
...╭┉┉┅┄┄┈•◦ೋ•◦❥•◦ೋ...
... Selamat Membaca...
...•◦ೋ•◦❥•◦ೋ•┈┄┄┅┉┉╯...
"Dimana aku?"
Athanaxius memandang kamar yang nampak tak asing baginya. Saat benar-benar melihat, ternyata dia berada di kamar Devita yang ada di Manor.
Sekelebat ingatan muncul di kepalanya dimana dia melakukan penyerangan terhadap Devita dan membuat Raja Monachus terbunuh. Athanaxius menangkat kedua tangannya sembari menatapnya hampa.
"Apa yang aku lakukan? Aku kembali membunuh?" Setetes air mata penyesalan jatuh ke telapak tangannya.
'Bukan kau yang melakukannya, tapi aku.' Si mata merah yang berada di pikirannya bersuara, 'Aku juga tak ingin membunuh, tetapi sebuah perintah membuatku tak terkendali dan akhirnya menguasai dirimu.'
"Sialan!" Tangan Athanaxius terkepal kuat.
'Kau harus melenyapkanku agar terbebas dari sang Dryas yang mengendalikanmu.'
Athanaxius tidak pernah berpikir bahwa Kayanaka akan bersekutu dengan Ratu Amanita. Pantas saja wanita itu baik-baik saja saat menatap matanya, karena ternyata mendapat bantuan dari Ratu Amanita yang membuatnya mendapat kutukan ini.
"Bagaimana tidurmu, Athanaxius?"
Athanaxius terkejut saat melihat sosok Ratu Amanita yang berdiri tak jauh darinya bersama Kayanaka.
"SIALAN! APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU?"
"Tenanglah, Nak ... Kau pemarah sekali, haha," Ratu Amanita tertawa. Ratu Amanita lantas menatap ke arah Kayanaka, "Kau ingin aku mengendalikannya lagi, Kayanaka? Sepertinya Pangeran yang satu ini sulit kau taklukkan tanpa bantuanku."
"Dengan senang hati aku menerima bantuanmu." Balas Kayanaka yang membuat Athanaxius semakin geram ditempatnya.
Maka sebelum Ratu membuatnya dikendalikan lagi, Athanaxius hendak pergi dengan kekuatan teleportasinya. Sayang keberuntungan tak berpihak padanya, kekuatan teleportasinya tiba-tiba tak bisa digunakan.
"Kau tak akan bisa lari dariku, hahaha," Ratu Amanita melihat wajah Athanaxius yang nampak suram dengan penuh kebahagiaan, "Hari ini kau akan melakukan perintahku." Tawa itu lenyap beriringan dengan tangannya yang mengeluarkan sihir dan diarahkan pada Athanaxius.
Kayanaka dan Ratu Amanita tertawa puas setelah melihat Athanaxius kembali menjadi boneka untuk mereka.
"Ayo, kita hancurkan Kekaisaran Alioth. Bunuh keluargamu tanpa sisa, Athanaxius!"
...-ˋˏ ༻❁༺ ˎˊ-...
Kaisar Hylobates tengah dilanda kecemasan karena banyak wilayah dibawah kekuasaannya yang diserang oleh monster. Tak hanya itu, dia juga mendengar kabar bahwa Kekaisaran Alhena berhasil dijatuhkan oleh seseorang yang katanya adalah sang Dryas.
Ada banyak keluhan setiap harinya dari para rakyat yang mengatakan bahwa ada sekelompok orang yang juga menyerang dan bukan hanya monster. Langit yang gelap juga membuat kecemasan dan ketakutan rakyat bertambah.
"Seperti ramalan, perang melawan kegelapan akan terjadi lagi."
Kaisar Hylobates tengah berada di ruang kerjanya bersama Efarish Bardas.
"Tapi lawan kita bukanlah Raja iblis, melainkan sang Dryas, pewaris kekuatan Raja iblis." Sambung Bardas sambil melihat sebuah peta yang dia dapat dari Sirakusa, temannya.
"Bagaimana dengan rakyat, Bardas? Aku tak bisa meredam kepanikan mereka saat ini." Nada bicara Kaisar Hylobates terdengar pasrah.
"Saya menyarankan agar Anda dan keluarga Anda berlindung saja." Bardas menatap gambar peta wilayah yang didominasi warna hitam sebagai tanda bahwa wilayah itu sudah jatuh ke tangan Ratu Amanita.
"Tidak bisa! Aku tak mungkin lari dari tanggung jawabku, Bardas!" Ucapan Bardas menggores harga diri Kaisar sebagai sosok pemimpin.
Bardas menghela nafas, "Hanya cara itu untuk membuat Anda dan keluarga Anda selamat juga demi masa depan Kekaisaran ini."
"Lalu bagaimana dengan rakyat ke depannya? Tidak akan ada seorang Kaisar tanpa adanya rakyat!" Kaisar Hylobates berdiri dari duduknya, "Lakukanlah hal yang sama seperti Sirakusa, kumpulkan rakyat ditempat yang masih aman dari serangan monster kemudian lindungi mereka!"
"Baik, Yang Mulia ..." Dengan pasrah Bardas menuruti perintah Kaisar Hylobates.
Dalam sekejap mata Kaisar Hylobates kini sendirian di ruang kerjanya. Namun tak lama terdengar suara pertengkaran dari ruang singgasana yang memang berada di depan ruang kerjanya.
"Apa terjadi sesuatu?" Kaisar Hylobates lantas keluar untuk memeriksa.
