
Nadia pertama kali masuk keruangan tempat ia bekerja, karena kemarin dia masih menunggu penempatan saja. Saat memasuki ruangan, ruangan begitu sepi tak ada orang disana. Nadia berpikir apa dirinya datang terlalu sehingga tak ada satupun orang yang berada disana tetapi saat dirinya melihat jam tangannya, dia datang tepat pukul 7 lewat. Lalu kemana perginya mereka? Beruntungnya nadia bertemu dengan seorang OB yang berniat ingin membersihkan ruangan itu. Ob itu berkata jika para karyawan yang bekerja di ruangan ini tengah melaksanakan rapat dengan pimpinan perusahaan.
“Kira-kira dimana ruangannya?” tanya Nadia, kerena dirinya baru saja masuk kerja. Dia masih lupa ruangan mana yang dipergunakan untuk rapat.
Beruntungnya lagi ob ini baik, dia mau menunjukan dimana letak ruangan itu. Nadia sangat berterima kasih karena sudah membantunya. Nadia lalu mengetuk pintu, dia merasa gelisah sebab dihari pertamanya bekerja dia datang terlambat saat karyawan lain tengah rapat dengan pimpinan perusahaan. Seseorang membukakan pintu untuknya, “Akhirnya kamu datang juga, mari sini kamu bantu segera. Aku sudah memasang flash ke laptop tiba-tiba saja flash ku ini gak bisa dibuka, bisakah kamu melihatnya.”
Dengan malu, nadia segera membantunya dengan melihat penyebab sehingga flash gadis itu tidak berfungsi saat dirinya ingin melakukan presentasi. “ sepertinya, flash nya terdapat virus.” Ucap nadia.
“Virus? Apakah bisa dibersihkan sekarang juga?” tanya wanita itu.
“Bisa kok.” Jawab nadia. Dia segera membantu membersihkan virus yang berada di flash wanita itu.
Namun, karena harus menunggu lama pimpinan merasa seperti dipermainkan sebab waktunya sangat sibuk. Dia malah diminta untuk menunggu, “ Kalian sedang mempermainkan aku? Sampai kapan ini?”tanya pimpinan yang tak sabar menunggu.
Berselang cukup lama virus bisa dihilangkan dan flash kembali seperti semua.” Makasih ya sudah membantu, aku tak menyangka belum sempat aku memanggilmu kamu sudah datang. Sekarang kamu boleh kembali bekerja.” Kata wanita tadi.
“tapi.. aku juga bagian di bidang pembelian.” Ucap nadia berpikir mungkin karyawan lain belum tahu jika akan ada karyawan baru yang akan bekerja bersama mereka.
“ Lah? Bukannya kamu bagian IT, ya?” tanya wanita itu terkejut sebab dia sempat ingin meminta bagian IT untuk memperbaiki flash nya yang tidak bisa dibuka saat dipasangkan ke laptop.
“ Bukan. Perkenalkan nama ku Nadia, aku baru pertama kali bekerja, dan penempatanku dibidang pembelian.” Kata Nadia memperkenalkan dirinya.
Semua orang disitu terkejut, bahkan manajer dibidang pembelian juga terkejut. Belum ada pemberitahuan tentang karyawan baru di bidangnya itu sebab karyawan lain juga ikut terkejut. Namun, sebelum bertanya lebih jauh, mereka kembali melaksanakan rapat tak enak dengan pimpinan yang sudah menunggu.
Mereka kembali ke ruangan setelah mengadakan rapat dengan pimpinan. Nadia meminta ke wanita tadi karena sudah membuat wanita itu bingung. Namun wanita itu tidak mempermasalahkan sebab dia yang sudah menyeret Nadia masuk kedalam ruangan tanpa menanyakan dulu, dan lebih parahnya lagi karena merasa nadia terlihat muda dia mengira jika nadia berasal dari bagian IT.
“ Nama mu Nadia, kan? Namaku Sari, aku sekretaris kak Danang selaku manajer di bidang ini.” kata wanita yang bernama sari tadi.
Danang datang menghampiri Nadia,” Namamu Nadia,kan? Ikut ke ruangan ku.” ucapnya.
Nadia terkejut, dia akan menghadapi manajer hari ini. Apalagi dirinya baru saja berbuat kesalahan pada saat rapat tadi. Dengan takut dia masuk kedalam ruangan Danang sang manajer dibagian pembelian. Dan benar saja, surat baru saja masuk di mejanya, tentang Nadia yang baru masuk dibidang pembelian.
