Senior Is My Future Wife

Senior Is My Future Wife
Chapter 22



Kontes bintang kampus pun akan di mulai. Fajar sedang bersiap-siap, pada finalis didandani seganteng mungkin agar menarik perhatian penonton. Sang MC panggung sudah masuk dan membuka acaranya. Para penonton sudah berada di kursi untuk menantikan jagoan dari fakulitas mereka.


Para finalis memasuki panggung, penonton bersorak dengan gembira. Diantara para penonton Bima beserta teman-temannya sekelas juga menonton. Mereka bersorak saat fajar dan citra bergandengan tangan masuk ke atas panggung.


" Silakan berikan tepuk tangan yang meriah untuk para finalis. Mereka semua terlihat sangat menawan bukan? Baiklah, sekarang aku akan meminta mereka memperkenalkan diri." ujar MC panggung.


Ditengah ricuhnya tepuk tangan para penonton, Nadia masuk kedalam auditorium. Prince yang mengikuti Nadia dari belakang, memukul kepalanya. Sebab Nadia terlalu cepat sehingga dia tidak bisa mengikuti.


" Kenapa mesti terburu-buru sih!" ujar Prince kesal.


Dibelakang mereka disusul pula dea, Karin dan Bagas yang juga diajak oleh Nadia untuk menonton.


" Kenapa kalian juga ikut nonton? Bukannya tadi aku cuman meminta Prince yang temani aku nonton?" ujar Nadia kesal.


" Aku yang meminta mereka juga ikut supaya bisa membuat tekanan kepada si fajar itu, jika dia memenangkan kontes ini maka mau taro dimana muka kita." ujar prince.


" Aku berfikir dia gak akan menang. soalnya wajahnya itu terlihat menjengkelkan." ujar Nadia.


Fajar dan citra maju ke depan. Mereka berdua memperkenalkan diri. Para penonton khususnya dari fakultas teknik bertepuk tangan, begitu pula dengan Bima. Namun, arah mata Bima bukannya menatap kedepan melainkan kesamping, menatap Mina yang juga bertepuk tangan sambil tersenyum. Sedangkan Nadia yang juga ikut menonton tersenyum tipis namun dia kembali merubah mimik wajahnya menjadi serius.


Para finalis sudah menunjukan penampilan mereka untuk menarik perhatian juri. Seorang senior memberi arahan kepada fajar dan citra. Dia meminta agar citra dan juga fajar untuk tidak gugup, sebab sebentar lagi mereka berdua akan tampil diatas panggung.


" Fajar, aku merasa gugup. Aku takut jika aku akan mengacaukannya diatas panggung." ujar Citra dengan gugup.


" Gak apa-apa. Kamu akan baik-baik saja. Kamu sudah berlatih sejauh ini. Aku percaya padamu, jangan gugup. Mari kita bersenang-senang diatas panggung nanti." ujar fajar menyemangati citra.


Seorang panitia menghampiri mereka. "Kontestan dari fakultas teknik. Persiapkan diri, sebentar lagi kalian akan naik ke panggung." ujar panitia itu.


Fajar menyemangati citra agar tidak gugup, begitu pula dengan senior mereka memberikan semangat. Fajar memegangi tangan citra lalu mereka berdua naik ke atas panggung.


" Kita telah tiba dipertunjukkan terakhir dari dua kontestan terakhir kita. Tolong sambut kontestan dari fakultas teknik." teriak MC panggung.


Suara gemuruh tepuk tangan mulai terdengar. Dengan bergandengan tangan fajar dan citra masuk ke panggung, mereka berdua membawa sebuah gitar. Dalam pertunjukan, citra akan memainkan gitar dan fajar akan bernyanyi. Sebelumnya Fajar menyanyikan lagu anak-anak.


" Kalau kau suka hati tepuk tangan."


Nadia yang juga menonton mulai meremehkan penampilan dari fajar. "Emangnya pantas itu disebut pertunjukan? Itu sangat kekanak-kanakan." ujarnya yang merasa sia-sia menonton diselingi dengan kekehan dari teman-temannya.


" Terima kasih telah bertepuk tangan dengan kami. Sekarang kami akan menyanyikan lagu yang telah kami siapkan untuk pertunjukan kami. Jika kalian semua tahu lagunya. Mari nyanyi bersama dengan kami." ujar fajar.


