
Pemenang sudah di umumkan, dan tim Edgar memenangkan semua perlombaan. Meskipun tim Fajar dan Nadia tidak memenangkan lomba, mereka tidak berkecil hati, sebab itulah hanyalah perlombaan biasa untuk lebih mengakrabkan semua karyawan meski dari depertemen yang berbeda.
Saat tengah menikmati suasana pantai di pagi hari sendirian, Fajar dihampiri oleh Edgar. Edgar menyapa Fajar yang tengah sendirian, Edgar menatap Fajar. Dipikirannya kenapa pria seperti Fajar bisa meluluhkan hati Nadia. Semenjak liburan di pantai, bahkan sebelum itu Edgar sudah mulai curiga jika ada hubungan yang lebih sekedar junior dan senior diantar Fajar dan Nadia.
" Fajar, ada yang ingin aku tanyakan tentang kamu dan Nadia?" Tanya Edgar.
" Apa?"
" Aku tahu jika kamu dan Nadia memiliki hubungan yang lebih dari sekedar senior dan junior."
" Kamu tahu darimana?"
" Sebenarnya aku sudah menyadari saat kita mengunjungi pabrik, aku melihat mu memasangkan tali helm untuk Nadia. Tetapi aku berpikir jika itu hanyalah hal biasa. Tapi saat liburan di pantai, aku semakin sadar jika kalian semakin dekat."
" Iya, tapi butuh waktu bagi Nadia untuk mengungkapkannya."
" Nadia masih belum bisa menerima respon orang lain tentang hubungan kalian. Kamu yang sabar." Ucap Edgar meski hatinya juga sakit saat mengetahui gadis yang disukainya sudah menjadi milik orang lain.
" Iya, kamu juga yang belajar melupakan." Ucap Fajar, sebagai lelaki tidak mungkin baginya untuk tidak tahu tentang perasaan Edgar untuk Nadia.
" Akan aku coba." Ucap Edgar tertawa.
Danang sang manajer Nadia tiba-tiba datang menemui Nadia, dia memanggil Nadia dan meminta Nadia untuk memanggil semua rekan kerja dari depertemen nya. Nadia memanggil Edgar, Fian, dari dan John untuk berkumpul. Dari raut wajahnya Danang, sepertinya ada suatu masalah yang terlah terjadi. Fajar yang kebetulan juga berada bersama Nadia, diminta Nadia untuk menunggu diluar cafe karena dia dan rekan kerjanya akan mengadakan pertemuan.
Saat Fajar tengah menunggu, Celina datang. Celina mengatakan jika depertemen produksi dan Qc juga mengadakan pertemuan yang sama. Sepertinya ada suatu masalah dalam perkerjaan mereka. Celina dan Fajar hanya bisa menunggu di luar.
Sedangkan di dalam Cafe, Danang mulai berbicara mengenai masalah yang terjadi. Dimana barang yang mereka produksi ternyata mengalami kendala, ada salah satu bahan yang ternyata dicatat salah oleh mereka. Mereka harus menemukan dokumen asli untuk dikirim ke depertemen produksi. Fian protes jika kesalahan itu seharusnya berada di depertemen QC yang tidak mengecek baik barang yang di produksi. Semua yang barang yang diproduksi terpaksa dikembalikan oleh para konsumen dan semua supplier membatalkan pemasokan barang untuk perusahaan. Danang meminta semua rekannya untuk segera pulang menuju kantor, dan dihari itu juga mereka harus menyelesaikan semua pekerjaan mereka, dan menarik kembali hari supplier.
Nadia keluar bersama teman rekan kerjanya, Fajar sudah menunggunya di luar.
" Bagaiman kak?" Tanya Fajar.
" Kamu semua harus kembali ke perusahaan, karena ada masalah." Jawab Nadia.
" Apa aku boleh ikut, setidaknya aku juga bagian dari perusahaan."
" Akan aku tanyakan sama yang lain dulu." Ucap Nadia.
