
Nadia merasa kecewa dengan Fajar, karena Fajar tidak memberitahunya sejak awal tentang supplier tersebut. Nadia mulai menghindari Fajar, bahkan saat pulang ke kos, dia pulang sendirian dan memilih untuk tidur duluan. Begitulah saat pagi, Nadia bangun duluan dan berangkat tanpa perduli dengan Fajar yang masih tertidur. Melihat Nadia yang tidak berada di kos, fajar menelepon Nadia. Nadia mengangkat telepon tersebut dengan mengatakan jika dirinya sudah berangkat duluan. Fajar mulai menyadari sifat Nadia yang seketika menghindari darinya. Fajar sadar akan kesalahannya kemarin, seharusnya dia memberitahu Nadia terlebih dahulu.
Cantika berada didepan laptopnya, dia mulai melihat semua gambar yang dipotret saat liburan di pantai. Dia begitu senang, dan ingin membagikan semua hasil potret itu ke grub perusahaan. Dan beberapa karyawan yang sudah duluan melihat terkejut, karena tanpa sengaja Cantika juga menyebarkan foto Nadia dan Fajar yang sedang berciuman. Grub perusahaan makin heboh dengan gosip, mereka terus saling mengirim pesan untuk menggosipkan Nadia. Mereka bahkan menuduh jika Nadia mendekati Fajar karena mengetahui jika Fajar merupakan anak orang kaya, apalagi ayah Fajar baru saja bekerja sama dengan perusahaan. Gosip terus bertebaran, bahkan sebagian karyawan cewek yang menyukai Fajar mengatai Nadia dengan kalimat menjijikan dan tidak tahu malu.
Nadia tengah bekerja, dia tidak menyadari akan hal itu. Karena saat bekerja Nadia tidak menghidupkan data ponselnya. Edgar sedang menelfon, dia seperti kewalahan karena ada brang pesanan yang harus diambil namun Edgar tidak bisa mengambilnya karena tengah bekerja. Edgar meminta bantuan Nadia untuk turun mengambil barang pesanannya. Nadia menyanggupinya karena pekerjaan tidak terlalu merepotkan. Tidak sengaja saat Edgar melihat notifikasi pesan yang terus berbunyi di ponselnya. Edgar begitu terkejut melihat banyak orang di dalam grub itu menggosipkan Nadia dan Fajar.
Nadia mengambil barang milik Edgar, tidak sengaja dia menghidupkan data ponselnya. Nadia melihat pesan dari grup perusahaan, sungguh terkejut Nadia melihat respon grup akan fotonya yang sedang berciuman dengan Fajar. Dia tidak habis pikir jika ada orang yang memotret dirinya yang sedang berciuman dengan Fajar. Pikiran Nadia kalang kabut, dia belum bisa menerima kenyataan ini. Gosip bahkan terus bertebaran bahkan banyak tuduhan yang menimpa dan ada pula yang menghina karena menyukai lelaki yang berstatus mahasiswa.
Saat Nadia tengah memikirkan masalah yang menimpa, Fajar datang menghampirinya untuk meminta maaf bahkan ingin menjelaskan kejadian kemarin. Namun, Nadia malah tidak fokus, Nadia memperhatikan sekitartenoat mereka berdua berdiri. Takut bagi Nadia jika ada yang melihat mereka berduaan dan kembali menyebarkan gosip. Tanpa berucap ataupun tersenyum kepada Fajar, Nadia langsung pergi begitu saja. Membuat Fajar merasa bingung, Nadia terus menghindarinya.
Di dalam ruangan Nadia tidak fokus bekerja bahkan dia melamun dan terus memikirkan hal-hal buruk akan respon teman kerjanya terhadap dirinya. Edgar terus memanggil Nadia, namun Nadia sepertinya tidak fokus dan terus saja melamun. Edgar mengerti dengan apa yang dirasakan oleh nadia.
Saat pulang kerja, Nadia melihat Fajar sudah menunggunya di depan halaman perusahaan. Namun Nadia memilih untuk menghindar, fajar melihat Nadia pergi menjauh. Fajar berusaha mengejar namun Nadia sudah tidak terlihat. Edgar melihat Fajar langsung memberikan tumpangan. Edgar tahu jika Fajar tidak mengetahui apapun tentang gosip yang mulai tersebar di grup tentang Nadia. Fajar tidak masuk dalam daftar grup perusahaan karena dirinya hanyalah anak magang saja.
