Senior Is My Future Wife

Senior Is My Future Wife
Chapter 25



Gladis, Mina, Bima , yoga dan Fajar kumpul bersama. Mereka berempat bercengkrama dengan senangnya. Namun, saat fajar memperhatikan Bima. Nampaknya Bima terlihat sedikit miring, sebagai seorang sahabat fajar merasa ada sesuatu yang Bima sembunyikan padanya.


" Bim, kamu kenapa?" tanya fajar kepada Bima.


" Tidak apa-apa, aku hanya mengangguk." jawab Bima.


Namun, fajar menyadari jika sahabatnya itu memang sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Tetapi dia tidak mau bertanya banyak, sebab jika Bima sudah menjawab tidak apa-apa. Cukup bagi fajar untuk tidak ikut campur dalam masalah Bima.


Esok paginya, kegiatan kompetisi sudah berakhir. Maka mahasiswa baru kembali berpartisipasi ke dalam kegiatan Ospek. Semua mahasiswa berkumpul didalam aula. Panitia mulai masuk wajah mereka terlihat lebih menyeramkan dari biasanya.


Fajar sudah menduga seperti apa yang dikatakan Yoga, jika pagi ini mereka akan menerima hukuman yang berat dari para panitia senior. Sebab ada seseorang mahasiswa yang berani memposting hal jelek tentang kegiatan ospek bahkan ada yang berani memberikan komentar jelek di media sosial ospek sendiri.


Fajar melihat calon istrinya, Nadia masih dengan penampilan yang sama. Fajar tersenyum menatap wajah gadis itu. "Dia sangat imut meski terkesan galak." gumam fajar.


Yoga yang berdiri di dekatnya mendengar gumaman dari fajar. " Kamu bicarakan siapa?" tanya Yoga.


" Ah, bukan apa-apa." jawab fajar.


" Semuanya berdiri!" bentak Nadia.


Semua mahasiswa baru itu mengikuti perintahnya, mereka semua berdiri berhadapan dengan para panitia.


" Kali ini tidak ada kalimat sapa atau selamat untuk kalian. Aku tidak menyangka selama kami memutuskan kalian untuk bebas mengikuti kegiatan kompetisi. Bukan berarti kalian semua tidak berada di pengawasan kami. Aku yakin kalian mengerti dengan apa yang aku bicarakan. Aku tidak menyangka, semalam ada mahasiswa yang berani menjelek-jelekkan ospek ini. Bahkan di media sosial ada pula yang berkomentar negatif. Bukankah aku sudah menjelaskan apa maksud kegiatan ospek ini, hah!" bentak Nadia, wajah merah layak seseorang yang ingin meledakkan amarahnya.


Semua mahasiswa hanya bisa tertunduk, dari mereka tidak ada yang berani menatap wajah senior mereka.


" Aku benar-benar kecewa dengan kalian. Padahal sudah aku jelaskan kegiatan ospek ini untuk mengeratkan persatuan antara kita senior dan juga untuk senior dan junior. Berkali-kali jelaskan kepada tentang kegiatan ospek ini. Karena tindakan kalian itu, maka hari ini kalian semua akan kami hukum. Semuanya, rangkul teman kalian disamping dan lakukan skot jump sebanyak 100 kali. Sekarang!" bentak Nadia.


Kebetulan fajar berada ditengah Bima dan Yoga. Mereka mulai merangkul, dengan semua mahasiswa baru. Mereka mulai lakukan skot jump. Tak lupa diselingi dengan hitungan untuk mengetahui sejauh mana mereka semua melakukan skot jump.


" Berhenti!" Teriak seseorang yang baru saja datang.


Nadia dan teman-temannya selalu panitia inti, mulai terdiam melihat kedatangan Denis. Mereka seolah tidak berkutik, karena Denis merupakan senior bahkan mantan ketua ospek yang dulu.


" Aku meminta kalian semua mahasiswa baru untuk berhenti melakukannya." ujar denis memasuki aula.


Nampaknya wajah raut Denis berbeda dengan raut wajah panitia didepan mahasiswa baru. Denis bersama teman-temannya yang juga tergabung dalam panitia ospek tahun kemarin masuk ke dalam aula. Wajah mereka semua begitu tegas namun sedikit berwibawa di mata fajar.


