The Miracles Of Two Souls

The Miracles Of Two Souls
Chapter 48: Kecewa Yang Berulang



...╭┉┉┅┄┄┈•◦ೋ•◦❥•◦ೋ...


...         Selamat Membaca...


...•◦ೋ•◦❥•◦ೋ•┈┄┄┅┉┉╯...


Suasana pesta pernikahan malam ini nampak begitu ramai dan penuh kebahagiaan untuk kedua pengantin itu. Nervilia dan Elephas duduk bersebelahan di atas kursi pelaminan yang sudah disediakan untuk mereka.



Para tamu cukup terkejut dengan nuansa pesta yang berbeda dari pesta pernikahan sebelumnya. Di pesta pernikahan ini, saat mereka tiba di pintu masuk istana Azalea, mereka langsung mendapat suvenir pernikahan juga disambut alunan merdu dari pemusik Krisanthida.



Tak hanya itu, para tamu juga bisa melihat dimana Kaisar Helarctor dan dua istrinya duduk di sebelah kanan pengantin, lalu di sebelah kiri terdapat Raja Monachus dan dua istrinya.


Para tamu semakin terkejut saat ada seorang lelaki yang memperkenalkan diri sebagai pembawa acara di pesta pernikahan ini.


Elephas yang ada di sebelah Nervilia tentu saja mengerutkan keningnya bingung, "Bagaimana konsep pesta pernikahan yang dirancang oleh Sirena?"


"Entahlah, tapi aku menyukainya. Gaun yang aku kenakan kali ini juga hasil rancangan Sirena, gaun ini nyaman sekali saat aku memakainya." Nervilia memandang gaun yang dia pakai. Gaun itu membentuk lekuk tubuhnya yang membuatnya banjir pujian.



Elephas pun turut menjatuhkan matanya ke arah gaun yang dikenakan Nervilia, "Sepertinya memang terlihat nyaman. Kau tidak perlu menggunakan crinoline yang membuatmu mengeluh."


"Tentu saja. Malam ini aku benar-benar merasa bahagia, Elephas ..."


Elephas merangkul pinggang Nervilia dengan erat, "Aku pun sama, sayang ..." Elephas mengecup bibir Nervilia sekilas. Siapapun yang melihat keduanya pasti merasa iri, terutama para wanita yang belum menikah.


"YANG MULIA AGUNG KAISAR HYLOBATES MUELLERI LYN ALIOTH DAN KELUARGA MEMASUKI ISTANA AZALEA ..."


Semua tatapan para tamu undangan tertuju pada pintu, dimana Kaisar Hylobates memasuki istana Azalea dengan langkah tenang.


"UNTUK KAISAR HYLOBATES MUELLERI BESERTA KELUARGA, KAMI UCAPKAN SELAMAT DATANG ..." Si pembawa acara yang merupakan salah satu legion di Manor Sirena turut menyambut kedatangan para tamu undangan, meskipun dalam hati dia merasa sedih karena orang yang mengajarinya menjadi pembawa acara justru mendekam dalam penjara.


Kaisar Hylobates dan keluarganya berjalan menuju pelaminan. Mereka mengucapkan selamat atas pernikahan Nervilia dan Elephas setelah memberi salam hormat pada Kaisar Helarctor dan Raja Monachus.


Saat tiba giliran Athanaxius memberikan selamat, tatapan semua orang terpusat pada Athanaxius. Athanaxius terlihat berbeda dari lelaki yang hadir di pesta. Hanya Athanaxius yang menggunakan penutup mata, namun lelaki itu seolah-olah bisa melihat meskipun matanya ditutup.


"Selamat untuk kalian." Hanya itu yang diucapkan oleh Athanaxius. Setelah mengatakan itu, Athanaxius turun dari pelaminan menuju kursi yang sudah disediakan.


Saat itu pula dia mendengar suara bisik-bisik mengenai dirinya. Tetapi yang sekarang ini adalah dirinya si mata merah, bukan Athanaxius.


'Mereka semua membicarakanmu, Athanaxius.'


'Biarkan aku yang mengambil alih!'  Athanaxius menggeram tertahan karena mata merah tidak memberitahunya saat mengambil alih dirinya.


"Pangeran Athanaxius sangatlah tampan terlepas dari kutukannya itu."


"Kau benar. Aku harus berdansa dengannya nanti."


"Hei apa kau tidak takut akan dibunuh oleh Pangeran Athanaxius?"


"Apa kau tidak lihat? Dia menggunakan penutup mata, jadi aku akan aman!"


Para saudara Athanaxius menyusul duduk di meja yang sama dengan Athanaxius, terutama Panthero Leonard, anak kesayangan ibundanya yang mengambil tempat duduk di sebelah kiri Athanaxius.


"Kakak! Apa kau tidak dengar? Ada banyak wanita yang ingin berdansa denganmu!"


"Tentu saja karena dia memakai penutup mata. Kalau dia tak memakainya, mungkin akan banyak wanita yang mati terbunuh malam ini. Benar-benar menyusahkan!" Salamandra mendengus.


