
Fajar jadi kepikiran akan Nadia yang tadi dikatakan oleh Bima begitu mengkhawatirkannya. Saat dirinya ingin mencari Nadia, Yoga dan Bima yang kebetulan menjaganya di kamar untuk beristirahat mencegahnya. Mereka ingin Fajar tetap di kamar untuk beristirahat meski Fajar sudah berkali-kali mengatakan jika dirinya baik-baik saja.
" Fajar, gara-gara kamu tenggelam kegiatan kita yang seharusnya di pantai akhirnya diubah rencananya." Ujar Kevin yang baru saja masuk. Kevin sangat mengetahui semuanya rencana dari seniornya karena dirinya sangat dekat dengan para senior terlebih di satu kos dengan beberapa senior di fakultas.
" Benarkah! Lalu dengan minuman alkoholnya gimana? Kita masih mengadakannya, kan?" Tanya Yoga karena malam ini dia dengan beberapa teman akan nongkrong sambil meminum minuman beralkohol.
" Apalagi itu. Gak bakalan diperbolehkan." Ucap Kevin.
Karena mereka tiba di pantai sore, saat malam mereka hanya bisa di kamar karena tidak lagi kegiatan untuk malam hari. Para senior meminta mereka untuk beristirahat setelah makan malam karena tadi sore mereka sudah bermain dengan puas di pantai. Saat makan malam bersama, Fajar tidak menemukan Nadia diantar para seniornya. Fajar mencoba mencari lagi-lagi Yoga dan Bima mencegahnya, seolah mereka berdua adalah bodyguardnya Fajar. Merasa kesal, mau tidak mau Fajar menurut saja.
Setelah makan malam, para gadis, siapa lagi kalau bukan Mina, Citra dan Gladis merasa bosan karena terus berada di kamar. Mereka secara diam-diam menghampiri kamar Fajar, Bima, Yoga dan Kevin.
" Eh! Kalian bertiga kenapa kesini?" Tanya Kevin yang membukakan pintu kamar.
" Aduh! Jangan banyak tanya deh! Izinkan kami masuk sebelum para senior melihat kam." Pinta Gladis.
Akhirnya Kevin mengizinkan mereka bertiga masuk ke kamar. Fajar, Yoga dan Bima yang sedang asyik mengobrol diatas kasur dikejutkan dengan kehadiran tiga cewek itu.
" Kalian kenapa kesini?" Tanya Bima.
" Kita bosan berada di kamar terus, pengennya ngemil sambil ngobrol-ngobrol. Sayangnya senior mungkin gak ngizinin kita untuk beli cemilan." Ujar Gladis.
" Minta bantuan Kevin aja, dia paling dekat dengan senior." Usul Yoga.
" Soal itu jangan deh." Ucap Kevin memohon karena tidak mau berurusan dengan para senior.
" Udahlah.. Pergilah.. Percaya padaku senior bakal ngeizinin kamu. Tapi jangan lupa minuman alkohol satu ya." Ujar Yoga.
Dengan sedikit paksaan dan dorongan dari teman-temannya, Kevin memberanikan diri keluar untuk meminta izin kepada senior yang menjaga untuk membeli cemilan. Karena kedekatan dirinya dengan senior, hal seperti sangat mudah didapatkannya. Kevin kembali ke kamar dengan membeli banyak cemilan serta minuman bersoda serta pesanan Yoga. Mereka bertujuh duduk dilantai sambil mengelilingi cemilan yang dibeli oleh Kevin. Sambil mengobrol mereka menikmati cemilan hingga obrolan menjadi lebih serius saat Yoga mulai bertanya kepada Fajar.
" Fajar, dari ketiga cewek ini. Mana yang termasuk tipe ideal mu?"
" Sudah jelas Citra, soalnya mereka berdua pasangan serasi saat mengikuti kontes bintang kampus kemarin lalu." Ujar Kevin.
" Iya sih. Mereka berdua terlihat sangat cocok." Yoga mulai menggoda Fajar den Citra.
Mina yang menyukai Fajar hanya bisa tertunduk dan diam. Dia tidak mengomentari apapun, karena dia merasa cemburu. Dalam hati ingin rasanya dirinya digoda seperti itu bersama dengan Fajar. Mina tidak berhenti minum, menunggu jawaban dari Fajar maupun Citra.
" Jangan menggodaku bersama Fajar!" Pinta Citra.
" Emang benar, kalian berdua terlihat cocok apalagi kalian berdua saat berada diatas panggung serasi banget." Ujar Gladis menimpali.
" Itu cuma kontes kok. Yang jelas aku sudah punya pacar." Sanggah Citra.
" Aahh.. belum juga ditembak ternyata udah ada yang punya." Ucap Yoga menepuk pundak Fajar yang berada didekatnya.
