
Tidak disangka, dari empat finalis yang masuk ke babak final. Ternyata finalis dari tim teknik yaitu fajar dan citra juga masuk kedalam babak final. Nadia terkejut jika fajar bisa masuk kedalam babak final. Dalam hati dia sangat senang namun di depan teman-temannya dia berusaha menutupi itu semua dengan pura-pura seolah dia tidak merasa senang jika fajar harus masuk ke babak final.
" Baiklah, para juri sudah menyiapkan pertanyaan untuk para finalis. Sekarang giliran finalis dari fakultas teknik untuk diberikan pertanyaan." ujar MC panggung.
" Untuk pertanyaannya ialah apa pandangan anda tentang sistem Ospek yang masih digunakan saat ini? Apa itu harus dibatalkan dan tolong jelaskan alasannya?" tanya para juri.
MC panggung sudah memberikan mic-nya untuk fajar agar menjawab pertanyaan dari para juri. Awalnya fajar terdiam, lalu dia mengangkat mic-nya untuk menjawab pertanyaan itu.
" Aku berpikir setiap sistem pasti ada pr dan kontra didalamnya. Pastinya sistem ospek memiliki pro juga. Ospek mengajarkan kita untuk memiliki rasa persatuan diantara kita. Karena kami memiliki latar belakang yang berbeda dan berasal dari sekolah yang berbeda. Dalam sistem ini memiliki poin-poin penting untuk kita pelajari. Tetapi jika pengontrol sistem tidak dapat mengontrol sistem ini dengan cukup baik, atau menggunakan langkah-langkah yang terlalu ekstrim. Mahasiswa baru pastinya akan menolak kerja sama dan tidak ingin menghormati para seniornya. Hal ini justru menyebabkan perselisihan antara kedua pihak. Karena itu aku merasa jika aku tidak bisa memberikan jawaban apakah sistem ospek harus dibatalkan atau tidak. Karena itu tergantung dari para pengikutnya. Tapi satu hal yang ingin aku katakan aku juga merupakan salah satu mahasiswa baru yang sedang mengikuti kegiatan ini. Meskipun para senior menggunakan sistem ospek pada kita. Tapi aku percaya jika mereka memiliki alasan untuk setiap tindakan. Dan salah satu alasannya adalah para senior menginginkan kita mahasiswa tahun pertama untuk bisa memimpin kehidupan universitas seefektif yang kita bisa. Terima kasih." jawab fajar.
Jawaban fajar, membuat Nadia terkagum. Dia mengira jika cowok itu hanya sekedar mengikuti ospek untuk unjuk menyombongkan diri dan Nadia berfikir jika fajar pasti memilih sistem ospek dihapuskan. Ternyata tidak sesuai dugaannya, fajar menjawab pertanyaan juri dengan pemikiran yang membuat Nadia terkesima.
Setelah mendengar jawaban fajar, semua penonton bertepuk tangan. Begitu pula dengan Nadia dan teman-temannya. Nadia mengambil ponselnya di saku jas almamaternya. Tak lupa dia membuka akun media sosialnya untuk memberi Like pada foto fajar sebagai bentuk dukungannya. Nadia hendak keluar, namun ditahan oleh Karin.
" Nad, kamu mau kemana?" tanya Karin.
" Aku akan segera kembali." ucap Nadia lalu pergi.
Akhirnya pengumuman pemenang sudah dimulai. Sebelumnya MC panggung akan mengumumkan pemenang populer di media sosial dengan like terbanyak.
" Baiklah aku akan mengumumkan pemenang populer like terbanyak dengan like sebanyak empat ribu. Dia adalah.... Fajar Saputra dari fakultas teknik." teriak MC panggung.
Semua penonton bersorak, fajar maju kedepan untuk menerima bunga dan piala. Saat penerimaan hadiah, fajar tidak sengaja mendengar komentar dari para kameramen. Katanya jika Fajar sudah memenangkan populer media sosial maka tidak ada lagi peluang bagi fajar untuk memenangkan kompetisi bintang kampus. Fajar kembali mendengar pengumuman pemenang bintang kampus. Senyuman diwajahnya tidak terukir sebab dia mengingat jika dirinya tidak bisa membuktikan kepada Nadia jika dia bisa memenangkan kompetisi ini.
