
Pasangan Lagrou telah tiba di tanah air, Katie memanggil taksi bandara. Ia memberikan secarik kertas bertulis alamat rumah Neftari pada supir taksi tersebut. Pasangan itu tidak mengerti bahasa indonesia, jadi Neftari menyarankan untuk menuliskan alamat yang sebelumnya Neftari kirimkan ke dalam kertas agar pasangan itu tak perlu melafalkan alamat yang di rasa sulit di ucap pasangan itu. Supir melajukan taksinya ke alamat yang di maksud.
Sesampainya di depan rumah Neftari, Katie membunyikan bel yang letaknya di dinding samping pagar. Terdengar suara pria dari doorbell intercom yang menyambutnya dengan bahasa yang asing di telinga mereka.
"Siapa dan ada keperluan apa pak, bu?" Ucap Yugi dari dalam rumah.
"Permisi, apakah benar ini rumah nyonya Neftari?" jawab Katie menggunakan bahasa sejuta umat, yaitu bahasa inggris.
"Ya benar, ada keperluan apa nyonya?" di jawab Yugi dengan bahasa inggris juga, ia tak melihat monitor saat itu. Yugi pun menekan tombol on pada monitor di intercom untuk memastikannya.
"Saya mencari nyonya Neftari" balas Katie sopan, masih tetap dengan berbahasa inggris.
"Ok, wait a minute" Yugi bergegas mencari ibu dari tuannya itu.
Tok tok tok
"Nyonya ada sepasang bule mencari nyonya di depan" ucap Yugi dari depan pintu kamar Neftari.
"Persilahkan masuk" teriak Neftari dari dalam kamar.
Yugi pun membukakan gerbang dan menyambut pasangan suami istri bule itu. Yugi menghantarkan mereka ke ruang tamu, ia kemudian berlalu ke dapur untuk menyuguhkan jus segar untuk kedua bule tersebut.
Neftari ke ruang tamu sambil menggendong Eden. Mr. Smith membelalakkan matanya, ia pun berdiri memperhatikan bayi berpakaian serba pink itu.
(Note penulis: Percakapan yang ada Nyonya dan Tuan Lagrou menggunakan bahasa inggris, tapi langsung saya terjemahkan ke bahasa indonesia biar ga ribet, hehe)
"Ini cucuku?" tanya Smith.
Terpancar kasih sayang dari kedua bola mata Smith saat melihat Eden. Eden memiliki rambut yang hitam dan kulit seputih susu seperti Darrel, "Mirip" pikir Smith.
Smith menggendong bayi itu, Katie mendekat ke suaminya untuk melihat Eden. Katie langsung jatuh cinta dengan bayi mungil itu. Ia begitu gemas sampai mencium pipi Eden berulang-ulang, sesekali menggigit pipi gembulnya.
"Sudah, sudah, dia sudah hampir menangis karena takut olehmu. Lihat bibirnya mulai melengkung ke bawah" Smith menghentikan kegiatan cium mencium yang dilakukan Katie.
Kini wajah Katie yang cemberut, "Dia bukan cuma cucumu saja!! Dia juga cucuku tau!!" bentaknya pada Smith dengan suara tertahan. Ia takut baby Eden terkejut dan jadi beneran takut dengannya.
Neftari tersenyum melihat pasangan suami istri itu. Saat di Brussel, adu mulut antar suami istri itu sudah biasa di lihatnya. Walaupun sangat di sayangkan sifat Mr. Smith yang suka bergonta ganti kekasih, sekedar menghangatkan ranjangnya. Tapi di mata Neftari terkadang Mr. Smith menunjukkan perhatiannya sebagai seorang suami kepada Nyonya pemilik Cartier Lagrou itu.
Dari arah dapur Yugi datang membawa nampan berisikan jus mangga. Ia meletakkan jus mangga itu bak butler handal. Ia mundur teratur meninggalkan ruang tamu. Ia ke taman belakang, Yugi mengeluarkan ponsel dari saku nya untuk mengirimkan pesan pada Leia untuk memberitahukan keadaan terbaru di rumah. Tak lupa ia memberitahukan kedatangan sepasang bule yang identitasnya tak di ketahui.
Studio Meubel HAN
Drrt... Drrt...
Ponsel Leia bergetar, notifikasi di layar utama menunjukkan sebuah pesan dari Yugi. Leia yang sedang memotong kayu seketika menghentikan kegiatannya. Leia membuka sarung tangan kulitnya, kemudian ia mengusap layar ponsel dan menyentuh pesan yang muncul di layar notifikasi.
Siapa ya bule yang datang ke rumah, kalo tamu ibu dari luar negeri berarti?? Haah!! Leia membulatkan matanya dan keluar dari studio nya, tak lupa ia menguncinya.
Dengan menunggangi kuda skuternya ia membelah jalanan kota yang mulai senggang karena sudah lepas dari jam makan siang. Ia pulang ke rumah untuk memastikan praduga nya.
To be continue...