Semua barang yang sudah diproduksi dan kirim ke konsumen di kembalikan semuanya. Toni cuma bisa berdiri melihat semua barang hasil jerih payahnya dan teman-teman produksi harus di kembalikan karena gagal. Mau tidak mau, mereka harus merombak semua barang tersebut. Fajar baru saja tiba, dia juga ikut terdiam semua barang dikembalikan semua. Cherry mengecek dokumen tentang barang tersebut, dari dokumen itu tidak ada kesalahan dalam proses pembuatannya.
Hingga Danang menyadari jika dokumen yang terima chery merupakan dokumen palsu, seharusnya yang dokumen asli tulisan tidak seperti yang berada ditangan Chery. Danang mengkerahkan semua anggotanya termasuk Nadia untuk membagi tugas, Edgar dan Nadia mencoba untuk menelfon supplier untuk membantu mereka, sedangkan sari dan Fian membantu mencarikan dokumen asli tersebut.
Toni juga mengkerahkan anggota untuk membantu merombak barang tersebut untuk mencari kesalahan dalam pembuatannya. Semua tengah sibuk bekerja. Sari seperti merasa bersalah, dia mendekati Danang yang tengah sibuk membuka beberapa dokumen.
" Pak damar, aku ingin meminta maaf." Ucap sari.
" Sekarang bukan waktu untuk minta maaf, kita harus mencari dokumen aslinya."
" Makanya aku ingin meminta maaf, sebenarnya dokumen itu berada ditangan John, aku mengetahui itu karena John yang meminta ku untuk membantu memalsukan dokumen tersebut." Kata sari sambil menangis karena perbuatannya semua barang yang seharusnya sudah dijual terpaksa di kembalikan semua.
" Kalau begitu cepat hubungi John!" Perintah Danang yang mulai geram dengan tindakan rekan kerjanya.
" Sudah aku hubungi namun dia tidak menjawab."
" Baik, kamu ingat isi dokumennya, kalau begitu kita mulai buat ulang dokumen tersebut."
Saat di tengah obrolan, Fajar datang membawa ponselnya dan diberikan kepada Danang. Fajar meminta bantuan ayahnya, kebetulan ayahnya memiliki sebuah perusahaan perusahaan yang bisa membantu menjadi supplier di perusahaan tempat dia bekerja. Danang merasa sangat berterima kasih kepada Fajar karena sudah membantu perusahaan. Toni dan teman kerja lainnya mulai bersemangat mengerjakan barang tersebut, karena sudah ada supplier yang membantu.
Nadia juga sangat berterima kasih kepada suaminya, karena sudah membantu perusahaan. Namun dia tidak menyadari jika supplier yang dihubungi oleh Fajar adalah ayah mertuanya. Hingga besok paginya Nadia terkejut melihat ayah mertuanya datang untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan tempat dia bekerja. Nadia tersenyum lalu melihat mertuanya yang keluar dari ruangan direktur.
" Aku sangat berterima kasih karena bapak sudah membantu kami." Ucap danang.
" Tidak masalah. Kebetulan Fajar bekerja disini, dia yang mencoba membujukku untuk bekerja sama." Ucap ayah Fajar.
" Aku ingin melihat Fajar bekerja." Ucap ayah Fajar yang ingin melihat anaknya, kebetulan sudah lama dia tidak bertemu.
" Fajar, dia bekerja di bidang produksi."
" Nadia bisa antar kan ayah kesana." Ucap ayah Fajar kepada Nadia.
Semua orang terkejut, mereka bertanya-tanya ada hubungan apa antar Fajar dan Nadia. Jika hanya sebatas junior dan senior tidak mungkin ayah Fajar bisa mengatakan hal seperti itu. Nadia ikut terkejut, dia berharap tidak ada yang mendengar perkataan ayah mertuanya itu.
Namun Nadia salah, justru hal itu menjadi bahan gosip untuk Cantika, sari dan Cherry. Mereka mulai menggosipkan Nadia, namun Cantika sudah mengetahui jika dan Fajar dan Nadia memiliki hubungan spesial karena dia sengaja memotret momen saat fajar dan Nadia tengah berciuman di pinggir. Cantika mengirim foto yang diambilnya saat liburan dan dikirimkan kedalam grup gosipnya. Seketika semuanya terkejut melihat foto, mereka tidak menyangka jika Nadia memiliki hubungan dengan seorang lelaki yang berstatus anak mahasiswa.