
Hari ini merupakan hari terakhir mereka liburan di pantai, semua mahasiswa sudah membereskan kamar mereka dan tak lupa barang-barang yang mereka bawa sudah dimasukkan semua kedalam tas untuk dibawa pulang. Setelah selesai, semuanya berkumpul di halaman tempat penginapan mereka. Fajar, Bima dan teman-teman yang lain mereka berkumpul bersama. Sebelum penentuan untuk naik ke dalam bus, mereka semua berdiskusi untuk bus mana yang akan mereka naik. Karena Fajar tak mau jauh dari Nadia dan ingin pulang bersamanya, dia mengusulkan kepada teman-temannya untuk pulang dengan bus yang sama dengan para senior. Yoga menerima usulan itu karena menurutnya pasti beberapa senior akan naik bersama dengan para mahasiswa lainnya jadi bus khusus untuk senior pastinya akan kosong.
Saat melihat senior perempuan yang kebetulan sedang mengabsen mereka, Kevin meminta kepada senior itu agar mereka bertujuh ditempatkan di bus senior. Awalnya senior itu menolak sebab sudah menjadi aturan dimana mahasiswa semester 1 mereka sudah punya bus untuk mereka sendiri. Namun, Fajar tidak tinggal diam. Diam memohon dengan pura-pura mengatakan jika Bima dan Yoga kedua temannya itu merupakan pemabuk kendaraan jadi jika penumpangnya terlalu banyak kemungkinan mereka berdua akan muntah. Hal itu sangat menjijikkan bagi mahasiswa lain yang melihat. Merasa kasihan senior perempuan itu akhirnya mengizinkan mereka untuk naik bus khusus para senior. Saat hendak berjalan menuju bus, Fajar merasa ingin buang air, dia meminta Bima dan yang lain untuk duluan menuju bus.
Perkiraan jika bus para senior tidak akan penuh ternyata salah, memang mereka menempati kursi masing-masing namun semua terisi penuh. Beruntungnya Gladis meminta Mina untuk duduk dan satu kursi dibiarkan kosong agar Fajar dapat duduk berdua dengan Mina. Nadia juga berada didalam bus itu, dia duduk berpasangan dengan Price. Tak berselang lama, Fajar masuk kedalam bus. Dilihatnya Nadia sudah memiliki pasangan duduknya, Nadia juga memperhatikan kehadiran Fajar namun dia berlagak cuek kepada Fajar.
" Fajar, kamu udah datang. Disamping Mina kursinya kosong kamu duduk saja dengannya." Ujar Gladis.
Fajar tersenyum kepada Gladis karena sudah menyiapkan kursi kosong untuknya. Fajar berjalan menghampiri Mina dan duduk disampingnya. Mina sangat senang, karena selama perjalanan pulang dia akan duduk bersama dengan Fajar, cowok yang sangat dia sukai. Mina mencoba menawarkan keripik durian kesukaannya kepada Fajar, dengan harapan jika Fajar juga menyukainya. Namun sayangnya Fajar tidak menyukai keripik durian itu, dengan perasaan kecewa Mina mengurungkan untuk memakan keripik itu.
" Lalu kamu suka cemilan apa?" Tanya Mina karena ingin tahu apa yang disukai pria itu.
" Aku suka semuanya kecuali hal yang berbau durian." Jawab Fajar dengan mengambil cemilan rumput laut dari tas dan menawarkan cemilan itu kepada Mina.
Bima yang duduk sejejer dengan mereka hanya melihat kedua orang itu memakan cemilan rumput laut berdua. Bima merasa cemburu namun apa boleh buat dia tidak berani mengungkapkan perasaannya. Bima hanya bisa memandang dengan tatapan sendu. Yoga yang bahkan duduk bersamanya sedari tadi memanggilnya, namun Bima menghiraukan dengan terus memandang Fajar yang duduk berdua dengan Mina.
Nadia yang berjejer dengan Gladis hanya memandangi mereka berdua dari belakang. Nadia tidak mengerti dengan perasaannya sendiri. Yang jelas ada rasa sakit melihat Fajar dengan gadis lain. Prince yang duduk bersamanya mencoba mengajaknya mengobrol.
" Nad, kamu kelihatan lemes banget?" Prince melihat raut wajah Nadia yang terlihat kelelahan.
