The Miracles Of Two Souls

The Miracles Of Two Souls
Chapter 45: Kekacauan di Hypatia



...╭┉┉┅┄┄┈•◦ೋ•◦❥•◦ೋ...


...         Selamat Membaca...


...•◦ೋ•◦❥•◦ೋ•┈┄┄┅┉┉╯...


Sirena menerima wadah berisi air suci dengan tangan bergetar, kakinya mulai lemas. Namun seiring Sirena memercikkan air suci untuk kedua pengantin di depannya, telapak tangan kirinya kian memanas dan membuat mangkok berisi air suci jatuh ke lantai.


PRANG


Semua orang sontak melihat ke arah Sirena. Mereka menerka-nerka, kira-kira apa alasan Sirena membanting mangkok air suci itu?


Tapi yang menjadi masalah bukan itu, namun semua orang mengira, ini adalah ulah Sirena yang tidak ingin pernikahan Nervilia dan Elephas berjalan dengan lancar.


"ANAKKUU!! TOLONG!!! DIA KERASUKAN IBLIS!!"


Salah satu Putri dari Kerajaan Apollo tiba-tiba mengamuk. Mata Putri itu sepenuhnya berwarna hitam. Putri itu mengamuk dengan tak terkendali, menyerang siapapun dengan sihir hitam yang menghalanginya.


"LINDUNGI PUTRI MAHKOTA!" Seru Elephas saat lelaki itu tahu, Putri yang tengah kerasukan menargetkan Nervilia.


Para jajaran legion istimewa dikerahkan begitu banyak saat Putri Kayanaka turut serta kerasukan.


Hari ini Hypatia begitu kacau. Para Hester mencoba menahan serangan yang terus dilayangkan oleh Putri Kayanaka serta Putri yang satunya lagi.


"HANCURKAN PERNIKAHAN NERVILIA!" teriakan itu begitu lantang dari Putri Kayanaka dan Putri yang satunya.


Elephas memandang Sirena yang kini nampak ketakutan, "Sirena! Apa ini semua ulahmu?"


Sirena yang semula memandang dua Putri itu kini beralih memandang Elephas. Sirena menggelengkan kepalanya cepat, "BUKAN AKU!"


"Mengapa kau tega denganku, Sirena?" Nervilia kini ikut bersuara sembari menatap Sirena sendu.


"NERVILIA, AWASSS!!" Sirakusa sontak mendorong Nervilia ke samping saat tiba-tiba ada bayangan hitam hendak menyerang Nervilia. Wanita itu terjatuh dipelukan Elephas.


Disini, hanya Sirena yang tidak diserang oleh roh iblis serta dua Putri itu. Sedangkan para Putri dan Pangeran yang memang memiliki sihir, kini tengah bertarung melawan roh iblis yang kian banyak.


"Sialan! Ada yang mau fitnah gue!" Sirena benar-benar ketakutan saat ini.


"ARGHH!


PRANG


TRANG! TRANG!


"LIHATLAH INI SEMUA, PUTRI SIRENA! KAU BENAR-BENAR WANITA EGOIS!"


Permaisuri Raflesia berteriak sembari berlindung diantara legion istimewa. Berkat teriakan Permaisuri, Sirena semakin mendapat tatapan kebencian dari semua orang.


"BUKAN AKU! A-AKU TIDAK TAHU DARIMANA MEREKA DATANG!"


France yang sedari tadi terus diam sembari memeluk pinggang Sirena karena ketakutan kini mengalihkan pandangannya ke arah tangan Sirena yang tiba-tiba bersinar putih. Sinar itu berasal dari telapak tangan kiri Sirena.


"Kak Nana ... T-tanganmu ..."


Mendengar suara lirih France, Sirena mengangkat tangan kirinya. Kemudian menatap telapak tangan kirinya yang bersinar putih terang.


Salah satu Hester muda yang melihat itu sontak membulatkan matanya melihat sinar putih yang berasal dari tangan kiri Sirena.


"T-tangan g-gue ... HUAHHH TANGAN GUE KENAPA!!"


"SIRENA! COBA LO ARAHIN TANGAN LO KE ROH-ROH IBLIS ITU!" Galcinia yang berada tak jauh darinya berteriak memberitahu. Galcinia merasa, mungkin sinar yang muncul tiba-tiba dari tangan Sirena bisa membantu.


Mendengar itu, Sirena langsung mengarahkan tangannya ke arah roh iblis yang menyerang Elephas dan Nervilia. Kedua pengantin itu tengah bertarung melawan roh iblis.


