The Another Soul

The Another Soul
Ch. 60 [Arrived]



SLASHH....


"Lisa! Habisi musuh dibelakangmu!"


Seorang gadis berambut merah dengan gesit menusuk monster yang memiliki tubuh besar dan kekar. Monster itu membawa gada besar yang terlihat berat, jika saja terkena manusia biasa pasti tubuh manusia itu hancur tak bersisa.


"Licik," gumamnya.


"Wendy! Tolong sembuhkan Zen!"


"Tak perlu Arthur! Aku baik-baik saja!"


"Darimana-nya kau baik-baik saj-"


"Berikan keadilan dan hukuman, Archo Yama."


BOOM...


Sebuah cahaya hitam menguar dari tanah. Aura gelap dan mengerikan mampu membuat orang biasa lari ketakutan. Dari dalam tanah, muncul lah bayangan hitam dengan berbagai macam bentuk.


"Radolph! Jika kau ingin memanggil pasukan bayangan kesayanganmu in-"


"Ya, ya, ya, kapten." ucap Radolph dengan kesal pada seorang pria berambut pirang yang sibuk bertarung dengan empat monster yang mengepungnya.


"Nya~ Arthur, Ferta sudah siap untuk menyerang!" lapor seorang gadis dengan telinga kucing di kepalanya.


Setelah menebas monter terakhir, Arthur dengan cepat belari mendekati seorang pria berambut coklat dan memiliki tubuh tinggi serta berotot.


"Viktor!"


Pria itu tersenyum miring. "Aye, aye, captain. Lindungi kami dan hancurkan, Archo Herakles!"


Dari perisai yang ia pegang, menguar aura keemasan. Aura keemasan itu melingkupi tubuh para teman-teman nya.


Tidak butuh waktu yang lama, sebuah sihir warna perak berbentuk bola berskala besar melesat di atas mereka yang berada di bawah.


BOOMM....


Bola sihir itu meledak ketika menyentuh tanah. Dalam sekejap monster-monster yang sebelumnya membuat mereka kerepotan telah hilang di hancurkan oleh sihir yang baru saja terlihat.


Seketika hutan yang menjadi tempat pertarungan menjadi kawah, dan juga terdapat sisa-sisa api bekas ledakan di sekitar hutan.


BRUKK...


Seorang pria berambut kuning langsung menjatuhkan dirinya ke tanah.


"Aku lelah," ujarnya.


"Baru begitu sudah lelah," ucap seorang gadis berambut pink.


Si rambut kuning menatap sebal pada si gadis pink.


Zenka Tyoar, dia memiliki rambut kuning cerah dan mata coklat madu yang jernih. Dia adalah Ium dari Dewi Artemis. Zenka memiliki Class Archer, dan elemen utama adalah angin.


Wendy Rior, seorang gadis yang memiliki rambut pink/merah muda, memiliki mata yang sama seperti rambutnya. Wendy adalah Ium dari Dewi Nyra, memiliki Class Healer dan elemen utama adalah alam.


"Dimana Arthur?" Tanya seorang gadis berambut merah.


"Sedang mencari sesuatu," jawab seorang pria dengan rambut ungu panjang.


Lisa Occur, seorang gadis yang memiliki rambut merah membawa dan mata merah ruby. Seorang Ium dari Dewa Gerra. Memiliki Class Lancer dan elemen utama adalah Api. Ras Lisa adalah Vampire.


Radolph Noxia, seorang pria yang memiliki rambut ungu gelap dan mata yang sama seperti rambutnya. Seorang Ium dari Dewa Yama, memiliki Class Necromancer dan elemen utama adalah Kegelapan. Fakta untuk mereka berdua adalah sama-sama memiliki sifat dingin dan kecuekan tinggi.


"Hoii... Kalian baik-baik saja?" Tanya seorang pria dengan rambut biru malam dan mata kuning emas nya yang sedang menaiki sebuah sapu terbang.


