The Another Soul

The Another Soul
Prolog



Aku berlari.


Berlari dari kejaran seo- tidak bukan. Entahlah. Sekilas mirip manusia tapi sepertinya bukan, karena aku melihat sebuah bayangan hitam di belakangnya. Bukan hanya satu tapi... Banyak.


Tapi yang pasti mereka berbahaya. Sangat berbahaya.


Suasana malam hari tanpa bulan semakin memperburuk penglihatanku di tengah hutan ini. Tak kupedulikan ranting-ranting tajam yang menggores ku, yang pasti aku harus pergi sejauh mungkin dari makhluk tak jelas itu.


Oh ayolah, aku hanya seorang pria normal dengan usia 16 tahun.


Jika kalian bertanya kenapa aku bisa berada di hutan, tengah malam ini maka jawabannya.


Aku tak tahu.


SUNGGUH TAK TAU!!!


Ahahaha....


Sungguh lucu. Sangat lucu. Rasanya aku seperti ingin tertawa sekarang juga, tapi tak bisa karena sekarang bernafas sangat sulit. Aku butuh istirahat, tapi pikiranku menolaknya tidak lebih tepatnya orang yang mengejarku tak ingin berhenti.


"Kh!"


Aku menggertakan gigi ku. Aku kesal. Sangat kesal. Apa yang sedang kulakukan. Tidak lebih tepatnya apa yang sudah terjadi, yang ku ingat terakhir kali adalah aku sedang berada di kamar dan sedang mengerjakan tugas sekolah.


"Akhh.....!"


Aku terjatuh dengan wajah terlebih dahulu. Aww.... Itu sakit. Tapi aku tak peduli dan tetap berlari, walau rasa perih di kaki semakin menyengat.


'Sepertinya aku memang butuh istirahat'


Ya. Aku butuh sekarang.


Penglihatanku mulai kabur, rasa sakit semakin memperburuk keadaan yang sudah ada. Dan tentunya mereka masih berada di belakangku. Sebernya jika mereka mau, aku sudah dari tadi tertangkap oleh mereka, aku sekarang aku sudah berlari sangat lambat. Mereka seperti sedang bermain-main denganku.


Ini berbahaya.


Aku menoleh kebelakang, dan seperti yang kuduga.


Mereka hanya bermain-main.


Mereka bahkan hanya jalan dengan santainya yang tentunya berkebalikan dengan diriku yang sedang membutuhkan oksigen dalam jumlah besar.


Hahh... Apa aku akan mati disini.


Oh ayolah aku bahkan belum memiliki kekasih.


Brukk...


'Ahhh.... Ini batasku, kah?'


Aku berusahan, tapi tetap tak bisa. Aku kembali berusahan untuk bangkit, tapi ada seo- tidak lebih tepatnya mereka sudah berada di depanku.


Aku terdiam.


Dia....


Aneh.


Sungguh aneh pikiranku. Seharusnya aku berpikir bagaimana caranya aku lari, tapi yang kupikirkan adalah mereka aneh.


"Siapa kalian?"


Satu pertanyaan ku pada dia. Yang kurasa masih manusia.


Dia tidak menjawab. Tapi hanya tersenyum. Senyumnya pun sangat tipis, sepertinya dia sangat tidak terbiasa tersenyum.


Dia mengangkat tangannya yang pucat pasi. Aku masih terdiam, atau tak bisa bergerak.


'Sial, ini menakutkan.'


Aku menutup mataku. Tak ingin melihat kelanjutannya.


'Mira, maaf tak bisa menepati janjiku.'


Aku... Pasrah dengan apa yang terjadi selanjutnya.


||°°°°°°°°°°||


**Hai! Raiyu disini. Ini cerita pertama di Mangatoon, aku berharap ceritaku cukup memuaskan para pembaca


(walau mungkin ada yang bingung dengan cerita ini, bahkan saya pun juga bingung)


Jadi harap maklum, saya masih pemula dalam menulis. Tapi dalam hal membaca aku sudah senior.


Hehehehe....


Aku berharap ada vote dan komentar yang menyenangkan hati. Aku tunggu komentar kalian.


Kalau ada yang ingin memberikan masukan akan aku terima dengan senang hati!


Salam manis,


Raiyu


Arigatou gozaimasu**!