" Kalian semua berhenti" Teriak Nadia mengcopy apa yang dikatakan oleh denis.


"Baiklah, aku merasa kecewa dengan kegiatan ospek tahun ini. Banyak sekali mahasiswa baru yang tidak mengikuti bahkan ada pula yang berkomentar jelek tentang kegiatan ini. Sebelumnya aku belum memperkenalkan diri. Namaku adalah Denis, aku adalah ketua panitia pertama sekaligus yang mencetus ide ospek ini. Aku merasa kecewa dengan panitia, mereka tidak tegas dalam melakukan kegiatan ini. Buktinya ada yang berani menjelek-jelekkan bahkan ada pula yang menyepelekan kegiatan ini." ujar denis pajang lebar.


Mahasiswa baru yang terdiam, bahkan ada pula yang terkejut. Begitu pula dengan fajar, pantasan saja malam itu dia melihat Denis seperti sedang memberikan arahan kepada Nadia dan teman-temannya. Ternyata Denis merupakan senior pencetus adanya Ospek ini.


" Aku tidak akan menyalakan mahasiswa baru. Karena mereka tidak tahu apa-apa. Mereka hanya memandang dari sisi pandang tentang ospek. Yang ingin salahkan adalah para panitia. Kalian seharusnya lebih menekankan tentang pentingnya kegiatan ospek ini untuk mahasiswa baru. Tapi buktinya, kegiatan ospek ini malah justru jadi bumerang bagi para senior. Terlihat jelas sebagian mahasiswa baru tidak ada yang menghormati senior mereka. Untuk itu, aku dan teman-teman yang baru saja hadir disini akan mengambil ahli sementara kegiatan ini untuk kalian para panitia." ujar denis.


Para panitia termasuk Nadia hanya bisa tertunduk. Dia tidak mampu untuk melihat wajah Denis. Dia tahu jika dia akan mendapatkan hukuman dari Denis karena sudah mengecewakan seniornya itu.


" Kalian panitia, sekarang juga lakukan push up 50 kali, dan kamu Nadia, aku sungguh kecewa kepada kamu sebagai ketua. Kamu tidak bisa mengendalikan kegiatan ospek ini dengan baik. Setelah melakukan push up, untuk kamu harus berlari keliling lapangan sebanyak 50 kali." perintah Denis.


Fajar terkejut dengan perintah Denis untuk Nadia. Dia tahu jika Denis kecewa dengan Nadia sebagai ketua. Tapi perintah yang diberikan bukannya terlalu berat untuk seorang gadis seperti Nadia. Saat fajar ingin ikut campur dengan mengangkat tangannya. Yoga dengan cepat mencegahnya. " Kamu gila hah! Dia senior! kamu mau kita juga ikut dapat hukuman." ujar yoga berbisik.


" Tapi.. hukuman untuk kak Nadia bukannya terlalu berat untuknya." ujar fajar.


" Mau bagaimana lagi, kamu tidak dengar apa yang dikatakan senior Denis. Kak Nadia sebagai ketua dia harus mempertanggung jawabkan apa yang telah terjadi. Jadi jangan ikut campur urusan para senior." ujar yoga.


Fajar hanya bisa pasrah, dengan melihat semua panitia didepan mereka sudah melakukan perintah Denis dengan melakukan push up sebanyak 50 kali. Fajar hanya bisa memandang Nadia dengan iba tanpa melakukan apapun.


Semasa para panitia dihukum, para mahasiswa baru hanya bisa menjadi penonton. Pagi ini mereka hanya menonton senior mereka melakukan push up dihadapan mereka. Fajar begitu merasa kasihan kepada para senior khusus Nadia. Namun, meski begitu ada perasaan bangga bagi seorang fajar. Dia tidak percaya jika Nadia bukan orang yang lemah, bahkan selama push up dia seolah tidak mengeluh bahkan merasa capek. Nadia terlihat sangat bertanggungjawab dengan perintah yang sudah dilayangkan untuknya.