Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband
Mencoba bersikap manis



Alea melangkahkan kakinya lebih dulu masuk ke dalam mansion tanpa menunggu Aidan. Ia masih merasa kesal dengan sikap Aidan yang suka seenaknya dengannya. Aidan yang ditinggalkan begitu saja hanya mendengus kasar. Kemudian mengikuti langkah kaki Alea dari belakang.


"Alea... Kamu udah datang, sayang?" Vara berjalan cepat ke arah pintu utama saat melihat wajah menantunya menyembul di sana.


Bunda Vara dan Alea pun berpelukan barang sejenak.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Bunda Vara melihat raut wajah Alea yang nampak masam.


Alea memaksakan senyumnya. "Lea tidak apa-apa, Bunda."


"Bunda..." Aidan pun turut memeluk Bunda Vara barang sejenak.


"Apa Aidan berbuat tidak baik kepada kamu, sayang?" Tanya Bunda Vara seraya menatap tajam Aidan.


"Tidak kok, Bunda..."


Dia menarik tangan gue sampe perih ini!


Walaupun sedikit tidak percaya, namun Vara mengangguk saja. Vara pun mengajak anak dan mantunya untuk duduk di ruang keluarga.


"Keadaan Nenek gimana Bunda?" Tanya Aidan saat sudah mendaratkan tubuhnya di sofa.


"Sudah mulai membaik. Saat ini Nenek hanya perlu istirahat untuk memulihkan keadaannya."


"Kamu mau minum apa sayang?" Tanya Vara kemudian pada Alea yang hanya diam memperhatikannya.


"Tidak perlu repot-repot Bunda... Lea akan mengambilnya sendiri. Sekalian Lea ingin ke kamar mandi." Tutur Alea seraya tersenyum. Alea pun bangkit dari duduknya kemudian berpamitan menuju dapur.


"Alea itu anak yang baik dan manis..." Ucap Vara memperharikan Alea yang terus berjalan menuju dapur.


Aidan tersenyum.


"Seperti yang Bunda lihat." Jawabnya seadanya.


Vara menghela nafasnya. "Bunda tau jika saat ini kamu sudah mulai mencintai istri kamu. Bunda harap kamu bisa merubah sikap kamu bisa lebih manis kepada Alea agar Alea merasa dicintai. Dengan sikap kamu yang seperti ini bisa saja Alea merasa jenuh dan mencoba mencari perhatian laki-laki lain di luar sana yang lebih perhatian dengannya." Pesan Vara.


"Jangan seperti Ayah yang sudah terlambat menyadari perasaan Ayah pada Bunda hingga Ayah harus melewatkan masa-masa kehadiran kalian di perut Bunda hingga kalian tumbuh menjadi anak yang lucu." Timpal Rangga yang sudah duduk di samping putranya.


"Ayah..." Aidan mengelus dadanya. "Ayah mengejutkanku saja..."


"Apa yang dikatakan Ayahmu benar, Aidan... Alea itu wanita yang cantik. Bukan tidak mungkin di luar sana ia sedang diincar oleh pria yang lebih bersikap manis padanya dibandingkan kamu."


Ingatan Aidan pun seketika tertuju pada Kenzo yang selalu bersikap manis pada Alea. Bahkan pria itu berniat untuk mengatakan perasaannya lewat lagu romantis walau pun usahanya gagal dan sampai saat ini Alea tidak mengetahuinya.


Tak lama Alea pun kembali dengan nampan di tangannya.


"Eh Ayah udah pulang..." Ucap Alea tersenyum ke arah Rangga. "Kalau tahu Ayah sudah pulang mending Lea buatin minum sekalian buat Ayah..." Ucapnya merasa sungkan.


"Tak apa. Ayah juga baru sampai." Ujar Rangga tersenyum.


"Biar Bunda saja yang membuatkan minum untuk Ayah..." Tutur Vara mengelus lengan menantunya yang sedang meletakkan gelas minuman di hadapannya.


"Apa kalian akan menginap di sini?" Tanya Rangga saat Bunda Vara baru kembali dari dapur.


"Iya. Aidan dan Lea akan menginap malam ini." Jawab Aidan.


"Kok gak bilang-bilang sih mau nginep di sini. Gue kan gak bawa baju ganti." Gumam Alea mencubit kecil pinggang Aidan.


***