"ARGHHHH!!" Suara teriakan mengerikan itu berasal dari roh iblis yang kini terbakar kemudian hilang.


Nervilia dan Elephas saling pandang dengan nafas terengah-engah, "A-apa kau baik-baik saja, sayang?" Elephas benar-benar khawatir dengan kondisi Nervilia.


Nervilia mengangguk, "A-aku b-baik-baik saja, sayang ..." Tapi setelah mengatakan itu, Nervilia menghambur ke pelukan Elephas sembari menangis, "A-apa salahku, Elephas? Me-mengapa mencintaimu harus sesulit ini?"


"Kau tidak bersalah, Nervilia! Semua ini ulah adikmu, Sirena. Aku menyesal sudah mempercayai ucapannya." Elephas melirik tajam pada Sirena yang tengah memusnahkan roh iblis itu.


Para Putri dan Pangeran yang tadinya melawan roh iblis sudah bisa bernafas lega saat roh iblis itu dimusnahkan oleh Sirena, namun tak ayal mereka sangat membenci Sirena.


Roh-roh iblis itu sudah berhasil dimusnahkan oleh Sirena. Sirena sendiri tidak tahu, kenapa bisa sinar yang keluar dari tangannya bisa memusnahkan roh iblis.


"Putri Sirena," merasa dipanggil, Sirena menoleh, dia mendapati sosok kaisar Helarctor yang didampingi oleh dua orang legion istimewa.


"Untuk kekacauan yang kau sebabkan kali ini di pernikahan anakku, aku tak bisa memaafkannya. Dengan terpaksa aku harus menghukummu, tentu atas izin ayahmu."


Mata Sirena membola, "Ta-tapi ini bukan salah saya, Pak Kaisar! Saya berkata jujur!"


"Apakah tidak bisa diselidiki lagi, Pak Kaisar? Ini belum tentu salah Sirena." Sirena menoleh ke samping, ada Galcinia yang membelanya saat semua orang hanya diam menyaksikan. Tentunya karena jiwa Galcinia yang sekarang adalah jiwanya Ayana, sahabatnya.


"Y-yang Mulia K-kaisar, Kak Nana t-tidak bersalah," bela France dengan suara lirih.


"JELAS-JELAS INI SEMUA ULAH PUTRI SIRENA!"


Semua orang menatap pada Ratu dari Kerajaan Apollo, yang mana Putrinya kerasukan roh iblis. Kini Putri itu berhasil ditahan oleh Sirakusa dan para Hester, begitupula dengan Kayanaka.


"Itu benar, ayahanda! Bagaimana bisa hanya dia yang tidak diserang oleh roh iblis kalau ini semua bukan ulahnya?" Itu adalah suara Pangeran Esacus, Mori Xa Alhena, Pangeran Kedua dari Selir Agung Mirabilis.


"Jangan menuduhnya sembarangan, Kakak!" Phyron menatap tajam Esacus.


"HAHAHAA! SIRENA ... BAGAIMANA? APA KAU PUAS?"


Sirena menatap Kayanaka yang masih dirasuki roh iblis. Putri dari Kekaisaran Epsilon itu menatap Sirena sambil menyeringai. Kedua tangan Kayanaka dipegangi oleh dua Hester agar tidak membuat ulah lagi.


"Aku yakin sekali, ini semua ulah Putri Sirena."


"Ya, akupun begitu. Dia pasti benar-benar membenci adanya pernikahan ini. Bukankah dia dahulunya sangat mendambakan Pangeran Elephas?"


"Yang masih tak kusangka, dia rela bersekutu dengan iblis untuk cinta butanya. Bukankah bersekutu dengan iblis adalah hal terlarang?"


"Tentu saja terlarang!"


Bisik-bisik dari para bangsawan mulai bersahutan hingga menimbulkan keributan kecil.


"Untuk sementara, kau ditetapkan sebagai orang bersalah, Putri Sirena." Kaisar Helarctor akhirnya memutuskan, dia akan tetap menghukum Sirena, "Legion! Cepat bawa Putri Sirena ke penjara bawah tanah istana Kekaisaran!"


"PAK KAISAR! SAYA TIDAK BERSALAH!!" PAK KAISAR!!!" Sirena diseret paksa oleh dua legion istimewa.


"KALAU ANDA INGIN MENGHUKUM KAK NANA, HUKUM JUGA AKU, KAISAR BUTA!"


Semua orang terperangah dengan ucapan bocah kecil yang ada di sebelah Sirena, France. Bagaimana bisa anak sekecil itu berani menghina seorang Kaisar?


