Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband
OMIH-58



"Gue memang pergi bukan hanya sama Cika dan Maudy tapi dengan teman gue yang lain juga."


"Sudahlah. Lebih baik lo keluar dari sini." Ucap Aidan yang sudah tidak ingin berdebat walau hatinya masih bergemuruh.


"Dan romantisan apa yang lo maksud?"


"Gue udah gak mau membahasnya lagi. Lebih baik lo keluar." Aidan mengalihkan pandangan pada Alea yang kini tengah menatapnya tajam.


"Gue gak mau sebelum lo jelasin apa maksud ucapan lo!" Tekan Alea. Alea pun bangkit dari duduknya. Kini mereka saling berhadapan.


"Keluar, Alea!" Suara Aidan terdengar meninggi.


"Gue gak mau!" Alea masih bersikeras.


"Lo gak mau jelasin apa maksud ucapan lo? Dan lo tiba-tiba aja seperti orang marah sama gue. Sedangkan gue gak tau letak kesalahan gue dimana!" Cecar Alea.


"Lo mau tahu letak kesalahan lo?"


Alea mengangguk.


"Karna lo sudah berani menerima sentuhan pria lain di belakang gue. Lo harus tau jika gue tidak suka jika apa yang menjadi milik gue disentuh orang lain!" Bisik Aidan di telinga Alea.


Ciuman yang awalnya lembut kini kian memanas dan semakin menuntut. Alea yang takut terjatuh karna serangan Aidan secara tiba-tiba pun dengan refleks melingkarkan tangannya di leher Aidan. Ciuman itu pun terlepas saat merasa pasokan oksigen mereka mulai menipis. Setelah mengambil nafas barang sejenak, Aidan pun kembali memangut indah bibir istrinya. Dan perlahan tapi pasti kini tubuh mereka sudah berada di atas ranjang dengan Aidan menindih tubuh Alea tanpa melepaskan pangutannya. Tangan Aidan pun mulai aktif melepas satu persatu penghalang percintaan mereka. Hingga entah kapan kini tubuh keduanya sudah sama-sama polos tanpa sehelai benang pun.


Alea dapat merasakan jika saat ini Aidan begitu bergairah seperti malam kemarin. Namun saat ini Alea sadar jika Aidan juga tengah diliputi emosi yang membara. Alea yang sudah terbawa suasana pun hanya bisa mengikuti permainan suaminya.


Hingga satu teriakan lolos dari bibir mungilnya saat Aidan kembali menghujam tubuhnya. Alea hanya bisa menjadiman seprai menjadi alat pelampiasan rasa sakit dan nikmat secara bersamaan karena ia menolak menjadikan bahu Aidan sebagai pelampiasan kesakitannya seperti kemarin malam. Dan di dalam kamar itu hanya terdengar erangan dan lenguhan dua orang manusia yang sedang menikmati indahnya surga dunia.


Aidan menghentikan aktivitasnya ketika melihat wajah Alea yang sudah lelah. Nafas keduanya kini tersengal-sengal setelah kegiatan panas mereka berlangsung cukup lama. Aidan menatap dalam pada kedua bola mata Alea yang nampak memerah. Peluh nampak membanjiri wajah cantik Alea.


"Tidurlah..." Ucap Aidan membenamkan tubuh Alea dalam pelukannya. Rasa kesal yang sedari tadi ia rasakan hilang begitu saja setelah percintaan mereka.


Alea hanya diam dan tak lama ia pun terlelap dalam pelukan Aidan karena saat ini tubuhnya sudah sangat lelah dan remuk melayani n*fsu suaminya yang seperti tiada habisnya. Bahkan Alea melupakan begitu saja pertanyaan yang sedari tadi ada dalam benaknya tentang maksud ucapan Aidan.


Aidan mengelus lembut rambut Alea yang sudah berantakan akibat aktivitas mereka. "Lo memang sangat cantik dalam kondisi apa pun. Wajar saja jika di luar sana banyak pria yang mengejar lo selama ini." Ucap Aidan mengingat percakapannya dengan Aksa dan Leo di apartemen Leo tadi.


***


Jangan lupa beri dukungan dengan cara like, komen dan votenya, ya:)


Terimakasih😊