Dia mirip sekali dengan seorang penyihir, hanya kurang topi berbentuk kerucut saja.


SYUHH...


"Nya~ Ferta, sihirmu memang luar biasa ya" ucap gadis bertelinga kucing itu.


"Lena! Sejak kapan kau ada di sapu terbangku!" kejutnya.


Ferta Rekka Fafri. Kakak dari Deiva Rekka Fafri, dan dia adalah seorang Siscon. Seorang Ium dari Dewi Selene, memiliki Class Mage dan elemen utama adalah petir.


Lena Rufid, memiliki telinga kucing bewarna putih dan rambut bewarna putih juga. Matanya bewarna biru safir yang indah. Seorang Ium dari Dewa Hermes, memiliki Class Assasin, elemen utama adalah Tanah.


"Aku lapar," gumam seorang pria yang memiki tubuh paling tinggi diantara Ium muda.


Viktor Niverian, seorang pria yang memiliki rambut coklat dan memiliki warna mata yang sama seperti rambutnya, serta memiliki kulit merah yang dikarenakan ia berasal dari ras Orc. Seorang Ium dari Dewa Herakles , memiliki Class Chroma, yaitu Beast dan Berserker, elemen utama adalah Tanah.


ZINGG....


"Sepertinya aku baru saja mendengar kata 'lapar'. Apa itu dari kau, Viktor?" Tanya seorang gadis berambut abu-abu dan memiliki mata hijau zamrud yamg muncul dari sebuah lingkaran yang muncul begitu saja dari udara kosong.


"Nain, bagaimana? Apa ada informasi?" Tanya seorang pria berambut pirang yang keluar dari hutan yang hampir hancur itu.


"Arthur," di liriknya Arthur dengan tajam.


Nain Grufor, seorang gadis yang sedikit sombong di antara Ium muda lainnya. Memiliki tubuh paling pendek, dan juga memiliki Class paling langka. Nain adalah seorang Ium dari Dewi Hera dan memiliki Class Summoner. Elemen utama adalah Air.


Arthur Pendragon, seorang pria yang memiliki ketampanan luar biasa. Memiliki rambut pirang keemasan dan mata hijau zamrud yang mampu membius setiap gadis manapun. Seorang Ium dari Dewi Theia dan memiliki Class Saber. Elemen utama adalah cahaya.


Itulah mereka.


Mereka disebut 'Para Ium Muda'. Itu dikarenakan mereka menjadi Ium di umur yang masih belasan tahun. Kekuatan mereka juga jangan dianggap remeh. Mereka semua kuat untuk menjaga para Dewa-Dewi yang mereka abdi.


Kesembilan orang dengan berbagai macam latar, Dewa-Dewi, Class, dan elemen mereka.


Mereka disatukan untuk membantu mencari seseorang yang menjadi sumber masalah.


Yaitu kedatangan monster yang tidak diketahui asalnya.


"Kapan kita akan kembali?" Tanya Wendy.


"Setelah ini selesai baru kita kembali Wendy" jawab Arthur dengan sebuah senyuman lembut di wajah tampan nya.


"Arthur, dia sudah kembali dan ingin berbicara berdua denganmu" ucap Nain dengan nada kesal.


"Cepat sekali" gumam Arthur. "Buka sihir ruangmu Nain."


"Jangan memerintahku!"


Walau berkata seperti itu. Nain menjentikkan jarinya dan muncul lah lingkaran bewarna abu-abu gelap di udara kosong.


"Silahkan masuk, kapten" sinis Nain.


Arthur terkekeh kecil, "Nain, kau memang tidak berubah."


Nain hanya mendecih kecil.


Arthur berjalan kearah lingkaran itu dan ketika ingin memasukinya ada suara yang menginterupsinya.


"Arthur, cepatlah bicara dan kembali. Banyak yang harus kita urus setelah ini selesai," ucap Lisa yang bersender pada satu pohon yang hampir tumbang.


Arthur tersenyum, "Oke."