"Salamandra!"


Salamandra menoleh, menatap saudaranya yang baru saja menegurnya, Lorius Megaptera. Putra dari Permaisuri Spizalica.


"Berisik!" Athanaxius yang mencoba merasakan kehadiran Sirena jadi tidak bisa fokus karena ulah para saudaranya.


"SAYA MEWAKILI KELUARGA KEKAISARAN DAN KELUARGA KERAJAAN SERTA PASANGAN SERASI PANGERAN ELEPHAS DAN PUTRI NERVILIA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH YANG SEBESAR-BESARNYA ATAS WAKTUNYA."


Semua mata terfokus pada sang pembawa acara yang mulai mengajak para tamu berdoa bersama yang dipimpin oleh Hester.


"BERANJAK KE ACARA UTAMA, YAITU DANSA ISTIMEWA YANG AKAN DILAKUKAN OLEH PASANGAN PENGANTIN ... MARI KITA BERALIH KE RUANG DANSA YANG SUDAH KAMI PERSIAPKAN."


Pintu yang ada di sebelah kiri ruangan utama istana Azalea terbuka lebar. Pembawa acara berjalan menuju kesana, menuntun Elephas dan Nervilia dan diikuti oleh para tamu undangan.



Di ruang dansa itu terdapat sebuah panggung dimana para pengiring musik dansa berada. Ada juga sebuah piano besar di sebelah kiri panggung.


"Kak Athan! Aku mendengar informasi dari seorang Putri, bahwa Putri Sirena ada di dalam penjara bawah tanah Kekaisaran Alhena!" Athanaxius yang sedari tadi diam tak bisa untuk tidak terkejut.


Panthera merasa senang saat Athanaxius akhirnya menanggapinya, "Katanya, Putri Sirena membuat ulah saat berada di Hypatia."


Jadi karena ini dia tak merasakan kehadiran Sirena. Wanita itu tengah di penjara.


"PANGERAN ELEPHAS DAN PUTRI NERVILIA DIPERSILAHKAN KE TENGAH RUANGAN ..."


Elephas dan Nervilia berjalan menuju tengah ruangan. Mereka kemudian saling berhadapan dengan senyum yang merekah, bersiap untuk melakukan dansa.


Namun tiba-tiba semua lilin yang menyala padam, hingga membuat ruangan seketika gelap. Lalu terdapat sebuah cahaya yang mengarah pada piano di sebelah kiri panggung.


"ASTAGA! BUKANKAH ITU PUTRI SIRENA?"


"Kenapa dia bisa ada disini? Harusnya Putri Sirena ada di penjara!"


Athanaxius langsung membuka penutup matanya saat mendengar suara para tamu undangan yang menyebut nama Sirena. Tatapannya terfokus pada Sirena yang disinari sebuah cahaya putih dan duduk di kursi piano.


"Tidak ada hadiah yang bisa saya berikan untuk Putri Nervilia dan Pangeran Elephas. Maka sebagai gantinya, saya akan mengiringi dansa mereka dengan lagu yang akan saya nyanyikan." 


Elephas terkejut, "Bukankah Sirena tak bisa memainkan alat musik apapun?"


Nervilia beralih menatap Elephas, "Aku pun tidak tahu, mungkin dia belajar diam-diam, siapa yang tahu?"


"Putri Nervilia dan Pangeran Elephas ... Selamat menikmati dansanya ..." Sirena kemudian mulai menekan tuts-tuts piano dengan jemari lentiknya.


I found a love for me.


Darling, just dive right in, and follow my lead.


Semua orang terpaku mendengar suara Sirena yang begitu merdu, terutama Athanaxius yang sudah mendengar dua kali Sirena bernyanyi.


Well, I found a girl - beautiful and sweet.


Oh, I never knew you were the someone waiting for me


Elephas dan Nervilia memulai dansanya. Elephas merasa lagu yang dibawakan oleh Sirena begitu pas untuknya.


Cause we were just kids when we fell in love,


Not knowing what it was.


I will not give you up this time,


But darling, just kiss me slow,


Your heart is all I own,


And in your eyes you're holding mine.


Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms,


Barefoot on the grass, while listening to our favorite song.


When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath


But you heard it, darling, you look perfect tonight.


Well I found a woman, stronger than anyone I know.


She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home.


I found a love to carry more than just my secrets,


To carry love, to carry children of our own.


Kedua pasangan pengantin itu berdansa dengan lincah dan menikmati lagu romantis yang dibawakan oleh Sirena.


We are still kids, but we're so in love,


Fighting against all odds.


I know we'll be alright this time.


Darling, just hold my hand.


Be my girl, I'll be your man.


I see my future in your eyes.


Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms,


Barefoot on the grass, listening to our favorite song.


I don't deserve this, darling, you look perfect tonight.


Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms,


Barefoot on the grass, listening to our favorite song.


I have faith in what I see.