" Baiklah saatnya aku akan mengumumkan pemenang, untuk julukan bintang kampus kita jatuh kepada... Citra dari fakultas teknik." teriak MC panggung.
Citra begitu bahagia saat namanya disebut, dia segera menuju kedepan untuk mengambil hadiahnya. Para penonton pun juga ikut tepuk tangan.
" Sekarang aku akan memberi pengumuman untuk julukan bulannya, baiklah, yang akan memenangi kontes bintang kampus dalam julukan bulan dia adalah...... Fajar Saputra." teriak MC.
Fajar yang sudah merasa kalah, tidak menyangka jika namanya baru saja di sebut oleh MC. Jadi komentar dari para kameramen yang didengarnya hanyalah sebuah isu saja. Buktinya dia memboyong dua piala sekaligus. Fajar maju kedepan dengan senyuman merekah. Para penonton bersorak gembira, Fajar menerima penghargaan dan hadiahnya. Di belakang panggung, fajar dan citra mendapatkan banyak ucapan selamat dari para senior yang membantu mereka. Bahkan banyak dari sebagian penonton dan staf meminta foto dengan mereka berdua.
Tanpa sadar, Nadia juga sudah menunggu fajar dibelakang panggung. Dia berdiri menanti, namun karena fajar masih sibuk berfoto dia mengurungkan niatnya. Tetapi fajar sudah melihatnya dari jauh, Fajar lalu meminta maaf kepada orang-orang yang meminta foto. Disebabkan dia ingin mengejar Nadia sebelum gadis itu pergi jauh.
" Kak Nadia." panggil fajar.
" Iya, aku tahu. Katakan saja apa yang kamu inginkan." ujar Nadia.
" Yang aku ingin.... Aku ingin menyimpannya untuk nanti." ujar fajar tersenyum membuat Nadia kesal.
" Jika aku menginginkan sesuatu pasti aku akan memberitahu kakak." ujar fajar.
" Apa-apaan sih! Kenapa kamu mesti menundanya? Katakan saja apa yang kamu inginkan sekarang." ujar Nadia kesal.
" Apa yang kakak pikirkan tentang lagu tadi?" tanya fajar.
" Lagi tadi? Eum.. tidak buruk, aku sering mendengarnya sesekali." jawab Nadia.
" Tidak.. maksudku lagu yang aku nyanyikan tadi." ucap fajar.
" Tidak masuk akal." ucap Nadia lalu pergi.
Saat fajar hendak mengikuti Nadia, dirinya ditahan oleh dua mahasiswa yang mengaku sebagai asosiasi mahasiswa. Mereka ingin mewawancarai fajar mengenai kemenangan yang diperolehnya.
" Bagaimana perasaan anda sebagai pemenang vote populer serta dinobatkan sebagai bulan kampus tahun ini?" tanya para asosiasi mahasiswa itu.
Fajar pikirannya tidak fokus sebab dia ingin mengejar Nadia, namun ditahan oleh kedua mahasiswa ini. Fajar segera menjawab, " Yah, itu.. tidak buruk." jawab fajar sambil menoleh ke pintu keluar.
" Mengapa itu tidak buruk? Bukannya anda adalah bulan yang akan bersama bintang-bintang di langit." ujar para asosiasi mahasiswa itu.
" Tetapi aku berpikir jika di langit tidak hanya ada bulan dan bintang-bintang." jawab fajar.
" Lalu apalagi yang ada disana?" tanya mahasiswi itu sambil tertawa.
Fajar lalu melihat kearah pintu keluar dan tersenyum. " Itu rahasia. Kalau begitu aku permisi dulu." ucap fajar segera berlalu menuju pintu keluar meski pada asosiasi mahasiswa masih ingin menahannya.
Fajar segera berlari mengejar Nadia, dia ingin berlama-lama berbicara dengan calon istrinya itu. Namun, setelah dia sudah berkeliling mencari Nadia. Gadis itu belum juga ditemukannya. Fajar menyesali karena melepaskan Nadia pergi begitu saja. Namun, dalam hatinya tidak bisa dipungkiri dia begitu bahagia. Nadia, sang calon istri meski dia tidak tahu jika fajar adalah calon suaminya. Tetapi gadis itu sudah menumbuhkan rasa yang fajar bisa yakini jika itu adalah cinta.