Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband
Penuh kekecewaan



"Aidan..." Ucap Velissa saat melihat pria yang masih dicintainya tengah berdiri di belakangnya dengan tatapan nyalang.


"Anak siapa yang lo bilang anak haram?!" Hardik Aidan lagi menatap nyalang pada Velissa.


"Alea tenanglah..." Cika dan Maudy tak hentinya menenangkan Alea yang masih terus menangis. Cika dan Maudy sangat takut jika Alea akan kembali mengalami pendarahan seperti beberapa bulan yang lalu karena banyak pikiran.


"Tentu saja anak yang ada di dalam kandungan mantan kekasih kamu Aidan." Ucap Velissa menatap sinis pada Alea.


"Benar. Alea sedang mengandung anak haram!" Timpal yang lainnya.


"Benar..." Timpal yang lainnya lagi secara bersamaan dengan nada mengejek.


Tangan Aidan terkepal erat. Pandangannya yang nyalang pada Velissa kini beralih pada istrinya yang terlihat ketakutan dan terisak di dalam pelukan Cika dan Maudy.


Tanpa ingin menjelaskan apapun kepada mereka yang menghujat istrinya, Aidan segera melewati tubuh Velissa yang menghalanginya kemudian mendekat pada istrinya.


"Sayang..." Panggil Aidan pada Alea yang masih terisak.


"Ai-Aidan... Hiks... Hiks..." Alea semakin terisak menatap pada wajah suaminya.


Aidan pun memberi kode pada Cika dan Maudy agar menyingkir dari tubuh istrinya. Dan tanpa aba-aba, Aidan pun segera menggendong tubuh lemah istrinya ke dalam pelukannya.


"Dengar ucapan saya baik-baik!" Ucap Aidan sedikit formal karena saat ini para dosen juga turut berkumpul untuk melihat kericuhan yang terjadi. "Wanita yang kalian sebut murahan, wanita yang kalian sebut hamil di luar nikah dan bahkan menyebutkan anaknya adalah anak haram itu adalah istri dan anak saya!" Tekan Aidan menahan amarah di dadanya.


Duar


Bagai petir di siang bolong. Para mahasiswa dan para dosen yang sedang berkumpul di sana nampak terkejut dengan perkataan Aidan.


Tatapan Aidan pun menatap nyalang pada Velissa yang nampak tak kalah terkejut. Jika bukan mengingat Velissa adalah wanita dan sahabatnya dari kecil, tangan Aidan tak akan segan-segan melayang di pipi wanita itu.


"A-anak ki-kita bu-bukan anak ha-haram..." Ucap Alea dengan terbata-bata.


Aidan menatap sedih wajah istrinya yang sudah basah oleh air mata. "Ayo kita pergi dari sini." Ucap Aidan segera berjalan menggendong tubuh Alea membelah keramaian diikuti Cika dan Maudy di belakangnya.


Aksa dan Leo menatap Velissa dengan penuh kekecewaan. Mereka tidak menyangka jika sahabat yang mereka anggap polos itu memiliki mulut yang sangat berbisa. "Kita sangat kecewa dengan lo, Vel." Ucap Aksa pada Velissa sambil menggelengkan kepalanya.


"Benar, Bu. Aidan dan Alea sudah menikah beberapa bulan yang lalu. Namun pernikahan mereka masih ditutupi karena suatu alasan yang tidak bisa disebutkan." Jelas Aksa.


Semua orang pun kembali terkejut akan kebenaran yang sudah terungkap.


"Ja-jadi selama ini..." Velissa menutup mulutnya saat menyadari kesalahannya.


"Selama ini Aidan dan Alea sudah sah menjadi suami istri. Bahkan Aidan dan Alea hanyalah berpura-pura jika mereka berpacaran sedangkan aslinya mereka sudah menikah bahkan akan memiliki anak kembar." Terang Leo yang dari tadi diam.


"Kenapa kalian nyembunyiin ini semua dari gue?!" Velissa benar-benar terkejut.


Sedangkan para teman Alea nampak merasa bersalah telah menyudutkan Alea bahkan membuat Alea menangis terisak.


"Jika kita memberitahukan hal ini pada lo sejak awal, maka sampai kapan pun kita tidak akan tahu sikap asli lo yang sebenarnya." Ucap Aksa menampilkan wajah penuh kekecewaan.


***


Sambil menunggu cerita Alea dan Aidan update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.


- Hanya Sekedar Menikahi (On Going)


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya☺