Kaisar Helarctor tak menanggapi hinaan France, namun matanya menatap tajam France, "Kalau begitu, sertakan anak ini juga!"


"Baik, Yang Mulia Kaisar!"


Akhirnya Sirena dan France dibawa ke penjara bawah tanah istana Kekaisaran menggunakan teleportasi Kekaisaran yang dikhususkan bagi legion istimewa.


Adelphie yang berada tak jauh dari Sirena tak bisa membantu sahabatnya karena suatu hal. Ada hal yang membuatnya harus menyembunyikan  identitasnya. Adelphie juga harus membawa Aindrea menemui farmos agar mendapatkan pertolongan. Lelaki itu terluka parah saat mendapat serangan dari Kayanaka.


"Baru kali ini saya bertemu dengan sosok pemimpin yang tidak adil seperti Anda, Pak Kaisar!" Galcinia berdecak sambil menatap Kaisar Helarctor meremehkan.


"Apa katamu?" Kaisar Helarctor berusaha menekan amarahnya. Dia tak boleh sembarangan mengeluarkan emosinya dihadapan publik.


"Maaf atas kelancangan ucapan istri saya, Yang Mulia Kaisar Helarctor yang agung ... Mohon Anda berkenan memaafkannya ..." Falco berdiri disamping Galcinia, merangkul wanita itu dengan erat.


"Aku maafkan. Lain kali, tidak akan ada maaf."


Falco menundukkan kepalanya, "Terima kasih atas kemurahan hati Yang Mulia Kaisar ... Kami pamit undur diri terlebih dahulu."


Setelah mendapat anggukan dari Kaisar Helarctor, Falco lantas membawa Galcinia keluar Hypatia.


Acara terpaksa dihentikan karena para tamu undangan ada beberapa yang terluka. Maka dari itu, Kaisar memanggil beberapa farmos terhebat di Kekaisaran untuk mengobati para tamu.


Sedangkan disudut ruangan, seseorang berdiri dengan senyum puasnya, tetapi tak lama karena senyuman itu digantikan dengan kerutan yang ada di keningnya.


"Sinar apa yang muncul dari telapak tangan Sirena?"


...-ˋˏ ༻❁༺ ˎˊ-...


Galcinia melepas tangannya secara paksa dari genggaman kasar Falco. Saat ini mereka berada di taman Hypatia yang terlihat sejuk dan indah dipandang mata. Namun suasana diantara Galcinia dan Falco tidak cocok dengan taman Hypatia saat ini.


"Sejak kapan kau dekat dengan Sirena hingga membelanya?" Falco menatap tajam Galcinia.


"Sejak kapan kau peduli dengan urusanku?" Galcinia turut membalas tatapan tajam Falco, wanita itu bersidekap dada.


"Apa kau lupa kalau dia penyebab kau terluka parah hingga mengalami koma?"


Galcinia berdecih, "Apa kau pernah mencari tahu kebenarannya, Falco? Apa pernah kau mencoba percaya pada adikmu itu?"


Falco terdiam, dia teringat dengan kejadian saat Galcinia tertusuk pedang. Saat itu Sirena menangis tiada henti sembari bergumam kalau dia tidak bersalah saat dia dihukum cambuk oleh ibunya.


"Dia bukan adikku." Ucap Falco dingin.


"Tapi dia tetap satu darah denganmu dari ayahmu!" Balas Galcinia, "Dia tetap saudarimu, Falco. Kaulah yang selama ini sudah keterlaluan kepadanya!" Galcinia menekan dada Falco dengan jari telunjuknya saking kesalnya.


"Saat tiba hari penyesalan itu tiba, kau akan benar-benar menyesal Falco. Kau akan mengalami rasa kecewa yang selama ini Sirena rasakan. Saat hari itu tiba, jangan berharap kau akan hidup dalam ketenangan sebelum mendapatkan maaf dari Sirena." Setelah mengatakan itu, Galcinia memilih pergi meninggalkan Hypatia.


Galcinia memanggil luster pribadinya agar mengikutinya dan diikuti oleh legion yang memang ditugaskan untuk mengawalnya.


•───────•°•❀•°•───────•


Terimakasih sudah membaca.


Ini cerita kedua saya, mohon dukungannya ya:)


Saya menerima kritik dan saran.  Apakah cerita ini menarik?


Oh iyaa, apa kalian ngeh sama nama Fayanaka dan Kayanaka? Aku di bab Hutang Penjelasan salah menulis nama. Aslinya adalah Kayanaka, bukan Fayanaka, hehe ...


Besok pagi, aku up lagi guys!! STAY TUNE YAKKK!!!!