“ Namaku Danang, aku selaku manajer disini. Aku ingin menyambut mu di bagian pembelian kamu pasti tahu pekerjaan ini. Pekerjaan ini akan berbeda dengan jurusan yang kamu ambil atau yang pernah kamu kerjakan sebelumnya saat magang. Setiap kali perusahaan kita memproduksi banyak produk. Jadi tugas kita disini adalah mencari bahan yang cocok dan mengirimkannya ke tim produksi tepat waktu. Dengan adanya kamu disini, aku harap pekerjaan kita akan selesai dengan cepat.” Kata Danang menjelaskan tentang pekerjaan yang nantinya akan dilakukan oleh dengan tim.
“ Bagus, kamu bisa mencari sendiri kursi kosong disana.” Ucap Danang.
“ Baik.” Jawab Nadia lalu pamit keluar.
Sedangkan di kampus, tempat Fajar berada para mahasiswa baru tengah menerima kaos untuk mereka kenakan saat mengikuti kegiatan ospek. Seorang gadis tak sengaja meninggalkan kaosnya dan juga tanda pengenal. Membuat Kevin yang bertugas diarea situ, mengambil barangnya dan memanggil gadis tadi.
“ Hei!” panggil Kevin ke arah gadis itu, beruntungnya gadis itu mendengar dan berhenti berjalan.
“ Kamu meninggalkan barangmu.” Ucap Kevin memberikan barang gadis itu, tanpa kata terima kasih gadis itu mengambilnya dan pergi begitu saja. Membuat Kevin hanya menatap kepergian gadis itu menuju ruangan.
Kebetulan di ruangan itu memang sudah ada meja kosong, Nadia menaruh perlengkapan pekerjaannya dia atas meja. Dia melihat aquarium kecil dan ada seekor ikan disana. Nadia mengira jika itu milik pria yang duduk disebelahnya. Nadia lalu bertanya kepada pria itu, karena dia ingin pria itu memindahkan ikan itu karena tempat itu sudah menjadi miliknya.
“ Permisi, apakah ikan ini milikmu?” tanya Nadia kepada pria yang duduk disampingnya.
“ Gak. Itu milik mantan yang pernah bekerja disini.” jawab pria itu dengan dingin tanpa menengok ke arah Nadia.
“ Namaku Nadia. Boleh aku tahu nama…” ucap Nadia terhenti, pria itu tiba-tiba dipanggil untuk menemui Danang sang manajer. Membuat Nadia tak melanjutkan kalimatnya, apalagi pria itu seperti judes dan tak mau merespon jika Nadia bertanya namanya. Namun nadia bisa mengetahui ketika Sari memanggil pria itu untuk menemui Danang.
Dengan canggung dan bingung harus berbuat apa dihari pertamanya bekerja. Dia mendekati ikan yang didalam aquarium kecil itu, lalu memperkenalkan dirinya karena dia tahu jika nama ikan itu Bonbon karena ada tulisan yang menempel di aquarium kecil itu.
“Gak ada yang mau bicara denganku.” bisiknya kepada ikan itu.
Kevin berjalan sendirian banyak mahasiswa baru yang tengah sibuk meminta tanda tangan para panitia ospek. Seperti halnya yanga pernah dilakukan olehnya saat masih menjadi mahasiswa baru. Seorang mahasiswi tiba-tiba menghentikannya dengan meminta tanda tangannya.
“ Kak kevin, namaku Fani. Bolehkan aku meminta tanda tanganmu?” tanya mahasiswi sambil menyerahkan buku tanda tangannya.
“ Wah! Kamu sudah memiliki banyak tanda tangan dari panitia.” Ucap Kevin melihat buku tanda tangan mahasiswi itu. Kevin tak seperti panitia dulu yang harus menghukum dulu baru menadatangani buku mereka. Namun dia merasa kasihan kepada mahasiswa baru karena sebelum mereka meminta tanda tangan kevin, mereka pasti sudah dahulu mendapatkan hukuman. Itulah alasan Kevin tak mau memberatkan mereka.
Fajar juga didatangi beberapa mahasiswi untuk meminta tanda tangannya, Fajar tak memberikan hukuman melainkan sebelum dia menandatangani buku mereka dia meminta mereka untuk menandatangi lima panitia sesuai dengan huruf dari namanya. Sedangkan Mina dan Bima sebelum memberikan tanda tangan mereka menghukum mahasiswi seperti yang pernah alami dulu. Mahasiswi itu mencari pasangan untuk bisa bernyanyi dan menari bersama dengannya.
Kebetulan Fani yang mendapat hukuman itu, dia lalu menarik seorang gadis sebelumnya dia memperkenal dirinya. Gadis yang juga merupakan mahasiswa baru juga, dia malah tak mau membantu Fani karena hal itu sangat tak masuk akal, dan dia merasa jika Fani mau saja dibodohi oleh para panitia. Fajar dan Kevin mendengar hal itu, kevin menyadari gadis itu yang pernah bertemu dengannya tadi. Hingga dia meminta kepada Fajar jika biarkan saja dia yang mengurus gadis itu.