Arthur akhirnya masuk ke dalam sihir ruang Nain.


.


.


.


"Selamat datang, tuan" ucap seorang gadis yang memiliki rambut abu-abu dan mata hijau zamrud.


Wajah, tinggi badan, suara, bahkan pakaian sama persis seperti yang dipakai oleh Nain Grufor.


Arthur menyipitkan matanya pada gadis itu.


"Kenapa anda menatapku seperti itu?"


"Maaf. Aku hanya merasa aneh dengan ruangan yang terlihat kosong ini."


Gadis itu terkekeh, "Tuanku memang lebih suka menghias 'ruangan-nya' dengan berbagai macam barang."


"Kau benar" balas Arthur sambil ia berjalan ke arah gadis itu.


"Apa yang ingin anda ketahui?"


Arthur menyipitkan matanya. "Apa anak itu benar-benar seseorang yang akan membawa masalah pada dunia Egolas ini?"


Dengan santai nya gadis itu mengangguk.


Arthur menghela nafas lelah.


"Jangan berpikir untuk melakukan apa yang akan anda lakukan, tuan" tegas gadis itu.


"Berpikir apa?"


"Berpikir untuk memusnahkan orang itu."


Seketika aura di sekeliling mereka menjadi dingin. Tersirat akan aura permusuhan pada tatapan mereka berdua.


"Aku akan melakukan-nya" yakin Arthur.


"Tidak. Kau tidak akan bisa" jawab gadis itu.


"Kenapa?"


"Karena dia bukanlah musuh."


Arthur terdiam.


"Dia bukan musuh. Dia adalah teman. Anda paham?"


"Tuan" potongnya. "Anda terlalu terpaku pada tugas dan kewajiban anda."


Arthur menghela nafas, gusar dengan ketegasan gadis di hadapan nya ini.


"Jadi aku harus bagaimana? Gemini" Tanya Arthur.


Gadis itu-- Gemini tersenyum miring. "Kau meminta saran dariku?"


Arthur tidak mengganguk ataupun menggeleng, tapi Gemini memahami keinginan pria di hadapan-nya ini. Keinginan itu terlihat dari mata hijau zamrud nya yang terlihat lelah dan penuh tekanan.


Gadis itu berjalan mendekati Arthur. "Buatlah pertemanan dengan dia."


Bola mata Arthur membesar seketika, terkejut dengan saran dari salah satu 12 bintang zodiak ini.


"Kau? Apa kau mengerti tentang tugasku?"


"Lupakan tugasmu Arthur" ucap Gemini dengan dingin.


"Itu. Tidak. Mungkin." tegas Arthur.


Gemini mengangkat bahu nya keatas, tanda ia tidak peduli lagi dengan Arthur. Gemini berbalik dan berjalan menjauhi Arthur.


"Arthur, ikuti saranku maka kau akan mengetahui semua jawaban yang ada di dalam kepalamu itu."


"Gemini, kau... Membuatku jadi bimbang."


Gemini berbalik, dia menatap wajah Arthur yang terlihat lelah.


"Jangan menunjukkan wajah itu Arthur. Kau tidak pantas."


"Maaf."


Gemini menghela nafas kasar.


"Kau tidak pernah menyerah ya" gumam Gemini.


Gemini menatap Arthur dengan tajam. "Arthur, kuharap kau tidak mencurigai Sergio lebih jauh. Jika kau mencurigai dia lebih jauh, kau akan kehilangan sesuatu."


"Apa maksudmu?" Tanya Arthur dengan bingung.


Gemini kembali berbalik dan melangkah menjauhi Arthur. Selama berjalan, Gemini memberikan satu saran lagi.


"Kau akan tahu ketika keluar dari sini. Orang itu telah datang."


"Apa maksud-"


'Arthur! Kau harus keluar dari sana sekarang juga!'


"Nain?"


'Arthur!'


Arthur menatap Gemini yang pergi semakin jauh dari dirinya.


'Jangan-jangan...' pikirnya.