Fajar dan citra mulai bernyanyi, suara gemuruh penonton terdengar ikut bernyanyi bersama. Nadia yang menonton, hanya bisa tersenyum.


Lagi pertama telah usai, penonton bersorak dan tepuk tangan. Nadia juga ikut bertepuk tangan. Namun, saat prince melihat dia menghentikan tangannya.


" Dan sekarang adalah lagi terakhir dari kami. mungkin tadi lagunya terlihat menyenangkan, kali ini lagi sedikit santai. Aku harap bagi kalian yang tahu liriknya, tolong nyanyi bersama kami." ujar fajar.


Citra mulai memetik gitarnya, lagu yang dinyanyikan fajar merupakan lagu cinta namun nadanya sangat menyentuh. Nadia melihat fajar, entah kenapa mendengar lagu yang dinyanyikan fajar sangat menyentuh hatinya. Mina yang menonton tersenyum menatap fajar yang menyanyikan lagu dengan penuh penghayatan. Fajar melihat Nadia yang berdiri ditengah-tengah penonton. Dia menendang gadis itu dari kejauhan, sambil bernyanyi seolah ingin mengutarakan isi hatinya kepada Nadia.


Ditengah pertunjukan lampu padam, alhasil semua penonton terkejut karena semua terasa gelap. Citra terkejut begitu pula dengan Fajar. Kenapa saat penampilan mereka malah lampu padam. Fajar tidak tinggal diam. Dia meminta penonton untuk menyalakan lampu diponsel mereka. Semua penonton pun mengikuti, fajar mulai kembali bernyanyi diiringi dengan lampu dari ponsel para penonton. Nadia hanya bisa tersenyum tipis, melihat penampilan fajar.


Lampu kembali menyala, fajar terus bernyanyi hingga selesai. Para penonton terlihat sangat puas dengan penampilan mereka sehingga banyak sekali penonton yang bertepuk tangan saat tampilan mereka usai. Fajar tersenyum bangga dengan dirinya sendiri. Dia menatap citra dan kembali memegang tangan gadis itu.


" Wah, sungguh bagus penampilan dari kontestan terakhir kita. Namun, sebelum mereka turun dari panggung. Aku ingin sedikit bertanya tentang tiga lagu yang kalian nyanyikan tadi. Kenapa kalian berdua memilih 3 lagu itu." ujar MC.


" Baiklah, alasan kami memilih 3 lagu ini. Lagu pertama, mengingatkan kita pada masa kecil kita yang bahagia. Lagi kedua, merupakan lagu cinta saat kita masih remaja. Dimana masa remaja sudah mulai tumbuh cinta meski hanya cinta monyet saja. Sedangkan lagu ketiga, merupakan lagu tentang pengagum rahasia. Dimana kita mencintai seseorang namun hanya bisa mengaguminya. Tetapi, dalam hal mengagumi kita juga perlu mengejar cinta itu." jawab fajar.


Nadia yang mendengar, berusaha menutupi rasa salah tingkahnya. Entah kenapa lagi ketiga seolah merujuk kepadanya.


" Dan satu lagi, untuk hari ini aku ingin mencuri hati para juri dengan melihat penampilan kami." ujar fajar.


" Wow, terima kasih untuk kontestan dari fakultas teknik. Silakan kembali ke belakang panggung." ujar MC.


Penonton dengan gemuruh bertepuk tangan. Fajar dan citra sambil bergandengan tangan keluar dari panggung. Dibelakang panggung fajar mengucapkan terima kasih kepada seniornya. Karena mereka yang membantu fajar dan citra menampilkan pertunjukan dengan baik.


" Oke, sekarang adalah waktu yang kalian tunggu-tunggu. Kami memilih 4 fakultas yang akan maju kebabak final. mari bertepuk tangan untuk mereka." teriak MC panggung disusul dengan tepuk tangan gemuruh dari penonton.


Bagas menepuk pundak Nadia, " Aku berfikir dia akan mendapatkan peluang tinggi untuk menang. Lihatlah, fotonya banyak yang like di media sosial. Ey.. Nadia.. Kamu akan dapat masalah jika beneran menang." ujar Bagas menggoda Nadia karena meremehkan fajar.


" Tapi ini masih babak pertama,kan? Ada tahap wawancara nanti. Aku berfikir dia tidak akan bisa melewatinya." ujar Nadia tidak suka diejek oleh bagas.