" Aku gak bisa tidur, karena semalam aku harus berjaga karena semalam aku mengantikan posisimu yang mabuk berat." Ujar Nadia kesal sebab semalam dia harus menggantikan Prince berjaga malam.
" Benarkah! Maaf ya nad." Ucap Prince dengan cengengesan takut jika Nadia bisa saja ngamuk padanya.
" O ya nad.."
" Berhentilah berbicara, biarkan aku tidur." Ucap Nadia karena dia sangat ingin tidur akibat kelelahan.
" Iya silakan." Ucap Prince.
" Kita dimana?" Tanya Prince saat merasa bus berhenti. Dia melihat keluar jendela.
" Kita di tempat oleh-oleh ya. Aku harus keluar untuk membeli oleh-oleh buat ibuku. Nad, kamu keluar gak?" Ajak Prince siapa tahu Nadia juga turun dengannya.
" Gak, aku mau tidur." Ucap Nadia.
" Tidur mulu.. jangan terlalu banyak tidur kamu!" Gerutu Prince tanpa dia sadar jika sedari tadi Nadia tidak bisa tidur karenanya. Nadia yang malas meladeni, hanya pindah ketempat Prince dan kembali tidur.
" Untung ku lagi ngantuk, kalau gak aku ketok kepalamu itu!" Ngedumel Nadia dalam hati.
Yoga yang baru saja bangun tidur ingin sekali merenggangkan badannya, karena badan Bima yang besar membuat Yoga merasa sangat sempit untuk dirinya merenggangkan badannya. "Bim, tolong pindah dikit dong! Aku mau merenggangkan otot-otot ku nih!" Pinta Yoga. Bima lalu duduk ditempat Fajar duduk tadi, kebetulan Mina tidak keluar untuk beli oleh-oleh jadi Bima bisa mendekatinya.
" Kamu sangat suka keripik durian?" Tanya Bima melihat Mina duduk sambil memangku keripik durian yang tadi tidak sempat ia makan.
" Iya, kamu juga suka?" Tanya Mina namun belum menawarkan takutnya Bima tidak menyukai keripik durian sama seperti Fajar.
" Iya, aku sangat suka. Ibuku sering membelikan keripik durian untukku." Ucap Bima antusias. Mina menawarkan keripik duriannya itu kepada Bima, dan mereka berdua memakannya bersama. Bima sangat senang sebab dia tahu jika dia dan Mina memiliki kesukaan yang sama.
Beberapa mahasiswa serta senior sudah masuk kedalam bus. Mereka kembali menempatkan diri mereka ditempat duduk sebelumnya. Kecuali Prince yang meninggal Nadia duduk sendirian dengan memilih duduk dibelakang dengan Dea, Bagas dan Karin. Fajar lalu masuk kedalam bus dengan membawa sekantong cemilan yang baru saja dibelinya. Namun dia justru malah kebingungan sebab tempat duduknya malah diduduki oleh Bima. Fajar melihat tempat duduk disampingnya Nadia kosong, karena Nadia sedang tertidur dengan pelan dia duduk disampingnya Nadia.
Bus kembali melaju, Nadia tidak menyadari jika ada Fajar yang duduk disampingnya. Saat bangun dirinya terkejut melihat Fajar yang sudah berada disampingnya bukan Prince. " Kok jadi kamu? Prince mana?" Tanya Nadia bingung karena tiba-tiba Fajar sudah duduk disampingnya.
" Prince duduk dibelakang dengan senior yang lain karena sudah tidak ada tempat makanya aku duduk disini." Jawab Fajar.
Fajar menawarkan minuman kemasan yang rasa susu strawberry yang sengaja dibelinya kepada Nadia. Nadia awalnya menolak sebab dia merasa jika ada yang tahu jika dia menyukai minuman itu. Karena Fajar dengan mengatakan jika tidak ada orang yang melihatnya dan Fajar juga mengkhawatirkan jika Nadia sedari tadi diawal berangkat gadis itu belum memakan apapun. Nadia yang dengan ego yang keras itu luluh seketika dengan kata-kata khawatir dari Fajar. Saat tengah meminum susu strawberry itu dia mendengar penuturan Gladis tentang makna dari gelang yang mereka dapatkan. Nadia menatap Fajar, seolah bertanya apa maksud Fajar memintanya menyimpan gelang itu padanya. Apakah Fajar menyukainya?