
"Papa akan membawamu pulang!" Ucap Papa Bara tanpa pikir panjang.
"Alea tidak akan kembali ke rumah kita tanpa izin dari suaminya, Pah!" Tegas Mama Zaskia. "Walau Papa menyayangi Alea, namun Papa harus ingat jika Alea bukan lagi tanggung jawab dari Papa sepenuhnya melainkan tanggung jawab penuh dari suaminya." Tekan Mama Zaskia.
"Alea itu putriku! Dan sampai kapanpun dia akan tetap menjadi hakku!" Protes Papa Bara. Emosinya masih menggebu-gebu saat ini. Ayah mana yang tidak sakit melihat putri kesayangannya terluka hati dan tubuhnya oleh seorang pria walau pun itu suami putrinya sendiri.
"Papa jangan egois! Apa Papa tidak ingat bagaimana Mama yang selalu menuruti perintah Papa selama ini karena Mama sadar jika Papalah surga Mama setelah Mama menikah." Ucap Mama Zaskia lagi.
"Alea..." Mama Zaskia mendekat pada putrinya yang terus menangis. "Mama tahu jika saat ini kamu sungguh terluka karena perbuatan suamimu, nak... Mama tidak pernah melarangmu untuk tinggal di rumah kita. Dan Mama juga bukan membenarkan perbuatan Aidan. Namun saat ini Alea harus mengerti jika izin dari suami itu sangat penting. Kamu tidak mau bukan menjadi istri yang durhaka? Bagaimana pun juga Aidan masih tetap suamimu." Mama Zaskia membelai lembut kepala putrinya. Mama Zaskia sadar, jika surga Alea kini sudah berpindah kepada suaminya. Dan Mama Zaskia tidak ingin karena masalah ini membuat Alea lupa akan kewajibannya.
"Izinlah kepada Aidan..." Ucap Mama Zaskia lagi kepada Alea.
"Alea tidak ingin bertemu dengannya, Mah..." Isak tangis Alea. "Aidan lebih memilih sahabatnya dibandingkan istrinya sendiri... Hiks..." Tangis terdengar Alea begitu pilu. "Bahkan dia sama sekali tidak memikirkan keadaan Lea dan anaknya yang sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayangnya saat ini."
Cika dan Maudy yang melihat perdebatan ibu dan anaknya itu hanya bisa terdiam di posisinya.
"Mama akan mengizinkan kamu kembali ke rumah jika Aidan sudah memberikan izin." Tekan Mama Zaskia lagi. Setelah itu Mama Zaskia pun memilih keluar dari dalam ruangan karena tidak ingin memperpanjang perdebatan mereka yang akan berefek tidak baik bagi kesehatan Alea.
Di luar ruangan, Mama Zaskia pun mengirim pesan pada Papa Bara, Cika dan Maudy agar keluar dari dalam ruangan Alea dengan sedikit ancaman. Dan tak lama setelah itu Papa Bara, Cika dan Maudy pun nampak keluar dari dalam ruangan. Pandangan Papa Bara tertuju pada Aidan yang kini tengah berbicara dengan Zaskia.
"Masuklah. Semua keputusan Mama serahkan kepadamu." Sela Mama Zaskia pada Aidan agar Papa Bara tidak melanjutkan perdebatannya.
Dengan menghela nafas panjang, Aidan pun masuk ke dalam ruangan Alea setelah berpamitan pada Mama Zaskia dan Papa Bara. Walau pun Papa Bara masih menghunuskan tatapan tajam ke arahnya, namun Aidan memilih untuk tetap masuk ke dalam ruangan Alea.
"Alea..." Ucap Aidan mendekat ke ranjang Alea.
Melihat kedatangan Aidan, Alea pun sontak memalingkan wajahnya.
"Gue ingin pulang ke rumah Mama dan Papa. Dan jangan pernah melarang gue!" Ucap Alea tanpa menatap pada suaminya.
Aidan terdiam di tempatnya. "Alea..."
"Jangan mendekat!" Ucap Alea sedikit meninggi. "Gue akan kembali ke rumah orangtua gue. Dan dengan itu lo bisa bebas merawat sahabat lo dengan baik tanpa ada beban karena gue." Ucap Alea menahan isak tangisnya.
***