"Buka sihir ruangmu Nain!"


Seketika sebuah lingkaran muncul di hadapan Arthur. Dengan segera Arthur keluar dari sihir ruang Nain.


Dan ketika ia keluar, ia dihadapkan dengan sebuah pemandangan langka yang pernah ada.


Di kawah bekas ledakan dari sihir Ferta itu ada beberapa orang berkumpul di tengah-tengahnya.


Terlihat orang-orang itu sedang berjalan dan sesekali bercengkrama. Terlihat juga orang-orang itu berjalan menghampiri mereka-- para Ium muda.


Arthur dan yang lainnya meneguk ludah dengan kasar.


Semakin mendekat orang-orang itu, semakin sesak juga udara.


Dan ketika orang-orang itu sudah tidak terlalu jauh dari mereka semua. Otomatis mereka berlutut, memberi hormat pada orang-orang itu.


Arthur berucap di posisi berlutut nya. "Hormat kami kepada Dewa Agni, Dewa Ares, Dewi Nyra, Dewi Bishamon, dan Dewa Hermes. Salam."


"""Salam!"""


Serentak, para Ium muda memberikan salamnya kepada Dewa-Dewi yang kedatangan nya tidak di duga-duga ini.


"Hmm... Aku melihat aura anakku dari pemuda ini."


Arthur membeku seketika.


'Anak?' pikirnya.


"Eh? Kau yakin?" ucap Dewa Agni.


"Ya, aku yakin 100%. Hei nak, tatap aku."


Dengan berat hati Arthur menatap seorang pria berambut hitam dan bermata biru gelap itu. Pria itu memiliki kulit putih pucat dan wajah dingin, tapi berkharisma.


"Ya, aku yakin. Dimana kau melihat anakku?"


"Umm... Maksud anda?" Ucap Arthur, ragu.


Pria itu menyipitkan matanya, "Kau Ium dari Dewi Theia bukan?" Tanya nya.


"Iya tuan. Anda benar" jawab Arthur dengan sopan.


"Kalau begitu kau pembawa masalah bagi anakku."


Arthur membelalakkan matanya.


"Eitss.... Ellion, jangan marah begitu" cegat Dewa Hermes.


"Hermes benar Ellion. Jangan lupa tugasmu disini untuk apa" ucap Dewa Ares.


"Tugasku disini adalah menjauhi anakku dari masalah. Jadi menyingkir kalian" ucapnya dengan dingin.


Otomatis Dewa Ares dan Dewa Hermes meneguk ludahnya dengan kasar.


'Orang ini!' pikir mereka berdua.


"Ellion?"


Otomatis perhatian mereka semua teralihkan pada seorang pria berambut kuning, Yaitu Zenka yang menatap nanar pria berambut hitam itu.


"Anda Ellion?"


"Ya, aku Ellion. Apa kau ada masalah denganku?" balasnya.


Zenka meneguk ludahnya sebelum bertanya lagi. "Apa anda adalah Black Archangel?"


Ketika mendengar kata Black Archangel, tubuh para Ium muda menjadi bergetar.


Pria itu--Ellion tersenyum miring. "Kau benar bocah. Terima kasih telah mengingatkan julukan itu padaku."


Arthur berkeringat dingin.


Pria di hadapan nya ini!


Adalah Malaikat paling berbahaya yang pernah ada!


.


.


.


.


.


.


.


Author Note:


Yeyy akhirnya Up juga.


Jujur yah, ini Chapter paling nguras otak deh 😥


Kenapa?


Soalnya ngambil nama Dewa-Dewi nya.


Author sebenarnya ingin menambah kejelasan para Dewa-Dewi di Author Note ini.


Tapi nanti aja deh.


Banyak soalnya.


Nanti Author bikin Chapter khusus buat penjelasan Dewa-Dewi, Mitologi, Sejarah, dan lain-lain!


Oke, segini dulu buat Author Note dari saya.


Adios!


Salam manis


Raiyu


1.789 Kata