brussel
"Anakmu membuat masalah lagi" ucap Katie pada suaminya.
"Kali ini apa?" pandangannya berpaku pada majalah bisnis yang sedang di bacanya.
Lihat dia, sok keren sekali... Dasar, tua bangka yang tidak tau umur, huh... Katie.
"Dia menikahi anak dari salah satu Ace* ku" ia duduk di samping suaminya. "Luangkan waktu mu, kita harus ke Indonesia secepatnya" ia mengambil majalah dari tangan suaminya lalu meletakkan nya ke atas meja. Wanita paruh baya itu menarik dagu suaminya ke samping, agar bertatap muka dengannya. "Tatap aku jika kita sedang bicara" tegasnya.
*Ace adalah seorang ahli/pekerja terbaik
"Bravo, bravo..." tangannya bertepuk ria. "Anak lelaki ku itu memang beda. Aku salut dengan keberaniannya menikahi wanita yang benar-benar dia cintai" sindirnya, memasang senyumnya secara terpaksa.
Apa-apaan responnya itu? Katie mengerutkan keningnya.
"Aaahh, Aku jadi terkenang masa mudaku. Bukankah menurutmu aku begitu pengecut? Seandainya aku lebih dulu bertemu dengan Heena, apa aku akan menikahi nya yang karena cinta? Atau tetap menikahi mu demi mendapatkan LaGrou?" Smith menengadahkan wajahnya.
Katie beranjak dari duduknya, berpindah menduduki pangkuan suaminya. Ia menarik kepala Smith yang sedang tengadah menjadi tegak menghadapnya "Come on baby..." katie membelai rambut Smith. "Aku tidak pernah memaksamu untuk menikahi ku kan? Aku juga tak mengharap cinta darimu, kita hanyalah pasangan di atas kertas yang menghasilkan keturunan demi kelangsungan perusahaan dan permintaan keluarga" Katie meletakkan kepalanya di dada bidang Smith yang mulai mengendur itu.
"Kau memiliki kekasihmu sendiri, begitupun aku" Katie memainkan jemarinya di atas dada Smith melukis lingkaran berulang-ulang. "Di awal pernikahan bukankah kita sudah sepakat? Jangan ada anak di luar nikah!! Demi menjaga kemurnian keturunan bukan? Itu permintaan ayahmu loh. Kau bahkan mengetes DNA anak yang aku kandung sendiri" ia menggigit bibir bawahnya dengan geram. "Haah... Konyol sekali" Ia bangkit dari pangkuan suaminya, ditatapnya Smith yang saat itu memperhatikan istrinya yang tiba-tiba bersikap manja, aneh tak seperti biasanya.
"Sialnya kau sendiri yang melanggarnya kan? Kau memiliki anak di luar nikah dengan kekasihmu. Tau-tau kau menyuruhku untuk menjadi ibu sah nya di mata hukum. Jadi yang dunia tau Darrel itu anak kandungku. Sungguh, yang kau tau hanya membebaniku saja" Katie menahan air matanya, tangannya tak henti memukul suaminya secara brutal.
"Apa kau sakit jiwa? Sudah selesai main dramanya?" Smith menangkis pukulan dari istrinya yang mulai terasa pedas di kulitnya, ia menahan tangan Katie agar berhenti memukulinya.
"Ayolah Smith, kau tau sendiri kenyataannya. Kau itu suami yang brengsek!! Yang gila itu kau!!" Wanita itu berhenti memukul Smith dan melepaskan tangannya dari cengkraman Smith.
"Hey, sudahlah!! Bukannya aku sudah memberi kompensasi yang besar? Kau sekarang memiliki Cartier Lagrou kan? Itu bahkan lebih dari cukup" keluhnya.
"Kau duluan yang memulainya suamiku" ia kembali bergelayut manja di tangan suaminya.
Aku yakin perempuan ini gila!! Cepat sekali moodnya berubah-ubah, tsk... Smith.
"Kapan kita menemui Darrel?" tanya Smith pada Katie.
"Bukan Darrel, tapi mertuanya, ibu dari istrinya" tegas Katie.
"Ya, ya, terserah kau saja" Smith menjawab malas. Ia melepaskan tangan Katie yang membelenggu lengan berototnya yang tampak kendur.
"Besok... Besok kita berangkat" imbuh Katie.
"Baiklah, kau urus saja" Smith berlalu meninggalkan Katie di ruang keluarga. Sedangkan ia menuju kamarnya yang terpisah dengan Katie.
To be continue...