" Fajar, aku mengerti perasaan mu." Ucap Edgar selama menyetir mobilnya.
" Emangnya kamu tahu apa? Aku tidak mengerti mengapa Nadia begitu marah padaku?"
" Nadia begitu karena gosip tentang dirinya. Tidak sengaja Cantika memotret kalian tengah berciuman di pinggir pantai."
" Benarkah! Aku tahu hal ini akan terjadi."
" Itulah sebabnya dia memilih menghindari mu. Respon karyawan begitu negatif tentang Nadia. Nadia masih belum bisa menerimanya."
" Tidak usah berpura-pura. Aku tahu kakak belum tidur." Ucap Fajar.
Nadia membuka matanya, dia tidak melihat kearah Fajar. Dia tetap pada posisinya yang membelakangi Fajar.
" Mau sampai kapan kakak terus menghindari ku? Aku minta maaf soal masalah, soal ayah. Tetapi ini juga demi perusahaan. Maaf jika itu sudah menghancurkan rahasia akan hubungan kita. Tetapi kak Nadia, setidaknya masalah itu dibicarakan bukan kakak diam dan menghindari seperti ini. Dengan kakak seperti ini, membuatku menjadi merasa jika selama ini aku yang selalu mengejar kakak. Aku yang selalu menuruti semua apa yang kakak inginkan. Sedangkan kakak sibuk dengan keegoisan kakak sendiri. " Kata Fajar yang merasa jika selama Nadia terlalu mementingkan dirinya sendiri.
Nadia yang mendengar tidak merespon dia tetap diposisinya tanpa menoleh kepada Fajar.
" Malam ini, aku akan tidur di kos temanku. Kakak lebih baik menenangkan diri kakak disini." Ucap Fajar lalu pergi tidak lupa menutup kembali pintu kos.
Nadia tidak merespon sama sekali. Namun airmatanya menetes, dia tidak ingin seperti ini. Tetapi dia juga tidak sanggup melihat orang-orang yang menghina dirinya.
Besoknya Nadia menuju kantor, semua mata menatapnya. Meski risih dan malu, Nadia mencoba untuk tidak memperdulikan fian sudah berada di dalam ruangan. Fian menyaoa Nadia yang baru saja sampai di kantor. Fian melihat raut wajah Nadia yang begitu murung. Sebagai rekan kerja mencoba menenangkan Nadia dari pikirannya.
" Nad, lebih baik kamu tidak usah memusingkan apa yang dikatakan orang-orang kantor. Aku dulu juga seperti itu digosipkan karena masuk kerja di perusahaan karena status sebagai ponaan direktur, tetapi aku tidak memperdulikannya. Aku malah menunjukan kepada mereka tentang hasil kerjaku. Jadi kamu tidak perlu memikirkannya, karena hubungan kamu dengan Fajar merupakan hubungan yang seperti orang pada umumnya, tidak usah memikirkan gosip yang tidak baik tentang kalian berdua. Fokuskan saja pada pekerjaan mu." Kata Fian kepada Nadia.
Edgar yang kebetulan baru saja masuk ruangan juga mendengar perkataan Fian, dia juga mengangguk setuju, dia juga menambah pekerjaan tetaplah pekerjaan urusan hubungan itu urusan pribadi masing-masing. Dia meminta Nadia untuk tidak terlalu memikirkan gosip karena gosip itu belum tentu benar dan sesuai dengan fakta.
Nadia mulai menyadari setelah mendengar perkataan Fian dan Edgar. Dia tidak menyangka jika apa yang dibayangkannya justru berbanding kebalik. Respon teman kerjanya malah justru berbeda dengan apa yang dia pikirkan. Teman-temannya justru menenangkannya dan tidak memikirkan hal-hal yang sesuai dengan gosip yang ada. Nadia menjadi ingin bertemu dengan Fajar dan ingin menyelesaikan masalah yang telah terjadi.