Memasuki ruang singgasananya, Kaisar terkejut melihat sosok Athanaxius yang tengah menyerang saudara-saudaranya sendiri hingga terluka parah.
"AYAHANDA, JANGAN KEMARI!" Hydrasa berteriak nyaring memperingati Kaisar.
Belum sempat keterkejutan itu hilang, Kaisar Hylobates terpental hingga menabrak patung singa yang ada di ruangan itu.
Brak
"Dasar lemah!"
Ejekan itu membuat Kaisar Hylobates yang tengah merintih kesakitan pun menoleh ke depan, dimana sosok Athanaxius berdiri dan menatap remeh ke arahnya. Tetapi bukan hanya Athanaxius, melainkan ada sosok Ratu Amanita yang berdiri di samping kanan Athanaxius.
"Kerja bagus, Athanaxius!" Puji Ratu Amanita, "Lihatlah sosok ayah yang selama ini tak pernah memberimu kasih sayang. Kau harus membalasnya, Athanaxius!"
"JANGAN DENGARKAN DIA, ATHANAXIUS!"
Athanaxius menoleh ke arah ibundanya berada.
"AMANITA! JANGAN BUAT ANAKKU MENJADI BONEKAMU!!" Selir Airith berteriak sekuat tenaga meskipun tubuhnya semakin kesakitan akibat sulur hitam yang melilitnya begitu kuat.
"Hahaha, lihatlah itu, Athanaxius! Apa kau tak ingin tahu bagaimana kau mendapat kutukan yang membuatmu tersiksa selama ini?"
Athanaxius berjalan mendekat dimana ibundanya berada, saat itu pula sihir pengendali Ratu Amanita hilang.
"Athan hiks ..." Untuk pertama kalinya ibundanya memanggil namanya sembari menatap matanya, sayang sekali karena itu pula kutukannya lah yang bereaksi.
"Katakan! Kenapa aku bisa mendapat kutukan ini!!" Athanaxius menekan leher selir Airith. Meskipun demikian, Athanaxius juga berusaha menekan kutukannya agar tak membunuh ibundanya sendiri.
"K-kutukan i-itu karena d-dia!" Selir Airith menunjuk Ratu Amanita yang menyeringai ke arahnya.
Athanaxius lantas melepaskan tangannya dari leher ibundanya. Dia ingin mendengar penjelasan dari ibundanya.
"Ra-tu Amanita dahulunya adalah teman dekat ibunda. Ibunda tahu kalau ternyata dia adalah pemuja iblis, maka dari itu ibunda menjauhinya. Karena hal itu, Ratu Amanita tidak terima dan memberimu sebuah kutukan sewaktu kau masih bayi."
"Sudah cukup! Kau harus melakukan tugasmu, Athan!" Ratu Amanita kembali memberikan sihir pengendali pada Athanaxius.
Athanaxius terkejut saat tubuhnya tiba-tiba merasakan panas yang luar biasa seolah-olah membakarnya hidup-hidup.
"ARGHHH!!" Athanaxius berteriak kencang merasakan sakit yang sangat menyiksanya itu.
"ATHANAXIUS, KAU HARUS MELAWANNYA! JANGAN TUNDUK PADANYA!! IBUNDA MOHON ... hiks ... IBUNDA MENYAYANGIMU!"
Athanaxius merasakan sihir pengendali dan sesuatu di dalam tubuhnya saling berperang.
Ratu Amanita keheranan karena sihir miliknya tak kunjung membuat Athanaxius kembali menurutinya, maka dia terus melayangkan sihir pengendali ke arah Athanaxius.
Kesempatan kecil itu dimanfaatkan Kaisar Hylobates untuk memanggil Bardas kemari menolong mereka yang sudah terdesak.
Sihir pengendali milik Ratu Amanita berhasil membuat Athanaxius kembali terpengaruh dan membuat Ratu Amanita tertawa kencang.
"Bunuh mereka, Athan!"
Athanaxius lantas menyerang saudara-saudaranya lebih dulu dengan pedang sihir miliknya dan berhasil menghujam jantung Salamandra terlebih dahulu kemudian menghujam jantung Lorius.
"JANGAN!!!" Kaisar Hylobates berteriak kencang saat melihat Athanaxius menyerang anak-anaknya dengan pedang.
Tepat sebelum pedang sihir milik Athanaxius mengenai Hydrasa dan Panthera, Bardas datang dan menghalangi pedang itu dengan kekuatannya.
"Apa yang Anda lakukan, Pangeran!" Bardas marah kepada Athanaxius.
"Hanya memberi mereka pelajaran, apa aku salah?" Athanaxius tersenyum miring.
Bardas tahu Athanaxius tengah dikendalikan oleh Ratu Amanita, maka dari itu dia menangkis serangan Athanaxius dan mengarahkannya pada Ratu Amanita.
Akibatnya, Ratu Amanita berhasil terpental begitu pula Athanaxius. Bardas lantas memanfaatkan hal itu untuk membawa pergi Kaisar Hylobates, Selir Airith, Hydrasa serta Panthera yang memang masih selamat dengan kekuatan teleportasinya ke tempat yang sudah dia amankan.
Serangan yang dilakukan Athanaxius berhasil membuat Pangeran Salamandra, Pangeran Lorius serta Permaisuri Spizalica meninggal dunia.
•───────•°•❀•°•───────•
Terimakasih sudah membaca.
Aku up dua chapter sebagai ganti karena ngebuat kaliaan merasa tergantung olehku🥺maaf ya guysss!!