Mina akhirnya bernafas lega setelah mendengar penjelasan dari Citra. Bima yang duduk sebelahnya menyadari hal itu, terlihat dari mimik wajah Mina jika gadis itu tersenyum lega setelah mendengar penjelasan dari Citra. Bima hanya bisa tersenyum kecut, menyadari kenyataan jika dirinya harus patah hati.
" Aku... Aku sangat menyukai gadis yang tegas dan pemberani, tetapi dibalik itu dia juga memiliki sikap yang lucu serta feminim. Mungkin itu yang menggambarkan tipe ideal ku." Jawab Fajar.
" Diawal saat kamu mengatakan kamu suka yang tegas dan pemberani, dipikiran ku malah kak Nadia." Ujar Kevin tertawa.
Saat mereka tengah asyik mengobrol, tiba-tiba terdengar jejak langkah orang diluar kamar. Sepertinya beberapa senior yang tengah mengecek keadaan disetiap kamar para junior. Menyadari akan ada yang datang, mereka bertujuh segera membereskan cemilan serta minuman yang berantakan bahkan Fajar dengan cepat menyembunyikan minuman beralkohol milik Yoga a di tong sampah. Karena gelisah, Bima yang aslinya sangat penakut tanpa sengaja menjatuhkan kaleng minuman yang kosong hingga menimbulkan suara. Alhasil senior yang tadinya cuma mengecek kamar sebelah terpaksa juga mengecek kamar mereka.
Damn! Nadia melihat mereka bertujuh tengah duduk di lantai. Nadia melihat kearah Fajar, entah kenapa perasaannya begitu kecewa melihat pria itu malah duduk nongkrong bersama dengan para gadis di kamarnya. " Ngapain kalian bertiga kesini?" Bentak Nadia kepada ketiga gadis itu.
" Maaf kak, tadi kita cuma mau makan cemilan doang kok." Ucap Mina menunduk takut.
" Kembali ke kamar kalian!" Bentak Nadia lalu pergi begitu saja.
Fajar menyadari kemarahan dari Nadia, dia segera keluar menghampiri Nadia. " Kak Nadia tunggu!"
" Apa!"
" Kak, aku bisa jelasin..."
" Gak perlu! Berhenti membuat ku marah! Kamu segera kembali ke kamarmu!" Bentak Nadia lalu pergi begitu saja.
Fajar dengan sedih terpaksa kembali ke kamarnya. Meski dalam hati dia tahu jika Nadia sangat marah padanya.
Malam puncak akhirnya tiba, para mahasiswa semester 1 berkumpul disebuah ruangan. Didepan mereka terdapat panggung kecil. Mahasiswa semester 1 merasa bingung, karena setahu mereka jika kedatangan mereka hanyalah untuk bersenang-senang tetapi kenapa mereka diminta untuk berkumpul disebuah ruangan.
" Sudah aku katakan, ini akan seperti ospek." Ucap Bima yang sudah wanti-wanti duluan.
" Jangan berburuk sangka wahai anak muda. Mungkin saja akan ada pertunjukan yang akan diberikan oleh para senior kita, iyakan Kevin?" Kata Yoga menenangkan Bima.
" Aku gak tahu soal ini." Jawab Kevin.
" Kevin aja gak tahu." Ucap Bima mulai takut akan dihukum.
Seorang senior perempuan naik diatas panggung ternyata dia menjadi MC, dan berkumpulnya mahasiswa junior disini karena akan ada pertunjukan baik dari senior maupun junior. Jadi MC meminta para junior untuk memberi sebuah pertunjukan yang sangat terkesan bagi mereka. Mereka semua mulai berdiskusi pertunjukan apa yang mereka tampilkan. " Ingat gak, adegan yang dimana Fajar meminta Nadia menjadi istrinya?" Ucap Yoga.
" Jelas ingat dong. Emangnya kenapa?" Tanya Kevin.
" Kita ambilkan saja momen itu sebagai drama pertunjukan." Usul Yoga.
" Kamu gila ya! Gak boleh!" Tolak Fajar.
" Udahlah serahkan semua padaku." Ucap Yoga dengan santai.
Pertunjukan pertama, dilakukan oleh Denis yang menyanyikan sebuah lagu dengan diiringi gitar. Kini giliran para junior yang akan menampilkan pertunjukan mereka. Siapa sangka usul dari Yoga ternyata memang terjadi. Kedua mahasiswa semester 1 menampilkan drama sama seperti kisah yang pernah terjadi. Nadia melihat itu sangat marah, dirinya sangat malu Namum menutupi itu dengan kemarahannya.
" Pertunjukan apa seperti itu! Gak menarik!" Teriak Nadia, dia yakin itu pasti ide dari Fajar. Pria itu selalu membuat Nadia marah.