Snatch My Daddy’S Wife

Snatch My Daddy’S Wife
Part 26



“Aku akan pergi, tapi setelah membawamu ke rumah sakit. Kau tidak baik-baik saja, Alo.” Lindsay tetap enggan beranjak dari tempat duduk. Kini ia memaksa karena jelas khawatir. Bagaimana bisa acuh jika dilihat dari tampang saja sangat yakin kalau Aloysius sakit, dan bisa jadi parah karena dari pandangan mata pria itu pun tidak fokus ke arahnya.


“Tidak, jika kau mau ke rumah sakit, pergilah sendiri!” tolak Aloysius seraya mendorong tubuh Lindsay hingga wanita itu nyaris jatuh.


“Untung saja tanganku gesit.” Lindsay berpegangan pada meja yang lebih kokoh kayunya. Jadi, tubuh tidak terjungkal. “Kau boleh membenciku, tapi kesehatanmu juga harus diperhatikan.”


“Sht ....” Aloysius menyentuh bibir wanita itu menggunakan telunjuknya saat melihat samar kliennya ada di dekat meja, persis sekali di samping.


“Maaf, kau jadi harus menungguku,” ucap Mr. Grey seraya mempersilahkan istri untuk masuk dan duduk terlebih dahulu.


“Oh, tidak masalah.” Aloysius tak lagi memperdulikan Lindsay walau masih berada di sampingnya. Biarlah tetap di sana, syukur-syukur kalau berguna.


“Urusan pekerjaan sangat padat hari ini. Jadi, baru sampai,” imbuh Mrs. Grey berusaha menjelaskan.


Lindsay diam terlebih dahulu, mengamati bagaimana pasangan yang baru datang itu. Pantas saja sekretaris yang menghubunginya begitu memohon walau ia sempat menolak. Ternyata interaksi calon klien Aloysius memang sangat mesra, terlihat hangat, dan jauh sekali dengan dirinya juga si bos muda yang terlihat kurang dekat atau lebih cocok disebut dingin.


Setelah memahami situasi, Lindsay pun mengulurkan tangan untuk memberikan jabatan. Pertama pada si wanita karena mereka memiliki gender yang sama. “Hi, aku Lindsay.”


“Mrs. Grey.” Disambut dengan hangat dan jabatan itu juga dibalas.


Lindsay sudah menolak saat ada seorang sekretaris menghubungi. Bahkan dia juga bertanya nama bos. Justru karena itu ia tidak menerima tawaran. Namun, orang yang menelepon sampai memohon dengan menangis. Katanya kalau tak menemukan teman kencan untuk bos, bisa terancam dipecat karena klien yang hendak ditemui sangatlah menyukai yang berpasangan.


Dari situ Lindsay terketuk, setidaknya ia bisa menolong seorang sekretaris supaya tidak dipecat, dan Aloysius yang tak kehilangan reputasi di depan klien. Dia juga sempat bertanya kenapa menghubungi dirinya, apakah diperintah oleh bos atau bagaimana? Lalu, jawabannya sangat mengejutkan. Sekretaris itu mengatakan bahwa semua ciri-ciri yang diinginkan dan dicari ada pada Lindsay.


Kurang lebih begitulah alasannya kenapa Lindsay mau datang. Demi apa pun, dia tidak ada niat lain kecuali membantu.


Nyatanya, Lindsay memang berhasil melakukan peran sebagaimana mestinya. Dia terlihat akrab ketika berbincang dengan Mrs. Grey. Tidak ada sekat bernama canggung.


“Wah ... aku tidak menyangka kalau wanita secantik dirimu adalah seorang pembalab mobil,” ucap Mrs. Grey dengan wajah kagum setelah banyak berbincang.


Kalimat itu juga membuat Aloysius dan Mr. Grey berhenti diskusi tentang pekerjaan. Mereka menatap Lindsay yang sedang tersenyum.


Pintar juga dia mengambil hati klienku. Aloysius bergumam dalam hati. Mungkin sekretarisnya akan dimaafkan untuk kinerja buruk kali ini. Salahnya juga karena tidak memberikan pengecualian untuk seorang wanita bernama Lindsay Novak.


Kepala Aloysius segera digelengkan supaya berhenti memuji Lindsay. Lupakan istri daddymu, fokus pada tujuan!