Now I know I have met an angel in person,


And she looks perfect, I don't deserve this.


You look perfect tonight.


Elephas dan Nervilia selesai berdansa seiringan dengan lagu yang dibawakan oleh Sirena.


Lilin-lilin yang semula padam juga kembali menyala yang membuat ruang dansa begitu terang. Tak hanya itu, ruang dansa juga semerbak wangi lavender yang begitu menenangkan bagi siapapun yang menghirupnya.


"PARA TAMU DIPERSILAHKAN UNTUK BERDANSA ... DAN PUTRI SIRENA, APAKAH ANDA INGIN MENYANYIKAN SEBUAH LAGU LAGI?"


Pembawa acara yang merupakan anak buah Sirena mencoba untuk tidak menangis saat melihat kehadirannya.


"Bila Putri Nervilia dan Pangeran Elephas mengizinkan, aku akan membawakan satu lagu lagi untuk mengiringi dansa bagi yang lain." Ucap Sirena dengan senyuman di bibirnya.


"Aku mengizinkan." Nervilia bersuara dengan lantang.


Para tamu yang memang sudah menemukan partner dansa pun maju ke tengah ruangan untuk berdansa.


Putri Kayanaka yang melihat sosok Athanaxius langsung menghampiri lelaki itu.


"Pangeran Athanaxius ... Sudah lama sekali kita tak pernah bertemu." Putri Kayanaka membungkuk memberi hormat pada Athanaxius.


Athanaxius kembali memakai penutup matanya saat tahu siapa orang di depannya, "Putri Kayanaka ..."


Kayanaka mendongak, menatap wajah tampan Athanaxius, "Maukah Anda berdansa dengan saya?" Tanpa menunggu persetujuan Athanaxius, Kayanaka menarik tangan lelaki itu ke tengah ruangan yang membuat mereka menjadi pusat perhatian, terutama Sirena.


Dari tempatnya Sirena bisa melihat tatapan penuh cinta dari Kayanaka untuk Athanaxius. Sirena mendengus, namun dia memilih abai, jari-jemarinya kembali menekan tuts-tuts piano. Dia akan membawakan lagu Beautiful in white- Shane Filan.



Not sure if you know this


But when we first met


I got so nervous I couldn't speak


In that very moment


I found the one and


My life had found it's missing piece


Mereka semua mulai berdansa, begitupula Athanaxius dan Kayanaka.



So as long as I live I love you


Will have and hold you


You look so beautiful in white


And from now til my very last breath


This day I'll cherish


You look so beautiful in white


Tonight


Sirena terus memperhatikan Athanaxius yang nampak menikmati dansanya dengan Kayanaka. Tiba-tiba dia merasa jemarinya mulai lemas untuk menekan tuts-tuts piano.


What we have is timeless


My love is endless


And with this ring I


Say to the world


You're my every reason


You're all that I believe in


With all my heart I mean every word


So as long as I live I love you


Will haven and hold you


You look so beautiful in white


And from now til my very last breath


This day I'll cherish


You look so beautiful in white


Tonight


Perasaan sesak mulai dirasakan Sirena. Apalagi saat semua orang justru terpaku pada dansa yang dilakukan Kayanaka dan Athanaxius. Mereka seolah-olah adalah pasangan yang saling jatuh cinta dan berpisah selama ribuan tahun lalu bertemu kembali.


Oooh oh


You look so beautiful in white


So beautiful in white


Tonight


And if a daughter is what our future holds


I hope she has your eyes


Finds love like you and I did


Yeah, and when she falls in love, we'll let her go


I'll walk her down the aisle


She'll look so beautiful in white


You look so beautiful in white


So as long as I live I love you


Will haven and hold you


You look so beautiful in white


And from now til my very last breath


This day I'll cherish


You look so beautiful in white


Tonight


You look so beautiful in white


Tonight


Sirena berhasil menyanyikan lagu Beautiful in white meskipun hatinya panas dingin. Sirena berdiri dari duduknya, memperlihatkan betapa cantiknya dia malam ini. Dengan gaun berwarna biru yang terlihat sederhana namun elegan, Sirena benar-benar seperti seorang Dewi yang jatuh dari langit.



Tapi sayang, tidak ada yang memuji penampilannya bahkan untuk sekedar memberi tepuk tangan. Mereka semua justru memberi pujian pada Athanaxius dan Kayanaka yang dansanya paling bagus diantara yang lain.


Maka dari itu Sirena memutuskan untuk pergi saja. Untuk kesekian kalinya, Sirena merasa kecewa.


'Untuk kesekian kalinya, gue merasa kekecewaan yang dirasain Sirena asli begitu banyak. Disaat mereka semua bahagia, Sirena justru banjir air mata.' Sirena menghapus air matanya yang menetes.



•───────•°•❀•°•───────•


Terimakasih sudah membaca.


Ini cerita kedua saya, mohon dukungannya ya:)


Saya menerima kritik dan saran.  Apakah cerita ini menarik?